Mereka sudah sampai di kampus impian. Kamu bisa menyusul.
Belum tahu harus mulai dari mana untuk kuliah di luar negeri? Baca cerita alumni Lister: bagaimana mereka menyiapkan tes, beasiswa, dan aplikasi kampus, dan apa saja yang mereka hadapi di tengah jalan.
Dari Indonesia ke berbagai penjuru dunia, baca perjalanan yang bisa menginspirasimu.
🇺🇸Amerika Serikat
🇦🇺Australia
🇦🇹Austria
🇳🇱Belanda
🇬🇧Britania Raya
🇮🇩Indonesia
🇮🇪Irlandia
🇮🇹Italia
🇩🇪Jerman
🇨🇦Kanada
🇰🇷Korea Selatan
🇫🇷Prancis
🇳🇿Selandia Baru
🇸🇬Singapura
🇨🇳Tiongkok
Cerita alumni
Di balik setiap pencapaian, ada proses yang tidak mudah.
Dari persiapan tes sampai hari pertama kuliah, ini kisah nyata alumni Lister.
Nazwa Zulaykha
Dari bingung belajar sendiri ke IELTS 7.0 dan kelas internasional IPB
Belajar IELTS sendirian, Nazwa sulit tahu bagian mana yang harus dibenahi. Di Lister ia menemukan cara belajar yang pas dengan bantuan tutor profesional. Hasilnya skor IELTS 7.0 dan penerimaan di program internasional IPB.
Lolos LPDP di percobaan pertama, sambil tetap bekerja
Awalnya Emir belum paham IELTS maupun proses beasiswa. Sambil bekerja, ia ikut Mentoring Master dan IELTS di Lister. Kurikulum yang teratur, diskusi, dan masukan tutor membuat persiapannya terarah dan motivasinya terjaga. Ia lolos seleksi LPDP di pendaftaran pertamanya.
Meraih LPDP dan gelar master di University of York
Di sela tugas sebagai perwira TNI AD, Hugo menyiapkan TPA, bahasa Inggris, dan wawancara bersama Lister. Tutor Mita melihatnya disiplin, aktif bertanya, dan rajin membuat rangkuman materi dalam bahasa Inggris. Hugo lolos LPDP dan menyelesaikan master di University of York.
Diterima di tiga kampus Australia setelah persiapan SAT
SAT sempat jadi kendala, sampai Ananta menemukan ritme belajar yang cocok bersama Tutor Feli: penjelasan sabar, tempo pas, dan kelas online yang nyaman. Setelah meraih skor yang diharapkan, ia diterima di Sydney, Monash, dan UNSW, plus mendapat penerimaan dan beasiswa biaya kuliah untuk Data Science di SP Jain.
Johan menargetkan skor 80, tapi hasil tryout-nya berkali-kali masih di bawah 70. Lewat enam pertemuan di Lister, ia berlatih sesuai kelemahan dan tipe soal yang dihadapinya. Hasil akhirnya melampaui target: TOEFL iBT 100.
Menuntaskan S2 di Politecnico di Milano dengan beasiswa DSU
Jeremiah menyiapkan IELTS dan studi S2 bersama Lister sebelum berangkat dengan beasiswa DSU. Kini ia sudah menyelesaikan master di Politecnico di Milano. Risetnya tetap terhubung dengan Indonesia: solusi berbasis alam untuk jalur mobilitas yang rawan banjir di Samarinda.
Lulus S2, Aghnia ingin menetap dan membuka lebih banyak pilihan kerja di Belanda. Ia sempat berhenti kursus dan belajar sendiri, sebelum cocok dengan Tutor Ghina di Lister. Materi yang sesuai kebutuhan, penjelasan runtut, dan diskusi yang nyaman membuatnya terus melanjutkan persiapan bahasa untuk rencana kariernya.
Dulu Arvin mengaku tak sanggup berbicara lebih dari 15 detik. Setelah belajar dan berlatih bersama Lister, ia bisa berbicara lebih dari empat menit dan meraih IELTS 7.5. Ia lalu menyelesaikan MSc in Digital Business & Innovation di VU Amsterdam dengan nilai tesis 8.5.
Duolingo 130 dan LoA unconditional dari Trinity College Dublin
Dian menyiapkan studi sambil mengurus keluarga, bahkan belajar setelah anak-anak tidur. Bersama Tutor Yuwanda, ia mengenali kelemahannya dan memperbaiki cara menjawab soal Duolingo. Hasilnya skor 130 dan LoA unconditional dari Trinity College Dublin, lalu lanjut ke MSc Marketing dengan beasiswa LPDP.
Ardianto menyiapkan CV dan motivation letter untuk seleksi AUFRANDE bersama Tutor Ugahara. Ia lalu meraih pendanaan doktoral untuk studi di IMT Atlantique dan Flinders University. Risetnya juga membawa penghargaan Best Presentation di forum AUFRANDE dan Mahar Schützenberger Prize.
Syifa membawa delapan draf esai ke mentoring Lister. Dalam 12 pertemuan, ia mendapat masukan untuk memperjelas struktur dan isi tulisannya, lalu meraih beasiswa Anne van den Ban untuk studi di Wageningen. Kini ia sudah lulus master dan bekerja sebagai Communications Assistant di Wetlands International Europe.
LoA dan LPDP untuk studi pemasaran di University of Melbourne
Zahra meninggalkan pekerjaannya demi S2 dan mendalami pemasaran. Setelah setahun berjuang, ia meraih LoA dan menjadi awardee LPDP untuk Master of Marketing Communications di University of Melbourne. Persiapan bahasanya mencakup 20 pertemuan IELTS dan Academic English di Lister, lengkap dengan latihan dan masukan tutor.
Dari persiapan master ke UNSW, lanjut program oseanografi di Kanada
Julianto menyiapkan seleksi studi bersama Tutor Intan lewat Master Preparation Lister. Latihan, pembahasan esai, dan masukan mentor mengantarnya ke Master of Marine Science & Management di UNSW. Setelah lulus, ia juga mengikuti program oseanografi NF-POGO selama 10 bulan di Kanada.
Faza sempat cemas karena belum punya gambaran soal kuliah di luar negeri. Lewat University Preparation bersama Tutor Zhafira, ia berlatih menulis esai berbahasa Inggris dan menyampaikan pendapat. Bekal itu membuatnya lebih percaya diri. Kini ia menempuh Applied Health Sciences dengan fokus Nutrition di Taylor’s University.
University Preparation
Tujuan awal: Australia · Studi: Taylor’s University
Emma awalnya ragu menghadapi IELTS. Kelas privat bersama Tutor Clara membuatnya belajar dengan nyaman sampai meraih skor 7.0, melebihi targetnya. Ia lalu lulus Master of Strategic Communication di The University of Western Australia, dan di Perth turut membantu pelajar Jepang berlatih bahasa Inggris.
IELTS di atas syarat kampus, jalan S2 ke Beijing terbuka
Di tengah jadwal kerja yang padat, Mirza memilih IELTS privat bersama Tutor Ratih. Jadwal fleksibel dan penjelasan yang mudah dipahami membantunya meraih skor di atas syarat kampus dan mendapat LoA. Ia lalu melanjutkan master di Beijing Foreign Studies University dan sempat magang di Hangzhou.
IELTS 7.0 dalam delapan pertemuan, lanjut master di Wina
Setelah lama tak kuliah, Anindia sempat khawatir soal kesiapan akademiknya sambil mengurus bisnis. Persiapan bersama Tutor Rozi membuat belajarnya lebih terarah dan tenang. Dalam delapan pertemuan ia mencapai target IELTS 7.0, dan kini menjadi mahasiswa master di University of Vienna, Austria.
Dari latihan wawancara LPDP sampai lulus hukum di Melbourne
Eksa menyiapkan S2 sambil bekerja penuh waktu. Dalam mentoring bersama Kak Ibnu, ia menjalani simulasi wawancara dan mendapat evaluasi atas jawaban serta gesturnya. Dengan dukungan LPDP, ia menyelesaikan Master of Laws di University of Melbourne. Kini ia berkarier sebagai Legal Counsel dan ikut berbagi pengalaman sebagai mentor.
Karena bekerja penuh waktu, Vitae memusatkan persiapan LPDP di akhir pekan. Setelah belajar mandiri, ia ikut simulasi wawancara di Lister. Masukan Tutor Hengki membuatnya lebih percaya diri menghadapi seleksi. Ia lolos wawancara LPDP dan diterima S2 di University of Auckland, dengan fokus Public Policy.
Speaking 6.5 dan IELTS overall 7.0 untuk S3 di UCL
Andika sudah beberapa kali tes IELTS, tapi masih tersandung di satu band. Ia lalu memusatkan latihan Speaking bersama Tutor Mutia Ferhanah di Lister. Hasilnya Speaking 6.5 dan overall 7.0, bekal untuk S3 Teknik Sipil di UCL.
Vincent sempat bingung belajar IELTS sendiri di sela pekerjaan. Bersama Tutor Baiq Tartil, ia menyusun fokus latihan sesuai kebutuhan sampai meraih IELTS 7.0. Ia lalu kuliah di University of Twente, Belanda, dengan University of Twente Scholarship dan Holland Scholarship, dan kini sudah menyelesaikan S2-nya.
Dari pre-test 5.5 ke IELTS 7.5, lulus Glasgow dengan Distinction
Tasya awalnya merasa bahasa Inggrisnya belum cukup untuk melangkah jauh. Dari pre-test IELTS 5.5, latihan bersama Tutor Mita mengantarnya ke IELTS 7.5. Dengan jadwal belajar yang konsisten, ia lalu menerima beasiswa penuh LPDP dan lulus MSc International Strategic Marketing di University of Glasgow dengan Distinction.
Australia Awards membawanya ke UNSW, lulus dengan Excellence
Alixia ingin mendalami UX Design lewat S2. Mentoring bersama Tutor Diana membantunya memahami jalur beasiswa dan menyiapkan esai. Dengan Australia Awards, ia kuliah di UNSW hingga meraih Master of Design dengan Excellence dan masuk Dean’s List. Proyek akhirnya mengangkat isu seniman Tuli dan disabilitas.
IELTS naik dari 6.0 ke 7.0, raih LPDP untuk RWTH Aachen
Aloysius membagi waktu antara bekerja dan kelas malam lewat program kerja sama PUPR. Bersama tutor Lister, ia menyiapkan IELTS, esai, dan wawancara. Skornya naik dari 6.0 ke 7.0 dan ia berhasil meraih LPDP. Kini ia menempuh MSc Engineering Geohazards di RWTH Aachen University, Jerman.
Sambil bekerja di firma hukum, Anastasia menyiapkan S2 lewat kelas privat TOEFL iBT bersama Tutor Belinda dan meraih skor di atas syarat kampus. Ia lalu belajar di Singapura dan Shanghai, dan menyelesaikan LL.M. in International Business Law di NUS.
Bahasa Prancis untuk hidup di Paris dan menuntaskan MBA
Nadia belajar bahasa Prancis dari nol hanya 1,5 bulan sebelum berangkat. Bersama Tutor Dwi, ia berlatih percakapan dan situasi sehari-hari, jadi bisa berinteraksi di Paris, dari berbelanja sampai bertanya arah. Di sana ia juga menyelesaikan MBA di HEC Paris.
Kausalya mengganti rencana IELTS setelah memastikan kampus pilihannya menerima Duolingo. Bersama Lister ia menyiapkan tes dan meraih skor 125. Kini ia belajar pengembangan aplikasi web dan mobile serta desain di Langara College, Vancouver, dan berkolaborasi dengan tim dalam proyek Delista.
Meraih LPDP ke University of Sydney, lalu jadi peer mentor
Nadhifa mencari mentor yang paham LPDP dan studi Master of Commerce di Australia. Pendampingan yang cocok di Lister menjadi bagian persiapannya sampai ia meraih beasiswa dan melanjutkan Accounting di University of Sydney. Di kampus, ia juga membantu 15 mahasiswa baru S2 beradaptasi sebagai peer mentor.
Belajar sendiri terasa berat bagi Alexa, jadi ia mencari bimbingan IELTS. Tutor Lister membantunya memahami soal, memakai waktu lebih baik, dan merapikan susunan kalimat. Alexa kemudian menempuh magister di Université Côte d’Azur, lalu memimpin program konservasi laut di Bintan Timur.
TOEFL iBT 102, melampaui target untuk studi lanjut
Kuliah di Hong Kong ternyata belum membuat Yoshua terbiasa dengan TOEFL. Dalam delapan sesi bersama Tutor Risang, ia mempelajari strategi soal dan mengikuti simulasi yang menambah kepercayaan dirinya. Skor akhirnya 102, di atas target 100, sebelum ia melanjutkan studi ke University of Manchester.
Untuk menyiapkan studi lanjut, Aldya mengikuti TOEFL iBT bersama Ms. Wanda di Lister. Dukungan tutor dan materi yang menarik jadi bagian yang paling ia kenang. Dengan beasiswa LPDP, ia melanjutkan Master of Communication, fokus Strategic Communication, di National University of Singapore.
Menyiapkan LPDP di sela karier, lanjut MBA di UCLA
Fina menyiapkan seleksi LPDP sambil membangun kariernya sebagai entrepreneur. Dengan waktu yang terbatas, diskusi latihan soal dan pendampingan fleksibel dari Tutor Lestari sangat membantu. Perjalanan akademiknya lalu berlanjut ke program MBA di UCLA, Amerika Serikat.
Nitia menyiapkan GMAT lewat kursus di Lister dan mendapat hasil yang melebihi harapannya. Ia lalu menempuh studi di Singapura dan menuntaskan MBA bidang Sustainability & Innovation di Nanyang Technological University.
Target IELTS 6.0 terlewati, hasilnya 6.5 untuk rencana exchange
Nanda belum pernah ikut IELTS dan kesulitan di esai serta kelancaran berbicara. Kelas privat bersama Tutor Indi membantunya belajar bertahap dan memahami koreksi. Ia mendapat 6.5 dari target 6.0, sebagai bekal pertukaran pelajar ke Hanyang University, Korea Selatan.
Alver ingin memperluas pengetahuan medisnya lewat pertukaran pelajar. Bersama Tutor Durrah, ia mendapat penjelasan materi dan strategi tes untuk IELTS. Hasilnya 7.5, ia lolos exchange dan belajar Half Minor Clinical Immunology di Leiden University.
IELTS 7.0 dan dua tawaran kampus Eropa, Brigitta memilih Milan
Untuk memperluas peluang kariernya, Brigitta menyiapkan S2 dan IELTS bersama Tutor Ratih. Setelah meraih skor 7.0 dan diterima di dua kampus, ia memilih Politecnico di Milano dan menempuh MSc Management of Built Environment dengan beasiswa Invest Your Talent in Italy.
Steven sudah punya tujuan MSc in Venture Creation di NUS sebelum mengikuti 20 sesi IELTS bersama Tutor Ratih. Hasil tesnya melebihi harapan dan ia diterima. Ia juga mendapat dukungan beasiswa Tarumanagara Foundation dan diumumkan sebagai valedictorian pertama program itu lewat akun resmi NUS MSVC.
Bekal IELTS tetap berguna saat rencana kuliah berubah
Kisah Nadira menunjukkan bahwa diterima di kampus impian tidak selalu berarti semua rencana langsung berjalan. Meski jalurnya berubah, latihan IELTS tetap membantunya belajar dalam bahasa Inggris. Kini ia mempelajari Computer Science dengan fokus AI di Western Sydney University Indonesia.
Mentoring wawancara LPDP menuju master di Melbourne
Lilik mulai mencari pendampingan setelah formulir LPDP-nya terkirim. Di Lister, ia berlatih wawancara bersama Tutor Intan sampai dinyatakan lolos. Dengan dukungan LPDP, ia menuntaskan Master of Environment di University of Melbourne.
Belum pernah belajar IELTS sebelumnya, Syada mengikuti 11 pertemuan bersama Miss Ratih di Lister di sela kesibukan kuliah. Strategi dan feedback tutor, disertai latihan mandiri, membantu belajarnya lebih terarah. Pada tes pertamanya, ia meraih IELTS overall 7.5.
Dari tantangan Reading ke IELTS 7.0 dan studi di Finlandia
Cherry sudah memahami format IELTS, tetapi Reading masih menjadi bagian yang paling menantang. Lewat tujuh pertemuan bimbingan, ia memusatkan latihan pada bagian yang perlu diperbaiki dan mempelajari strategi tiap section. Cherry meraih IELTS 7.0 dan kini sedang studi di Finlandia.
SAT 1330, lalu diterima di University of Queensland
Anindya mengikuti 10 pertemuan SAT bersama Tutor Felicia Shan untuk menyiapkan studi di Australia. Penjelasan materi, latihan soal, dan strategi pengerjaan membantu kepercayaan dirinya menghadapi tes. Ia meraih SAT 1330 dan diterima di University of Queensland, kampus yang ditujunya.