Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

English for Interpreter – Cara Memaknai Dalam Bahasa Inggris

English for Interpreter

lister.co.id – Yap, selamat datang pada artikel Specific Purposes, para pembelajar Bahasa Inggris! Tak terasa artikel kali ini merupakan artikel terakhir dari bahasan mengenai Bahasa Inggris guna tujuan khusus atau English for specific purposes (ESP). Di artikel kali ini akan dibahas mengenai sebuah kajian linguistik yang mungkin belum terlalu banyak orang memahami tentang konsep yang dimilikinya. Bahasan kali ini juga akan memperkaya keragaman dari koleksi artikel ESP sebelumnya.

Beberapa hari yang lalu, telah dibahas beberapa topik berbeda, yang mana diantaranya yaitu (1) Bahasa Inggris manajemen dan bisnis, mencakup interview preparation, customer service, English for hospitality, English for secretary, dan English for Banking (2) Bahasa Inggris untuk tujuan akademis, yaitu scholarship mentorship; (3) Bahasa Inggris untuk kesehatan, English for nurses; (4) Bahasa Inggris untuk penerbangan, Aviation English; (5) Bahasa Inggris pada bidang hukum atau English for Legal; serta, (6) Bahasa Inggris untuk teknologi – English for Software Engineer. Dan sebagai penutup rangkaian bahasan diatas, kali ini akan dibahas mengenai Bahasa Inggris pada bidang linguistik – English for Interpreter dengan judul: Cara Memaknai Dalam Bahasa Inggris.

Bahasa Inggris dalam ranah linguistik yang satu ini memang cukup kompleks untuk dibahas. Dapat dikatakan bahwa tema kali memberikan sebuah sudut pandang baru pada bahasan ESP yang ada. Benar, interpreter, merupakan suatu jenis profesi yang, tentunya, memerlukan sebuah kompetensi kebahasaan tertentu.

Dan apabila dilihat dari karakter serta tingkat penguasaan bahasa yang dibutuhkannya, profesi yang satu ini semakin menjanjikan dan semakin dibutuhkan saja setiap harinya. Lantas jenis profesi apakah interpreter itu? Jenis kompetensi bahasa seperti apa yang dibutuhkan? Memangnya interpreter itu sendiri membutuhkan kajian linguistik pada tingkat yang bagaimana? Ya, berbagai pertanyaan tersebut akan dijawab agar memudahkan para pembelajar Bahasa Inggris sehingga memiliki gambaran mengenai bidang profesi yang satu ini.

Linguistik dan Interpretasi Bahasa Inggris.

Sebelum kita menggali lebih dalam mengenai apa itu interpreter serta berbagai kemungkinannya yang masih terbentang luas, ada baiknya jika dibahas terlebih dahulu mengenai “akar” keilmuannya yaitu linguistik. Linguistik sendiri merupakan sebuah studi ilmiah mengenai bahasa (language), yang mana mencakup berbagai pembahasan mengenai bagaimana sebuah bahasa terbentuk. Tidak hanya itu, linguistik juga ikut mengkaji mengenai maksud atau makna dari suatu penggunaan bahasa, serta peran-peran yang dimilikinya pada konteks-konteks tertentu.

Pada awalnya, linguistik hanya dimaksudkan untuk menganalisa bahasa manusia melalui hubungan antara bunyi dan arti. Namun seiring perkembangannya, linguistik pun sekarang juga ikut mengkaji berbagai faktor lain yang berhubungan dengan bahasa seperti sosial, kultural, sejarah, dan politik – faktor-faktor inilah yang di anggap penting dewasa ini dalam pembentukan suatu konteks basis kebahasaan.

Secara garis besar, linguistik sendiri di klasifikasikan dalam empat subdisiplin besar. Keempat subdisiplin ini nantinya akan di bagi lagi menjadi ranting-ranting keilmuan yang lebih kecil. Keempat subdisiplin itu diantaranya: linguistik dari kajian histori (historical linguistics), sintaksis dan morfologi (syntax and morphology), semantik dan pragmatik (semantics and pragmatics), serta fonetik dan fonologi (phonetics and phonology).

Selain itu, linguistik juga berhubungan erat dengan beberapa disiplin ilmu lain yang ikut mempengaruhi perkembangannya seperti: semiotik (semiotics), ilmu yang membicarakan bahasa langsung-tak langsung melalui simbol dan tanda; kritik literasi (literacy criticism), ilmu penganalisaan materi-materi literatur, film, seni dan media publikasi melalui sudut pandang ideologis dan historis); patologi bahasa lisan (speech-language pathology), kajian mengenai cara penyembuhan disabilitas dan disfungsi fonetik pada tingkatan kognisi; serta, translasi (translation), penerjemahan dan pendokumentasian arti baik pada teks lisan/tulis dari suatu bahasa (sumber) ke bahasa lain (target).

Lantas bagaimana dengan bidang profesi interpreter? Sebutan interpreter sendiri merujuk pada seseorang yang melakukan penerjemahan, baik secara lisan ataupun bahasa isyarat, suatu bahasa sumber ke bahasa target. Bidang keilmuan interpreter sendiri termasuk ke dalam kajian dari interpretasi bahasa, yang mana juga merupakan salah satu bidang cakupan dari translasi – membahas berbagai praktik penerjemahan. Namun apa perbedaan dari translasi dan interpretasi?

Pada dasarnya kedua bidang tersebut adalah sama, yaitu guna proses mengalihbahasakan. Namun suatu proses translasi biasanya dimaksudkan untuk mempertahankan bentuk serta aspek kebahasaan tertentu sembari tetap menekankan makna yang dikandungnya. Karena itu translasi umumnya akan berhubungan dengan produk-produk teks tulis – berbeda dengan interpretasi, yang mana fokus penekanannya hanya pada bagaimana keefektifan dari suatu proses komunikasi lisan antar bahasa dapat ditekankan. Atas dasar itulah suatu proses interpretasi biasanya tidak melalui suatu proses alih bahasa yang mendetail, selagi maksud-maksud yang ingin disampaikan dapat dikumunikasikan.

bac ajuga

Kajian literatur Interpretasi Bahasa Inggris.

Menurut berbagai sumber literatur interpretasi adalah aktivitas translasi di mana seseorang memproduksi pengalihbahasaan pertama dan terakhir yang berbasis hanya pada sekali pemaparan dari ekspresi-ekspresi suatu bahasa sumber. Jika dilihat pada metodenya, dua bentuk interpretasi yang paling sering digunakan adalah: (a) interpretasi simultan (simultaneous interpreting), di mana proses penerjamahan berlangsung ketika paparan bahasa sumber sedang berlangsung – secara bersamaan, dan; (b) interpretasi konsekutif (consecutive interpretasi), proses penerjemahan dilakukan setelah paparan bahasa selesai/berhenti sejenak – tidak bersamaan.

Interpretasi merupakan aktivitas kuno manusia yang bahkan lebih dulu ada dibandingkan dengan penemuan seni menulis. Namun profesi interpreter sendiri baru mulai subur berkembang kurang dari satu abad yang lalu. Secara historis, kegiatan menginterpretasi sendiri kurang mendapat perhatian dari para peneliti bahasa/para linguist (sebutan bagi para ahli linguistik). Hal ini dapat terlihat dari keberadaan studi mengenai sejarah interpretasi sendiri yang masih terbilang sedikit. Para ahli lebih banyak memfokuskan upaya mereka pada pengembangan teknik-teknik interpretasi guna menunjang kebutuhan profesional.

baca jjuga

Kiat-kiat untuk menjadi interpreter.

Dan berikut ini adalah beberapa kiat serta tips jika seseorang berkeinginan untuk mencoba praktek profesi interpreter:

  • Perbanyak pemahaman macam-macam ekspresi dalam Bahasa Inggris. Bahasa Inggris interpreter mengandalkan sebuah kemampuan komunikasi yang mumpuni. Karena itu paparkan diri dengan bentuk-bentuk ekspresi yang ada serta makna mutlak yang dimilikinya.
  • Jangan hanya mengandalkan pada satu “jenis” Bahasa Inggris saja. Terdapat banyak sekali jenis Bahasa Inggris: British, American, Australian & New Zealander, Canadian, Barbados, dll. Pastikan agar berbagai jenis tersebut dapat dikuasai pula.
  • Tingkatkan kemampuan mendengar (listening) dan berbicara (speaking). Kebanyakan proses interpretasi melibatkan suatu proses interaksi lisan yang spontan. Akan sangat jarang sekali jika proses interpretasi dilakukan dalam bentuk interaksi tulis. Maka berikan fokus lebih pada kedua skill tersebut.
  • Biasakan menggunakan bahasa formal. Baik ketika berbicara menggunakan bahasa sumber maupun bahasa target, penggunaan bahasa formal bersifat vital karena akan memberikan kesan keramah-tamahan, sopan santun, serta profesionalisme.
  • Tekankan produk interpretasi pada makna-makna yang perlu disampaikan. Interpretasi tidak perlu mendetail jika nantinya hanya akan merubah makna yang ingin disampaikan dari penutur. Berikan terjemahan yang seefektif mungkin sesuai konteks yang diperlukan bahasa target, meskipun itu terkadang juga berarti merubah hasil terjemahan secara keseluruhan.

Dan itulah pembahasan mengenai Bahasa Inggris Interpreter. Tidak terasa, selain artikel ini merupakan artikel terakhir pada bahasan ESP, namun juga sekaligus artikel terakhir pada batch kali ini. Nantikan artikel-artikel mengenai Kursus Bahasa Inggris pada batch-batch selanjutnya ya! Ciao!