Artikel ini ditulis untuk membantu anda mengenal salah satu tes tersebut yaitu
tes IELTS. Dalam artikel ini kita tidak hanya akan membahas mengenai definisi dari IELTS tetapi juga membahas mengenai hal hal yang terkait dengan tes tersebut seperti format tes, biaya tes, hingga bagaimana cara anda menyiapkan tes tersebut.
Latar belakang tes IELTS
Tes ini dikembangkan pada tahun 1989 oleh tiga lembaga terkemuka di dunia yaitu British Council, IELTS Australia/IDP Australia dan Cambridge Assesment English.
Tujuan dari ketiga lembaga tersebut menyusun tes ini adalah supaya masyarakat yang ingin bekerja, kuliah atau pindah ke negara negara penutur asli bahasa Inggris dapat memiliki tes yang terstandarisasi. Skor IELTS dimulai dari angka 1 (“non-user”) hingga angka 9 (“expert user”) namun ada juga yang memulainya dengan angka 0 untuk menunjukkan individu yang bersangkutan hanya daftar ujian saja tetapi tidak mengikuti ujian saat hari H tiba.
Pada tahun 2017 terdapat sekitar 3 juta orang diseluruh dunia yang mengikuti tes ini. Jumlah ini meningkat satu juta dibanding lima tahun sebelumnya. Dengan jumlah peserta ujian sebanyak itu maka tidak mengherankan apabila tes IELTS menjadi salah satu tes bahasa Inggris paling diminati diseluruh dunia.
Negara yang mengakui IELTS
IELTS merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang diterima diberbagai negara terutama di Inggris Raya. Berbagai negara internasional menggunakan IELTS untuk berbagai kepeluan, seperti akademik, penyaringan karyawan di dunia kerja dan juga syarat masuk di negara tertentu.
Sampai saat ini setidaknya ada 145 negara dan 12.000 organisasi yang mengakui dan menggunakan IELTS sebagai dasar untuk menilai kecakapan bahasa Inggris seseorang. Beberapa negara tersebut seperti Inggris Raya, Kanada, Australia, Amerika Serikat, Irlandia, Selandia Baru, Uni Eropa dan juga ASIA. Namun setiap negara dan setiap organisasi tentunya memiliki standar skor IELTSnya masing-masing. Hal ini juga disesuaikan dengan jenis kebutuhan. Dalam artian, skor IELTS untuk pekerjaan mungkin saja berbeda dengan skor IELTS yang ditetapkan untuk pendidikan/akademik.
Format Tes IELTS
Tes IELTS terdiri dari empat bagian yaitu Listening, Reading, Writing dan Speaking. Empat bagian tersebut harus anda selesaikan dalam waktu 2 jam 45 menit dengan setiap bagian memiliki jatah waktu yang berbeda beda.
Di bagian Listening durasi waktu pengerjaan anda adalah selama tiga puluh menit plus 10 menit waktu memindah jawaban ke lembar soal, bagian Reading 60 menit, bagian Writing 60 menit juga dan bagian Speaking 11 sampai 14 menit. Berbeda dengan tiga bagian sebelumnya, pada bagian Speaking anda harus melakukan tatap muka dan percakapan singkat dengan penguji anda.
Format tes IELTS juga memuat kosa kata atau dialek bahasa Inggris dari tiga dialek umum yaitu British, Australia dan America. Jadi anda tidak perlu fokus mempelajari suatu dialek tertentu untuk mempersiapkan ujian ini.
Mulai tahun 2018, tes IELTS juga tersedia dalam bentuk computer delivered IELTS atau tes IELTS dengan memakai komputer. Format tes IELTS menggunakan komputer ini sama dengan tes IELTS menggunakan kertas. Hanya saja terdapat sedikit penyesuaian waktu pada bagian menyimak (listening) karena anda tidak perlu memindahkan jawaban dari lembar soal ke lembar jawab. Kelebihan dari tes IELTS dengan komputer ini adalah anda dapat memperoleh hasil tes anda lebih cepat daripada jika anda tes menggunakan kertas. Tes ini di Indonesia sudah tersedia di empat kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan.
IELTS Academic Test
Kriteria Penilaian
Skor keseluruhan dari tes IELTS dihitung dari rata rata skor pencapaian pada setiap bagian untuk kemudian dibulatkan ke bilangan bulat terendah. Skor pencapaian setiap bagian dihitung dengan cara yang berbeda. Untuk bagian Reading dan Listening setiap jawaban yang benar akan dihitung dengan nilai 1. Kumpulan dari nilai nilai itulah kemudian disesuaikan dengan skala penghitungan skor IELTS dibawah ini:
Listening:
Skoor IELTS |
Jumlah Jawaban yang benar |
5 |
16 |
6 |
23 |
7 |
30 |
8 |
35 |
Academic & General Reading:
Skor IELTS |
Jumlah Jawaban yang benar |
5 |
16 |
6 |
23 |
7 |
30 |
8 |
35 |
Skor IELTS |
Jumlah Jawaban yang benar |
4 |
15 |
5 |
23 |
6 |
30 |
7 |
35 |
8 |
28 |
Jadi, jika anda menjawab 27 soal dengan benar misalnya maka skor listening dan reading anda adalah sebesar 6.0. Sementara skor tes kepenulisan (Writing) dan kecakapan berbicara (Speaking) dihitung dengan menerjemahkan keahlian anda untuk membuat sebuah tulisan dan pembicaraan yang kohesif, sesuai tema, dan tersusun sesuai aturan gramatikal yang benar kedalam angka. Untuk tes Speaking, kemampuan anda untuk mengucapkan kosa kata bahasa Inggris dengan jelas juga menjadi bahan penghitungan.
Skor IELTS dan kemampuan bahasa Inggris
Skor yang didapatkan setelah mengikuti IELTS digunakan sebagai alat untuk menunjukkan gambaran kemampuan bahasa Inggris seseorang. Skor IELTS terbilang 0 sampai 9 yang memiliki penjelasan seperti berikut:
Skor IELTS |
Kemampuan |
Deskripsi Kemampuan |
9 |
Expert User |
Kemampuan individu pada tingkat ini cukup mahir dalam berbahasa Inggris. Dapat menguasai seluruh persoalan yang diberikan. Dapat memahami dan menggunakan bahasa Inggris tulisan maupun lisan dengan lancar di segala kondisi. |
8 |
Very Good User |
Individu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang cukup baik baik dengan beberapa kesalahan kecil. Dapat memahami persoalan yang rumit. Individu bisa menggunakan bahasa Inggris dengan fleksibel dan efektif. |
7 |
Good User |
Individu menguasai bahasa Inggris yang rumit dan argumentasi yang rinci sehingga dapat menggunakan bahasa Inggris yang baik, berkomunikasi secara efektif dengan beberapa kemungkinan terdapat kesalahan/kesalahpahaman/ tidak tepat pada situasi tertentu. |
6 |
Competent User |
Individu dapat menggunakan bahasa Inggris yang efektif. Dapat menguasai bahasa Inggris yang kompleks terutama dalam situasi yang sudah dikenal walau dengan beberapa kesalahan. |
5 |
Modest User |
Individu dapat menggunakan bahasa Inggris dengan kemampuan rata-rata. Dapat berkomunikasi secara dasar terutama di bidang mereka sendiri. Kurang menguasai untuk komunikasi yang lebih kompleks. |
4 |
Limited User |
Individu memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dasar dan terbatas, hanya pada situasi yang akrab. Kesulitan dalam menggunakan bahasa Inggris untuk situasi yang kompleks, sering kali terjadi salah komunikasi. |
3 |
Extremely Limited User |
Individu menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan informasi umum dengan sangat dasar. Sehingga komunikasi hanya terbatas menggunakan bahasa Inggris yang dasar. |
2 |
Intermittent User |
Individu memiliki kesulitan menggunakan bahasa Inggris baik secara lisan maupun tulisan. Komunikasi terhalang karena kurangnya kata dan frasa. Individu hampir tidak bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. |
1 |
Non-User |
Individu tidak memiliki kemampuan menggunakan bahasa Inggris. |
Jenis Jenis IELTS
Secara umum tes IELTS terbagi menjadi dua tes yaitu Academic test dan General training test.
Baik Academic test dan General training test memiliki materi dan metode penilaian yang sama. Hanya saja materi Reading dan Writing untuk General training test adalah materi tentang kehidupan sehari hari sementara materi untuk Academic test adalah materi materi umum mengenai dunia akademis. Lain daripada itu penilaian bagian Reading untuk General training test juga sedikit berbeda.
Academic test
Academic test adalah tes kemampuan bahasa Inggris untuk mengukur kecakapan seseorang dalam bidang akademik. Jika ingin daftar ke universitas dan program akademik maka tes ini umumnya digunakan sebagai salah satu syarat masuknya.
Struktur soal pada IELTS academic test ini sama dengan general test, hanya saja pada bagian reading berisi soal-soal yang sifatnya akademic. Bersumber dari buku, jurnal, surat kabar dan lainya.
Struktur test academic test IELTS :
- Listening (30 menit) tentang komunikasi sehari-hari dan juga akademik
- Reading (60 menit) teks bersifat akademik
- Writing (60 menit) menulis laporan based on diagram, grafik, laporan dan juga menulis esai
- Speaking (11-14 menit) wawancara singkat tentang diri dan juga topik tertentu dilanjutkan dengan diskusi dua arah.
General training test
Sementara General training test adalah jenis tes yang akan anda dapatkan jika tujuan anda mengambil tes IELTS adalah untuk bermigrasi, bekerja dan sekolah dengan strata dibawah sarjana termasuk kalau anda mengambil sekolah vokasi.
Pada bagian reading, general training test lebih kepada bidang sosial sehari-hari dan juga tentang dunia kerja.
Struktur test :
- Listening (30 menit) tentang komunikasi sehari-hari dan juga pekerjaan
- Reading (60 menit) teks berkaitan dengan kebutuhan sosial, pekerjaan dan yang lebih kompleks
- Writing (60 menit) menulis surat untuk kebutuhan sehari-hari baik pribadi, semi formal dan formal juga esai
- Speaking (11-14 menit) wawancara singkat tentang diri dan juga topik tertentu dilanjutkan dengan diskusi dua arah.
IELTS life skill
Selain dua tersebut diatas, ada juga jenis tes IELTS yaitu tes IELTS life skill. Jenis tes ini ditujukan untuk anda yang ingin mengikuti keluarga anda atau pasangan anda tinggal di Inggris dan memerlukan visa. Anda juga harus mengikuti tes jenis ini apabila anda ingin tinggal permanen dan atau pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Inggris.
Ada dua level dalam IELTS ini yaitu A1 dan A2. IELTS life skill A1 digunakan untuk mengajukan visa pasangan/keluarga dan juga perpanjangan visa untuk tinggal di Inggris.
B1 digunakan untuk mengajukan permohonan perpanjangan visa tinggal di Inggris atau berkewarganegaraan Inggris.
Struktur test :
- Speaking
- Listening
Biaya tes IELTS
Biaya tes IELTS di Indonesia umumnya sama yaitu kisaran Rp. 2.900.000.,00 hingga Rp.3.000.000.,00 tergantung nilai tukar dollar terhadap rupiah pada tanggal anda mendaftar tes. Oleh karena jumlah ini cukup besar, alangkah lebih baiknya kalau anda mempersiapkan tes ini dengan persiapan yang matang.
Menurut britishcouncil.org, setidaknya dibutuhkan waktu sebanyak 84 hari untuk anda mempersiapkan tes ini dengan persiapan yang matang. Dalam waktu sebanyak itu, anda bisa mengikuti kursus baik offline maupun online, mengikuti IELTS prediction test, belajar secara mandiri melalui sumber sumber gratis yang bisa anda dapatkan diinternet dan terus mengerjakan banyak soal latihan.
Banyak hal yang harus anda keluarkan jika anda ingin mengikuti tes IELTS. Tidak hanya jumlah nominal yang besar, melainkan juga waktu belajar yang cukup lama. Namun pengorbanan ini sepadan dengan keuntungan yang bisa anda dapatkan jika hasil tes anda memuaskan. IELTS adalah tes uji bahasa Inggris terkemuka dan diterima oleh 10.000 lembaga didunia termasuk diantaranya 3000 universitas di Amerika Serikat dan di China. Oleh karena itu jangan ragu ragu untuk mengikuti tes ini. Anda bisa mendaftarkan diri anda secara online ke pusat pusat IELTS terdekat di kota anda.
Belajar IELTS Menggunakan Multimedia
Ada banyak jalan ke Roma. Itulah kiranya pepatah kuno yang sering kita dengar. Ungkapan tersebut kurang lebih berarti banyak cara yang bisa kita tempuh untuk mencapai suatu tujuan. Termasuk diantaranya tujuan untuk lolos tes bahasa Inggris dan bisa pergi ke luar negeri. Kali ini tujuan tersebut adalah mendapatkan skor IELTS yang memuaskan sehingga anda bisa melanjutkan studi di negara negara pilihan anda.
Selama ini kita mungkin banyak belajar tes IELTS memakai buku entah itu buku tips dan trick mendapatkan skor IELTS yang tinggi atau buku latihan latihan soal IELTS. Kita juga sering menggunakan berbagai website pembelajaran IELTS bahkan beberapa orangdiantara saya atau anda sekalian mengambil jalur kursus untuk mencapai hasil yang kita inginkan. Namun jangan lupa perkembangan teknologi akhir akhir ini juga dapat membantu kita belajar IELTS. Teknologi tersebut bernama video pembelajaran, podcast dan aplikasi. Bagi anda yang memiliki tipe belajar auditory mungkin lebih mudah memahami materi materi latihan IELTS menggunakan metode ini. Artikel kali ini akan membahas mengenai apa saja materi materi yang ditawarkan dalam pembelajaran melalui multimedia ini serta channel channel mana saja yang dapat anda gunakan.
IELTS Indicator
Definisi Multimedia
Menurut it-jurnal.com, definisi multimedia adalah:
“Multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk text, audio, grafik, animasi, dan video.”
Oleh karena itu jika anda belajar IELTS menggunakan E-book atau Audio book itu artinya anda sudah belajar IELTS menggunakan multimedia. Hanya saja pada artikel hari ini kita akan secara khusus membahas mengenai pembelajaran IELTS menggunakan jenis multimedia yang belum cukup umum digunakan sebagai instrumen pembelajaran yaitu video, podcast dan aplikasi.
Belajar IELTS menggunakan video
Metode belajar menggunakan video adalah salah satu cara belajar alternatif terutama jika anda adalah orang yang lebih mudah menyerap materi dengan cara mendengarkan guru anda atau tipe belajar anda adalah tipe auditory. Saat ini banyak video video di youtube dan aplikasi pemutar video lainnya yang menyajikan materi tentang IELTS. Video video tersebut tidak hanya menyajikan tentang bagaimana cara mendapatkan IELTS dengan skor sekian tetapi juga menceritakan bagaimana pengalaman si pembuat video saat mengikuti tes IELTS.
Dengan demikian, belajar menggunakan video akan memberikan anda beberapa keuntungan berikut ini:
- Mengetahui cara mengerjakan tes IELTS dengan baik dan benar
- Mendapatkan insight pengalaman orang orang lain yang telah mengambil tes ini
- Anda dapat belajar materi melalui contoh yang jelas dan bisa jadi memiliki animasi yang lebih menarik daripada jika anda mempelajari materi tersebut melalui buku
- Melatih pendengaran dan pronounciation yang anda miliki. Terutama jika anda menyaksikan video yang dipresentasikan oleh penutur asli bahasa Inggris (native speakers).
Kini penyaji pembelajaran IELTS melaui video tidak hanya individu individu yang telah mengikui ujian ini atau mantan penguji IELTS tetapi juga lembaga pengembang IELTS speerti British Council dan Cambridge English menyediakan pembelajaran melalui video gratis untuk anda. Namun kalau anda juga tertarik mengikuti pembelajaran video yang disajikan oleh mantan penguji IELTS, anda bisa mengikutinya dengan melihat video dari kanal IELTS Liz, IELTSbuddy atau IELTS Simon.
Belajar IELTS menggunakan Podcast
Mungkin bagi sebagian orang Podcast adalah istilah media sosial yang masih asing ditelinga. Secara sederhana Podcast adalah rekaman audio yang bisa didengar oleh khalayak ramai. Sekilas definisi Podcast sama seperti radio, akan tetapi podcast lebih bersifat personal. Artinya anda tidak perlu menjadi sebuah lembaga untuk melakukan siaran di Podcast milik anda. Begitupun halnya pendengar bisa memilih apa yang ingin mereka dengarkan dengan jumlah pilihan yang tersedia jauh lebih banyak daripada pilihan yang tersedia di radio. Saat ini fitur podcast bisa anda dapatkan diberbagai platform seperti iTunes, Mac, Spotify hingga Anchor.com.
Belajar IELTS memakai Podcast bisa jadi tantangan tersendiri bagi anda. Sebab tidak sama halnya dengan video, anda hanya bisa mendengarkan rekaman suara dan tidak bisa membaca subtitle atau melihat contoh. Namun demikian mendengarkan Podcast yang berisi materi IELTS atau Podcast berbahasa Inggris dengan tema lain dapat melatih Listening skill anda dengan baik. Pastikan sebelum mendengarkan Podcast tersebut anda sudah menyiapkan alat tulis sehingga ketika anda menemukan kosa kata atau fakta baru anda bisa dengan mudah mencatatnya.
Sama seperti halnya video, saat ini institusi institusi resmiseperti British Council dan Cambridge Assesment English juga sudah menyediakan sarana pembelajaran melalui Podcast yang bisa anda manfaatkan. Materi yang ditawarkan oleh lembaga lembaga tersebut dalam Podcast milik mereka tidak hanya sebatas IELTS melainkan topik topik umum yang mungkin akan keluar di ujian tersebut seperti sejarah Inggris, tentang pandemi covid19 dan lain lain.
Belajar IELTS menggunakan aplikasi
Selain menydiakan pembelajaran melalui video dan audio, British Council juga memfasilitasi anda dengan pembelajaran melalui aplikasi. Terdapat dua aplikasi dari lembaga ini yang dapat anda gunakan sebagai alat bantu belajar.
Aplikasi tersebut adalah IELTS Prep App dan IELTS Word Power. Didalam aplikasi IELTS Prep App anda akan memperoleh latihan soal, tips grammar, kuis dan lain lain sementara IELTS Word Power menyajikan games games seru yang dapat anda mainkan untuk meningkatkan jumlah vocabulary yang anda kuasai. Saat ini kedua aplikasi tersebut masing masing telah didownload sebanyak 1 juta lebih pengguna dan mendapatkan skor review sebesar 4.5 dan 3.4 di Google Play Store.
Aplikasi lain yang juga mendapatkan review dan jumlah download tertinggi di Google Play Store adalah IELTS Practice & IELTS Test serta IELTS Exam Preparation. Kedua aplikasi tersebut masing masing sudah di download oleh 500 ribu pengguna dan 1 juta pengguna serta mendapatkan rating sebesar 4.8 dan 4.4.
Pembelajaran melalui multimedia memungkinkan anda untuk belajar kapanpun dan dimanapun secara gratis. Termasuk jika anda berada di Indonesia dan ingin belajar tentang IELTS. Media media tersebut diatas tidak hanya menyediakan pembelajaran menggunakan bahasa Inggris tetapi juga bahasa Indonesia.
Jadi anda tidak perlu khawatir untuk mulai belajar IELTS sejak dini walaupun anda masih seorang pemula. Meskipun belajar IELTS dengan mengikuti kursus pasti memiliki nilai lebih, tidak ada salahnya kalau anda belajr IELTS secara otodidak menggunakan media media diatas.
IELTS Simulation Test – Contoh Soal IELTS
Kali ini
Lister.co.id – akan sekali lagi membahas tema mengenai
IELTS, namun tentunya akan berbeda dengan artikel IELTS yang sebelumnya sudah dibahas. Tema artikel kali ini adalah ‘IELTS Simulation Test’ yang akan sangat menarik minat serta akan melengkapi artikel sebelumnya. Judul artikel kali ini adalah: Contoh Soal IELTS.
Jika di beberapa artikel test preparation yang lalu telah dibahas mengenai IELTS dan sistematikanya, pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai materi dan contoh soal dari IELTS.
Hal ini tentu diperuntukkan bagi mereka yang ingin dan sedang mempersiapkan suatu ujian IELTS. Karena itulah pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai contoh soal-soal beserta kunci jawaban yang biasa muncul pada tes IELTS, guna memudahkan para pembelajar tersebut.
Selayang pandang mengenai IELTS
Seperti yang sudah pernah kita bahas pada artikel sebelumnya, IELTS adalah salah satu tes untuk mengukur kompetensi kebahasaan, khususnya Bahasa Inggris, dengan cara menguji empat kemampuan dasar dalam berbahasa, yaitu: membaca (reading), menyimak (listening), menulis (writing), dan berbicara (speaking).
IELTS sendiri merupakan singkatan dari International English Language Testing System, yang mana pada saat ini perizinan pelaksanaannya dipegang oleh Cambridge Assessment English yang bekerja sama dengan beberapa lembaga non-kepemerintahan Inggris.
Test IELTS sendiri terbilang cukup simpel, yang mana hanya perlu menguji keempat kemampuan dasar tersebut pada rentang waktu yang telah ditentukan. Secara total, dalam satu kali tes, IELTS sendiri memerlukan waktu kurang-lebih sekitar 225 menit, yang terbagi menjadi:
- Listening : 30 menit (waktu tambahan 10 menit)
- Reading : 60 menit
- Writing : 60 menit
- Speaking : 11–14 menit
Pada tes listening terdapat 40 pertanyan yang terbagi rata dalam empat sesi; pada tes reading soal akan beragam namun secara garis besar akan ada tiga sesi (sections) yang berisi text dengan total sekitar 2150-2750 kata; tes writing terbagi menjadi dua sesi, pada sesi pertama kita diharuskan untuk mampu menulis minimal 150 kata dalam waktu 20 menit, sedangkan sesi kedua sebanyak 250 kata dalam 40 menit; sedangkan tes speaking akan terbagi menjadi tiga sesi dimana kita akan berbincang-bincang dengan seorang penguji yang merupakan seorang penutur asli (native speaker).
Contoh soal IELTS.
Dan berikut ini adalah beberapa contoh soal IELTS beserta kunci jawabannya. Pada artikel kali ini, hanya akan ditampilkan beberapa contoh soal yang biasa dijumpai pada tes reading saja.
Passage 1
Read about paragraph below and answer the questions.
Carbine Assault Rifle
Like all types of firearm, “Maverick M4A1 Carbine” needs quick-reload ability in order to maximize its usage because Carbine needs a big amount of ammunition so that it can work properly. The quick-reload itself, for the first, has to be trained through multiple ways of a practical method – It may help the army on the battlefield.
Carbine is categorized as an Assault Rifle firearm. Assault Rifle is a type of firearm that has long-range shots. It can release 30-50 bullets per minute, which makes it different from the other types of firearm. Carbine is also different from any other Assault Rifles. It has an accuracy that been said is above the rate of any other Assault Rifles. With all of that advantage, Carbine is chosen by many countries in the world as the standard firearm for their soldiers.
According to the passage above, how many bullets can an Assault Rifle shoot in a minute?
- Ten to twenty.
- Fifteen to forty
- Thirty to fifty.
- Sixty to a hundred.
- Thirteen to fifteen.
- Maverick M4A1
- Assault Rifle
- The quick-reload
- A firearm
Choose the following words to answer the questions:
- What types of firearm is Carbine? …
- What may help army in the battlefield? …
- What is Assault Rifle? …
Answer the questions with up to two words.
- Why many countries choose Carbine as their standard firearm?
- What makes Carbine special?
- Why armies need quick-reload ability when using Carbine?
Pembahasan Soal IELTS.
Soal diatas adalah salah satu bentuk materi reading yang akan ditemui pada tes IELTS. Terdapat tiga jenis tipe pertanyaan yang biasanya muncul, namun bukan berarti tipe-tipe pertanyaan yang berbeda tidak dapat muncul. Tipe pertanyaan diatas hanyalah varian jenis yang paling sering dimunculkan. Dan berikut adalah pembahasannya:
- Untuk tipe pertanyaan pertama, tentu saja banyak orang sudah sangat lumrah sekali, karena tipe pertanyaan ini adalah yang biasa disebut dengan soal pilihan ganda (multiple choice). Dalam menjawab soal-soal semacam ini, kita hanya perlu memilih satu dari 3-5 pilihan (option) yang ada, dimana jumlah pilihan jawaban yang ada ditentukan dengan tingkat kesulitan soal itu sendiri.
Untuk menyelesaikan jenis soal tipe ini, seseorang harus mengerti konteks pertanyaan, jawaban, serta bagaimana cara mencari informasi yang dibutuhkan dari paragraf yang tersedia. Kemampuan penguasaan kosakata pada konteks yang berbeda juga diuji pada tipe pertanyaan ini.
Dapat dilihat pada pertanyaan ini dimana informasi yang dibutuhkan adalah mengenai kisaran peluru yang dapat dimuntahkan oleh senjata Carbine dalam tiap menitnya. Kita dapat melihat bahwa informasi yang ada dalam paragraf berbentuk angka (30-50), sedangkan jawaban yang tersedia berbentuk kosakata (vocabulary). Karena itu diperlukan sebuah jawaban yang melambangkan kosakata angka-angka tersebut. Maka jawabannya adalah: C. Thirty to fifty
- Untuk tipe pertanyaan kedua, kita perlu menjodohkan beberapa pilihan yang tersedia sebagai jawaban dari beberapa pertanyaan. Pada contoh diatas, dapat dilihat bahwa terdapat empat pilihan jawaban, sedangkan pertanyaan yang ada hanyalah tiga. Karena itulah, salah satu pilihan jawaban yang ada hanya bersifat sebagai pengecoh. Namun ada juga tipe yang tidak menggunakan pengecoh, tergantung tingkat kesulitan dari tes reading itu sendiri.
Untuk menjawab, kita hanya perlu melihat mana pilihan jawaban yang sekiranya sesuai dengan konteks pertanyaan. Pertanyaan pertama mempertanyakan mengenai tipe senjata dari Carbine (maka jawabannya adalah B.); pertanyaan kedua bertanya mengenai hal yang dapat membantu tentara di medan pertempuran (jawabannya C), dan; pertanyaan ketiga menanyakan apa itu Assault Rifle (pertanyaan untuk pilihan D). Karena itu pilihan A tidak perlu dipilih karena tidak dapat menjawab ketiga pertanyaan itu dan memang bukan pasangannya.
- Untuk tipe pertanyaan ketiga, biasa dikenal dengan pertanyaan singkat atau essay. Jawaban yang diperlukan berasal dari informasi-informasi yang dapat ditemukan pada paragraf. Bentukan dan struktur kalimat dari jawaban dapat bervariasi, namun pastikan tatabahasa (grammar)-nya tepat dan dapat menjawab pertanyaan sesuai konteks.
Untuk pertanyaan (1) cukup jawab bahwa Carbine memiliki beberapa keistimewaan, tidak perlu di jabarkan apa-apa saja keistimewaannya karena nanti itu akan menjadi jawaban pertanyaan selanjutnya.
Maka pastikan kita melihat pertanyaannya-pertanyaan yang ada secara seksama sebelum menjawab. Jawaban pertanyaan (2) memerlukan korelasi dengan keistimewaan Carbine secara spesifik (memiliki akurasi yang baik) serta spesialitas dari Assault Rifle sendiri (memiliki jarak tembak yang jauh). Sedangkan pertanyaan (3), perlu membahas mengenai kebutuhan amunisi Carbine yang banyak.
Dari tes reading sendiri, akan sangat banyak ragam-ragam soal yang lain. Soal diatas hanya sebagai contoh dan bersifat perkenalan mengenai tes IELTS. Karena itu pastikan untuk mematangkan kemampuan Bahasa Inggris dengan memperbanyak latihan sebelum memutuskan untuk mencoba IELTS.
IELTS untuk profesional kerja
Tes IELTS banyak dibutuhkan untuk keperluan pekerjaan, akademik dan juga administrasi bepergian ke beberapa negara. Banyak organisasi baik akademik maupun pemerintahan yang menggunakan IELTS sebagai syarat bergabung.
- IELTS untuk persyaratan masuk di dunia kerja internasional
Di berbagai perusahaan pemerintahan maupun swasta untuk bidang kerja profesional seperti perawat, pengajar dan lainya membutuhkan IELTS untuk melihat kemampuan bahasa Inggris individu.
Negara Uni Eropa seperti Jerman, Italia, Prancis, Denmark, Belanda, Austria banyak perusahaannya yang menggunakan IELTS untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang terutama untuk menilai kemampuan bahasa Inggris dalam konteks pekerjaan. Selain itu juga negara ASIA seperti Singapore, Hong Kong yang membutuhkan IELTS untuk membuat visa kerja. Begitu juga dengan Inggris, Kanada, Irlandia yang menggunakan IELTS untuk keperluan imigrasi dan visa kerja.
Jadi dalam skala internasional, IELTS untuk bidang kerja digunakan untuk keperluan membuat visa kerja dan juga menilai kemampuan bahasa Inggris dalam topik pekerjaan dan profesional seseorang.
- Sektor pekerjaan yang membutuhkan IELTS
Dalam pekerjaan internasional, IELTS banyak dibutuhkan di bidang-bidang kerja yang strategis. Diantaranya seperti:
- Pariwisata : banyak perusahaan yang memberi layanan tour dan hotel memerlukan karyawan yang menguasai bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan para tamu internasional
- Pendidikan : universitas memerlukan tenaga administrasi maupun pengajar yang menguasai bahasa Inggris terutama dalam bidang akademik untuk komunikasi maupun kegiatan mengajar.
- Kesehatan : profesi medis seperti perawat, dokter, ahli gizi dan lainnya memerlukan kemampuan bahasa Inggris yang bagus untuk berkomunikasi bahasa Inggris yang baik
- Keuangan dan bisnis : profesi yang berhubungan dengan keuangan dan dunia bisnis perlu mengembangkan koneksi internasional dimana hal ini kemampuan bahasa Inggrisnya harus baik
- Teknologi : profesi yang berhubungan dengan IT membutuhkan kemampuan bahasa Inggris yang baik untuk bekerja dengan tim internasional maupun klien
Untuk mengukur kemampuan seseorang dalam bahasa Inggrisnya, banyak perusahaan yang menggunakan IELTS sebagai tes masuk ke perusahaannya.
- Skor IELTS yang diperlukan untuk masuk dunia kerja
Untuk bisa masuk dan berkomunikasi yang baik menggunakan bahasa Inggris di dunia kerja internasional, umumnya perusahaan memberikan standar skor tertentu.
Pekerjaan |
Skor IELTS |
Kemampuan |
Sektor pelayanan jasa (Caregiver, pegawai toko), sektor pariwisata, posisi administratif |
6.0 - 6.5 |
Kemampuan komunikasi dasar hingga menengah yang baik |
Pekerjaan profesional seperti sektor kesehatan (dokter, perawat), posisi tinggi di perusahaan (manajer, sekretaris, CEO, COO), konsultan, sektor pendidikan, IT dan hukum |
7.0 - 7.5 |
Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam berbagai situasi dan topik yang rumit. |
Pekerjaan profesional seperti peneliti, penulis, sektor akademis |
8.0 - 9.0 |
Kemampuan bahasa Inggris yang sangat tinggi yang bisa berkomunikasi di posisi yang kompleks. |
Tes IELTS untuk akademis
IELTS sangat besar kegunaannya dalam hal akademis atau pendidikan. Banyak universitas di Indonesia dan di luar negeri yang mengharuskan calon mahasiswanya untuk menunjukkan skor IELTS.
Hal ini diperlukan agar calon mahasiswa bisa mengikuti pembelajaran dan juga berkomunikasi dengan baik di masa pembelajaran. Tentu saja IELTS bisa membantu kampus untuk melihat bagaimana kemampuan calon mahasiswanya di bidang akademik.
- IELTS untuk keperluan akademis
Banyak universitas negara besar seperti Inggris Raya, Amerika Serikat, Kanada umumnya memberikan syarat IELTS untuk calon mahasiswanya. Selain untuk keperluan membuat visa pelajar, IELTS juga sangat dibutuhkan untuk melihat kemampuan bahasa Inggris untuk bidang akademis.
Keperluan akademis seperti pendaftaran mahasiswa baru, beasiswa, pertukaran pelajar dan juga magang, setidaknya program tersebut yang banyak dilakukan dan memerlukan IELTS. Setiap universitas umumnya memberikan minimal skor tertentu untuk persyaratan sehingga berbeda antar universitas. Terutama pada program studi tertentu yang membutuhkan kemampuan bahasa Inggris yang baik.
Umumnya ujian IELTS yang digunakan adalah Academic IELTS dimana dalam struktur ujiannya sudah disesuaikan dengan kebutuhan pelajar.
- Program akademik yang membutuhkan IELTS
Ada beberapa program akademik yang membutuhkan IELTS sebagai syarat mengikuti program tersebut, seperti:
- Pendaftaran kuliah: Jika berencana kuliah kelas internasional maupun kuliah di luar negeri maka IELTS menjadi syarat wajib untuk dimiliki. Minimal score tergantung oleh jenis prodi dan juga syarat dari universitas.
- Magang: Program magang kerja di luar negeri membutuhkan IELTS untuk melihat kemampuan bahasa inggris individu, terutama pada bidang kerja yang berhubungan dengan pelayanan umum dan bisnis internasional
- Pertukaran pelajar: pertukaran pelajar di kampus luar negeri, banyak universitas yang mensyaratkan IELTS
- Pelatihan: Beberapa pelatihan membutuhkan IELTS untuk memberi gambaran peserta mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris
- Program master & PhD: untuk apply program master dan PhD banyak universitas Indonesia maupun luar negeri mensyaratkan IELTS
- Skor IELTS yang diperlukan untuk keperluan akademis
Setiap universitas memiliki standar skor khusus yang diberikan. Hal ini juga bergantung dari program studi yang diambil.