Bahasa Inggris Anak

English For Small Kids

Bahasa Inggris Anak 3-6 Tahun
English for Young Learners!

Jadikan Putra/i Anda Cemerlang Sejak Dini!

Memberikan pendidikan terbaik adalah kewajiban setiap orang tua. Mengenalkan bahasa Inggris kepada anak sejak usia dini akan berdampak besar bagi perkembangan belajar si kecil selanjutnya. Terlatih dengan bahasa Inggris, mereka tidak akan lagi kebingungan ketika mereka masuk sekolah internasional maupun bertemu dengan teman-teman sebayanya yang telah bisa berbahasa Inggris, minimal percakapan /ungkapan sederhana.

Fasilitasi putra/i Anda dengan pendidikan bahasa Inggris terbaik dari ahlinya!

Lister Promo Kid Small 13 01

Deskripsi Program

English for Small Kids adalah program bahasa Inggris untuk anak berusia 3 hingga 6 tahun. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan anak-anak pada kosakata bahasa Inggris lisan dan tulisan dasar sehari-hari menggunakan pelajaran visual yang menarik. Program ini adalah cara terbaik bagi anak untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan bahasa Inggris. Materi pembelajaran terdiri dari topik umum yang menarik bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, seperti memahami dan menggunakan beberapa kata pendek, mendengarkan cerita sederhana dan lagu. Pelajaran disampaikan dengan cara yang menyenangkan melalui kegiatan kreatif, permainan pengembangan keterampilan dan latihan menarik lainnya.

Karakteristik Siswa

Program ini cocok untuk anak berusia 3 hingga 6 tahun, pre-school, TK hingga SD awal, yang baru mulai belajar bahasa Inggris dan benar-benar pemula atau belum memiliki pengetahuan bahasa Inggris dasar.

Cakupan Materi Pelajaran

Lihat E-Catalogue & Harga

Semua Program Lister

Kursus Makin Ringan
Dengan Cicilan
Pembayaran!

Bunga 0%

Tersedia Pilihan Kelas

Private
Interaksi One on One memungkinkan Anda untuk lebih fokus belajar. Cocok untuk Anda yang memiliki kesibukan padat.
Semi Private Berdua
Ajak 1 teman, sahabat dekat atau saudara Anda untuk Belajar Bersama! Lebih hemat karena biaya kursus bisa dibagi berdua.
Semi Private (3-5)
Anda bisa ajak 1-4 teman untuk belajar bareng. Lebih hemat dari kelas private dan lebih fokus dari kelas group.

Tersedia juga Pilihan Paket mulai dari 4 hingga 80 pertemuan

Keuntungan Memberikan Pelajaran Bahasa Inggris Sejak Dini

Lister berkomitmen untuk memberikan kualitas pembelajaran dan pengalaman belajar terbaik untuk putra/i Anda!

Melatih Kemampuan Kognitif Anak

Usia 3-6 tahun merupakan usia eksplorasi anak. Dalam fase ini, mereka masih berada dalam tahap mengenali benda-benda di sekitar mereka termasuk bentuk, warna, dan fungsinya. Pembelajaran bahasa Inggris juga akan disesuaikan dengan tahap perkembangan ini dengan metode belajar dalam bermain, pendidikan moral, dan kegiatan sosialisasi yang berpusat pada diri mereka.

Materi Bahasa Inggris Basic sesuai Usia

Materi bahasa Inggris basic yang akan diajarkan tentunya masih sangat dasar seperti alfabet, angka, bagian-bagian tubuh, hingga sapaan sederhana. Tentunya, alokasi waktu yang diberikan selama 60 menit tersebut juga tidak akan digunakan seluruhnya untuk belajar. Tentunya demi memberikan kenyamanan belajar kepada para siswa.

Mendapatkan Laporan Perkembangan Belajar dari Tutor

Anda akan mendapatkan laporan perkembangan belajar dari Tutor kami atas putra/i Anda. Hal ini akan berguna untuk memberikan pendampingan yang maksimal bagi putra/i Anda sehingga pembelajaran bisa saling didukung antara tutor dengan orang tua.

Temukan Kemudahan Belajar Bahasa Inggris untuk Putra/i Anda bersama Tutor Lister!

Informasi Seputar English for Small Kids

Usia anak mempengaruhi minat belajar mereka. Anak-anak usia 3-6 tahun ini sebenarnya belum memiliki kewajiban untuk mengenyam pendidikan formal. Orang tualah yang sebaiknya berperan dalam pendidikan mereka. Namun, terkadang terdapat beberapa alasan sehingga orang tua perlu memberikan Kursus Bahasa Inggris anak karena orang tua mungkin belum memiliki pengalaman mengajarkan second language kepada anak-anak mereka. Tutor bahasa Inggris khusus anak usia dini ini tentu memiliki trik dan strategi tertentu dalam proses mengajarnya.

Berbeda dengan siswa dewasa, anak usia dini memerlukan media belajar yang lebih beragam, mulai dari flash card, lagu, video kartun, dan lain sebagainya. Karena pembelajaran English for Small Kids ini dilaksanakan secara online, maka pengajar harus benar-benar memperhatikan efektivitas setiap media yang digunakan.  Gestur, suara, dan mimik wajah juga berperan penting bagi keikutsertaan siswa dalam proses belajar.

Client Kami

Rekomendasi Program Lainnya

kid laptop

ENGLISH FOR KIDS (7-12 TAHUN)

Basic A1

Kursus Bahasa Inggris Anak – Belajar Bahasa Inggris untuk Siswa Sekolah Dasar

89120 User Rating 4.97
4.97/5
English for teens academic

ENGLISH FOR PRE-TEENS (SMP)

Basic A2

Kursus English for Teens (SMP) – Mempersiapkan Siswa untuk Sekolah Internasional

89120 User Rating 4.97
4.97/5
senior teens

ENGLISH FOR TEENS (SMA)

Basic A2

Kursus English for Teens (SMA) – Pendalaman Materi Sekolah maupun Persiapan Masuk Universitas

89120 User Rating 4.97
4.97/5
Vocabulary Building

KURSUS VOCABULARY BUILDING

Basic A2

Kursus Vocabulary Building – Kiat dan Cara Mudah Memperbanyak Kosakata Bahasa Inggris

89120 User Rating 4.97
4.97/5

Manfaat Belajar Bahasa Inggris untuk Anak Usia Dini

Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa Inggris memang sudah menjadi bahasa internasional sehingga dalam keseharian mayoritas warga negara di dunia telah menggunakan bahasa Inggris. Hal tersebut terjadi karena dalam segala bidang telah menggunakan bahasa Inggris. Tidak hanya itu, bahasa Inggris juga digunakan untuk mentransfer dan menghubungkan berbagai ilmu ke seluruh dunia. Maka dari itu timbul lah asumsi di kalangan masyarakat bahwa menguasai bahasa Inggris memang sangat penting untuk hidup di era modern seperti sekarang ini agar pergaulan di dunia internasional bisa terwujud.

Fakta menunjukan bahwa penguasaan bahasa Inggris pada era modern seperti sekarang ini memang telah menjadi suatu keterampilan yang sangat penting sehingga setiap individu harus memilikinya. Dan bahkan isu globalisasi juga menuntut SDA (sumber daya manusia) yang lebih berkualitas dan mampu menguasai beberapa bahasa asing, terutama bahasa Inggris.

Pengajaran bahasa Inggris ini juga sebaiknya dimulai sejak dini, setidaknya dengan penggunaan berbagai kosa kata yang sangat sederhana terlebih dahulu. Dalam aspek bahasa periode paling sensitif pada anak yaitu di usia dua hingga tujuh tahun. Jadi berbagai macam aspek berbahasa sebaiknya diperkenalkan ke anak-anak sebelum masa sensitifnya tersebut habis atau terlewat.

Mengingat bahwa bahasa Inggris ini merupakan salah satu bahasa asing yang paling penting di Indonesia, maka proses pembelajarannya pun haruslah dilakukan secara bertahap. Proses belajar si anak dan pemilihan materi untuk anak haruslah mampu meningkatkan aspek berbahasa si anak. Selain itu untuk mendukung proses pembelajaran, suasana kelas juga harus lebih nyaman.

Sebaiknya proses pembelajaran yang digunakan harus sesuai dengan tujuan dari pengenalan bahasa pada umumnya. Apa sih tujuannya? Ternyata tujuannya yaitu agar anak-anak dapat memahami penyebutan yang sesuai dari berbagai kosa kata dalam berbahasa Inggris, serta anak-anak juga mampu melakukan komunikasi dengan dengan lingkungan sekitar dan mampu menuangkan ide. Untuk pembelajaran bahasa Inggris sendiri terdapat beberapa metode yang bisa Anda lakukan, antara lain yaitu:

  1. Story Telling (Bercerita): Bercerita atau mendongeng merupakan suatu cara penyampaian berbegai cerita ke penyimak. Cerita bisa dilakukan dengan penggunaan foto, gambar, kata-kata ataupun suara.

  2. Role Play (Bermain Peran): Merupakan sebuah permainan yang para pemainnya memerankan suatu karakter dengan latar fiksi. Para pemain juga perlu bertanggungjawab dalam memerankan perannya pada sebuah narasi dengan cara mengambil sebuah keputusan, akting ataupun juga dengan pengembangan karakter.

  3. Art and Craft (Seni dan Kerajinan Tangan): Metode ini menggunakan seni dan kerajinan tangan untuk pembelajaran bahasa Inggris.

  4. Game (Permainan): Sejak dulu memang ada banyak sekali permainan yang dapat kita temui, bahkan di Indonesia sendiri setiap daerah memiliki permainannya sendiri yang sangat disukai anak-anak. Di beberapa PAUD (pendidikan anak usia dini) atau TK (taman kanak-kanak) sering menggunakan metode ini untuk mengajarkan bahasa inggris kepada murid-murid.

  5. Show and Tell: Di TK juga sangat sering menggunakan metode show and tell. Dengan metode ini murid akan mendeskripsikan sesuatu kepada guru atau teman-temannya.

  6. Music and Move: Metode yang terakhir ini memang dianggap yang paling menyenangkan untuk murid, karena disini anak-anak dapat bergerak dan bebas berekspresi.

    Bagaimana Cara Mengajar Bahasa Inggris Kepada Generasi Milenial?

    Saat pandemi covid19 seperti ini mayoritas orang tua di Indonesia dituntut untuk mengajar anak anaknya dirumah sebab sekolah ditutup untuk sementara waktu. Selain terbentur oleh masalah teknis seperti kuota dan sinyal internet, efektivitas sekolah jarak jauh ini juga terbentur oleh kurangnya pengetahuan orang tua terhadap gaya belajar anak anak mereka. Terlebih bisa jadi orang tua anak masa kini adalah generasi yang terlahir sebagai generasi Z, Y atau bahkan baby boomers. Sehingga orang tua tersebut membutuhkan tenaga dan pikiran ekstra untuk mengetahui cara belajar yang paling efektif untuk anak anaknya. Mengingat jarak antar generasi yang cukup jauh.Artikel ini sedikit banyak akan membahas mengenai alternatif pembelajaran bahasa Inggris bagi anak yang terlahir sebagai generasi milenial. Namun sebelum kita beranjak menuju metode metode alternatif tersebut, kita perlu mengetahui jenis jenis generasi berdasarkan tahun kelahiran generasi tersebut.

    Jenis jenis generasi

    Teori mengenai jenis jenis generasi ini dipopulerkan oleh William Strauss dan Neil Howe dalam buku mereka yang berjudul Generations(1991). Strauss dan Howe yang mengelaborasi perubahan dari generasi ke generasi melalui sejarah panjang Amerika Serikat mendefinisikan jenis jenis generasi yang lahir setelah perang dunia ke 2 sebagai berikut:

    1.      Baby Boomers

    Menurut Merriam Webster Dictionary[1]istilah baby boomers digunakan untuk mendefinisikan orang orang yang terlahir saat terjadi peningkatan jumlah kelahiran besar besaran. Dengan berdasarkan sejarah Amerika Serikat, baby boomers didefinisikan sebagai orang orang yang lahir pasca perang dunia kedua. Strauss dan Howe sebagaimana tertulis pada laman wikipedia mengatakan bahwa tahun kelahiran orang orang ini berawal dari tahun 1943 sampai 1960 sedangkan Merriam Webster Dictionary menulis interval tahun kelahiran baby boomers dimulai tahun 1946 dan diakhiri tahun 1964. Umumnya orang orang dari generasi baby boomers adalah orang yang menjadi orangtua dari generasi X dan generasi Y atau milenial.

     

    2.      Generasi X

    Tidak terdapat definisi yang pasti mengenai tahun awal mula generasi X dan tahun akhir dari generasi ini. Namun para peneliti sepakat bahwa generasi X bermula pada kisaran tahun 1960an hingga tahun 1970 an. Strauss dan Howe mengartikan generasi X adalah orang orang yang terlahir pada tahun 1961 hingga 1981. Generasi X seringkali merupakan orang tua generasi Y atau milenial bahkan generasi Z.

    3.      Milenial atau Generasi Y

    Strauss dan Howe mengatakan bahwa anggota generasi milenial adalah orang orang yang terlahir pada tahun 1982 hingga tahun 2004. Namun definisi yang tertera pada Merriam

    Webster Dictionary, mendefinisikan bahwa milenial adalah orang orang yang terlahir pada dekade 80an hingga pertengahan dekade 90an. Hal ini berarti hingga tahun 2020, Orang orang yang masuk kedalam klasifikasi generasi jenis ini sedang berada diusia 25 hingga 40 tahun. Sehingga tidak mengeherankan bahwasanya generasi milenial mendapatkan perhatian khusus. Sebab pada umumnya puncak produktivitas manusia terdapat pada usia tersebut. Selain itu generasi milenial awal juga merupakan orang tua dari generasi selanjutnya yaitu generasi Z. Untuk mengembangkan masa depan masyarakat yang lebih baik, dibutuhkan generasi milenial yang handal.

    4.      Generasi Z

    Definisi yang tertulis pada Merriam Webster Dictionary [2]mengatakan bahwa anggota generasi Z adalah orang orang yang lahir pada pertengahan dekade 90an hingga awal dekade 2010 (2011 dan seterusnya). Berbeda dengan definisi tersebut, Strauss dan Howe mendefinisikan generasi Z sebagai pemuda dan anak anak yang lahir pada tahun 2005 hingga sekarang. Meskipun terdapat perbedaan mengenai rentang tahun, umumnya generasi Z dicirikan sebagai orang orang yang memiliki interaksi dengan teknologi seperti handphone dan komputer yang tinggi.

    Karakteristik Cara Belajar Generasi Milenial dan Generasi Z

    Walaupun terdapat perbedaan cara pandang mengenai interval tahun lahir generasi milenial dan generasi Z, Kedua generasi tersebut sama sama generasi yang melek teknologi. Dengan penguasaan teknologi tersebut gaya belajar pemuda pemuda yang lahir pada generasi ini sangat berbeda dengan gaya belajar generasi generasi sebelumnya.Sumber yang tertulis pada  ebc-online-tefl.com[3] mengatakan bahwa pemuda pemuda yang lahir pada kedua generasi ini cenderung memiliki gaya belajar berikut ini:

    1. Suka bereksperimen dan belajar. Hal ini berarti mereka cenderung lebih suka belajar sambil praktik dan kalaupun tidak ada praktik dalam kelas, mereka akan menggunakan internet untuk mencari materi pembelajaran tambahan.

    2. Lebih suka pembelajaran secara visual (menggunakan PPT dan sejenisnya) daripada hanya diceramahi

    3. Cenderung bisa multi tasking dengan baik. Jadi jangan heran ketika anda mengajar bahasa Inggris murid murid anda mendengarkan anda sembari membuka gadget mereka.

    4. Tidak suka gaya pembelajaran yang kaku. Para anggota generasi milenial dan generasi Z tersebut lebih suka belajar sambil bermain (edutaiment) dan belajar dengan cara yang menyenangkan. Belajar bahasa Inggris untuk Milenial

    Sebuah studi yang dilakukan oleh Felder dan Henriques pada tahun 1995 sebagaimana yang telah dinukil oleh Djiwandono (2017) menekankan bahwa guru perlu menyesuaikan cara mengajarnya dengan gaya belajar anak didiknya agar pelajaran dapat diserap dan dipahami secara efektif. Ini juga termasuk untuk pembelajaran bahasa Inggris untuk milenial. Guru dan Orang Tua selaku pendidik mau tidak mau harus menyesuaikan metode pengajaran mereka dengan gaya belajar anak anak didik mereka. Guru dan Orang Tua harus mampu menggunakan teknologi sebagai instrumen pembelajaran mengingat yang mereka ajar adalah anak anak generasi milenial dan generasi Z.Mengajar dan belajar bahasa Inggris tentu menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Sebab bahasa Inggris tidak hanya menjadi bahasa kedua bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Melainkan bahasa tersebut menjadi bahasa ketiga setelah bahasa daerah dan bahasa Indonesia. Jika anda adalah Guru bahasa Inggris atau Orang Tua yang sedang mengajari anaknya berbahasa Inggris anda harus mampu menggunakan teknologi sebagai instrumen pembelajaran. Untuk itu dapat melakukan hal hal berikut ini:

    1. Mengunduh materi yang disediakan oleh lembaga lembaga resmi seperti British Council dan BBC Learning English. Kedua lembaga ini menyediakan materi belajar bahasa Inggris secara gratis untuksemua usia.

    2. Memutar lagu lagu berbahasa Inggris. Lagu lagu ini bisa anda sesuaikan dengan usia anak didik anda.

    3. Menayangkan video berbahasa Inggris. Apabila anak didik anda adalah balita atau TK, anda dapat menayangkan video video dokumenter alam liar dari BBC Earth atau National Geographic.

    4. Menayangkan film atau serial berbahasa Inggris untuk kemudian anda diskusikan dengan anak didik anda. Jika anak anda adalah siswa sekolah dasar atau TK, anda bisa menayangkan kartun dan animasi Disney. Namun jika anak anda sudah beranjak dewasa anda bisa menayangkan serial serial yang terdapat pada aplikasi Netflix dengan menggunakan audio dan subtitle bahasa Inggris.

    5. Memberikan reward kepada mereka jika mereka telah mencapai suatu target yang anda tetapkan. Milenial dan Gen Z seringkali juga dikategorikan sebagai orang yang suka terhadap kepuasan singkat. Oleh karena itu anda dapat memotivasi mereka untuk belajar dengan memberikan reward.

    Kegiatan belajar dan mengajar bahasa Inggris di Indonesia menghadapi dua tantangan yaitu menemukan cara mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa ketiga yang efektif serta mengajar bahasa Inggris kepada generasi milenial dan generasi Z yang melek teknologi dan akan menggunakan bahasa Inggris dalam waktu yang lama kedepannya. Hal hal diatas adalah tips yang sekiranya bisa anda coba untuk anak didik anda.

    Belajar Mengajar Bahasa Inggris Untuk Milenial

    Guru pada masa kini tidak hanya dituntut untuk berceramah dan memberikan soal saat mendidik siswa siswanya. Melainkan juga dituntut untuk kreatif. Terutama pada masa pandemi covid19 dimana sekolah terpaksa ditutup sementara dan interaksi belajar mengajar hanya terjadi secara daring. Meskipun interaksi hanya melalui layar telepon genggam, murid tetap dituntut untuk memahami pelajaran. Pemahaman tersebut tidak hanya pelajaran pemahaman tentang bahasa Inggris melainkan juga pelajaran yang lain.Hanya saja, dibanding mata pelajaran lain seperti matematika, IPA atau IPS, mmata pelajaran bahasa Inggris adalah mata pelajaran yang cukup susah ditemukan relevansinya dalam kehidupan sehari hari. Oleh karena itu diperlukan pendekatan pendekatan khusus oleh guru agar siswa tetap semangat belajar bahasa Inggris dan memahami pelajaran tersebut. Berikut ini penulis sarikan beberapa tips cara mengajar bahasa Inggris untuk generasi milenial (generasi yang lahir pada dekade 1980 an hingga 2004) dan generasi Z (generasi yang lahir pada tahun 2005 hingga sekarang).

    1.     Gunakan teknologi sebagai instrumen pembelajaran bahasa Inggris

    Generasi milenial dan generasi Z adalah dua generasi yang jauh melek teknologi informasi  dan komunikasi dibandingkan generasi generasi sebelumnya.  Disamping anda harus membatasi penggunaan teknologi tersebut -bermain handphone saat didalam kelas misalnya- anda juga dapat menggunakan teknologi sebagai instrumen pembelajaran. Contoh anda bisa membuat games memakai kahoot.com apabila siswa kelas anda adalah siswa SMP yang notabene sudah memiliki handphone. Namun jika anda mengajar siswa kelas dua SD anda bisa menayangkan tayangan dokumenter tentang alam liar sementara siswa anda masing masing memegang kertas berisi gambar hewan yang telah diberi nama dalam bahasa Inggris.

    2.     Buatlah belajar bahasa Inggris menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari hari

    Professor Christy Price, EdD sebagaimana dinukil oleh Amy Novotney dalam publikasi American Psycology Association[1](2010) mengatakan bahwasanya generasi milenial cenderung memberikan hasil yang lebih baik terhadap suatu pelajaran jika pelajaran tersebut dekat dan relevan dengan kehidupan sehari hari. Ini adalah salah satu tantangan terbesar dalam pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia. Sebab bahasa Inggris bukanlah bahasa kedua apalagi bahasa pertama. Di negara ini bahasa Inggris cenderung menjadi bahasa ketiga bahkan keempat setelah bahasa Arab.Untuk membuat bahasa Inggris lebih dekat dengan kehidupan sehari hari anda bisa fokus terlebih dahulu pada penambahan vocabulary terutama jika anda mengajar sekolah dasar. Pastikan bahwa vocabulary  yang dipelajari adalah arti dari obyek yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari hari  seperti boneka, bunga dan alat tulis. Ada baiknya juga anda melakukan pembelajaran bahasa Inggris diluar kelas agar siswa lebih bebas bereksplorasi.

    3.     Teruslah bereksperimen dengan metode pengajaran yang anda gunakan

    Salah satu ciri generasi milenial yang mudah diamati adalah pemuda pemudi yang lahir dalam masa generasi ini adalah orang orang yang mudah bosan. Oleh karena itu sebagai seorang pendidik anda dan orang tua murid dituntut untuk terus mencoba cara cara pengajaran baru yang lebih inovatif.Dalam hal pengajaran bahasa Inggris untuk anak anak, anda bisa mengajak anak didik anda untuk menjelajah lingkungan sekitar dan mencari arti nama hal hal disekitar anda dalam bahasa Inggris. Contohnya anda bisa mengajak anak didik anda pergi ketaman belakang sekolah dan mencari nama nama hewan yang mudah ditemukan dihalaman belakang dalam bahasa Inggris.

    4.     Saat belajar bahasa Inggris pastikan anda telah menggunakan pendekatan personal dengan anak didik anda

    Pendekatan personal ini seperti membagikan kisah pribadi anda kepada anak didik anda dan menjadikan diri anda sebagai teman belajar bagi mereka. Masih menurut Price (2009), generasi milenial cenderung lebih menyukai lingkungan belajar yang lebih santai. Termasuk dari lingkungan santai ini adalah dengan berinteraksi secara bebas dengan guru mereka. Meskipun demikian anda harus membatasi interaksi personal tersebut agar tidak terlalu dalam.Selain dengan membagikan cerita anda dalam bahasa Inggris kepada anak didik anda, anda juga bisa mendorong mereka untuk membalas cerita anda dengan cerita mereka masing masing. Cerita cerita tersebut kemudian ditulis dengan bahasa Inggris dan tidak anda nilai melainkan anda dengarkan satu persatu melalui interaksi yang lebih pribadi.

    5.     Bagi murid murid di kelas belajar bahasa Inggris anda kedalam beberapa grup

    Dorong mereka untuk aktif berdiskusi dan aktif mendengarkan satu sama lain meskipun dengan broken English dengan membentuk grup grup diskusi. Anda dapat mengatur grup grup diskusi tersebut berdasarkan hobby atau ketertarikan mereka. Selain meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka, dengan membentuk kelompok kelompok kecil seperti ini anda juga membantu mereka untuk meningkatkan soft skill yang mereka miliki. soft skill tersebut antara lain ketrampilan untuk menjadi pendengar yang aktif dan ketrampilan untuk menjadi seorang pembelajar yang aktif serta Speaking skill yang mereka miliki.Dorong mereka untuk membahas isu isu terkini menggunakan bahasa Inggris meskipun menurut anda kemampuan bahasa Inggris mereka buruk. Anda dapat berkeliling dari satu grup ke grup yang lain untuk mencari siapa anggota grup yang paling aktif dan paling pasif dan membantu mereka jika murid murid anda tersebut menemukan kesusahan.

    6.     Terakhir beri mereka apresiasi atas pencapaian mereka dalam belajar bahasa Inggris

    Generasi milenial dicirikan dengan ketertarikan mereka terhadap pencapaian dan rencana jangka pendek. Anda dapat memanfaatkan karakteristik ini dengan memotivasi mereka melalui hadiah hadiah yang akan anda berikan jika mereka telah mencapai suatu target yang telah anda tetapkan.Dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris contohnya, anda dapat memberi mereka hadiah berupa uang Rp. 30.000 jika mereka bisa menghafal tiga ratus kata dalam satu minggu. Atau anda bisa juga memberi mereka hadiah berupa traktiran makan siang apabila mereka mampu menyebut lebih dari dua puluh nama benda di lingkungan sekolah.Sebagai seorang guru bahasa Inggris untuk generasi milenial, anda memang dituntut untuk memberikan pengorbanan ekstra. Tidak hanya kesabaran, anda juga diminta untuk memutar otak dan terus berinovasi supaya target anda yaitu menciptakan generasi muda yang cerdas dan memiliki masa depan cerah bisa tercapai. Namun disisi lain, hal ini akan terus membuat anda produktif dan menambah pengetahuan baru bagi diri anda sendiri. Selamat Mencoba!