Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Business English Skills Merepresentasikan Perusahaan

Lister – Kali ini kita akan membahas tema ‘Business English Skills’ yang cukup praktis sebagai upaya untuk mengawali pembahasan mengenai Bahasa Inggris untuk kebutuhan spesifik (English for Specific Purpose) yaitu: Kiat-kiat Merepresentasikan Perusahaan. Terkadang keperluan-keperluan spesifik dari Bahasa Inggris, khususnya pada bidang bisnis dan perkerjaan, begitu diperlukan oleh banyak pegawai di lapangan saat ini.

Dengan semakin majunya teknologi komunikasi yang ada, ruang lingkup serta daya jangkau suatu bidang finansial dan perusahaan bisnis tidak melulu di ranah lokal saja, tetapi mulai merambah ke dunia internasional.

Karena itulah pada artikel kali ini akan dibahas mengenai materi yang dianggap dirasa perlu untuk dipelajari yaitu kiat-kiat merepresentasikan perusahaan guna memudahkan para pembelajar tersebut.

Business English sebagai bagian dari English for Specific Purposes (ESP)

Jika dirunut dari landasan keilmuannya, Business English sendiri adalah sebuah bidang spesialisasi pendidikan dan pelatihan Bahasa Inggris dari apa yang dinamakan sebagai English for Specific Purposes (ESP) atau yang memiliki arti:

Bahasa Inggris Guna Kebutuhan-Kebutuhan Spesifik

ESP sendiri merupakan sebuah ‘ranting’ yang berasal dari ‘cabang’ keilmuan yang lebih besar: dinamakan sebagai English as Second/Foreign Language (ESL/EFL).

Cabang keilmuan ini biasa ditemukan pada program-program kependidikan di berbagai perguruan tinggi serta universitas dan juga kursus pelatihan-pelatihan kepegawaian di bekasi .

Pokok dari ESP sendiri biasanya bukan lagi membicarakan mengenai kemampuan-kemampuan berbahasa Inggris mendasar seperti tata bahasa (grammar), struktur (structure), maupun materi-materi fundamental lain, melainkan hanya sekadar memenuhi kebutuhan-kebutuhan praktis seperti ekspresi serta kosakata (vocabulary) saja.

Kursus-kursus berlatar belakang ESP biasanya juga akan berfokus pada satu bidang profesi atau okupasi saja semisal Bahasa Inggris untuk keperluan teknis (Tehnical English), untuk keperluan ilmiah (Scientific Purpose), untuk keperluan pariwisata (English for Tourism), dll.

Lalu, apa sajakah yang menjadi cakupan Business English?

Meski Business English sudah menjadi spesialisasi tersendiri, namun landasan keilmuan yang dimilikinya tetap menjaga adanya sebuah karakter kependidikan tersendiri.

Wajar jika pembahasan Business English tidak terlepas dari instruksi-instruksi pembelajaran ataupun pengajaran.

Namun dibeberapa titik, Business English juga dapat dimasukkan ke dalam ranah International English atau Bahasa Inggris dalam kajian internasional, melihat fungsinya sebagai media komunikasi khusus.

Tujuan dari Business English sendiri dapat dibagi menjadi dua, sesuai dengan pengguna/pembelajarnya itu sendiri – seorang penutur asli (native speaker) Bahasa Inggris ataupun bukan penutur asli (non-native speaker). .

Mereka yang bukan penutur asli biasanya memiliki tujuan agar mampu melakukan negosiasi bisnis dengan perusahaan-perusahaan yang berasal dari negara-negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa dominannya.

Sedangkan mereka para penutur asli memiliki tujuan agar diksi Business English dapat mereka kuasai sebagai bahasa pengantar (lingua franca) dalam berbisnis dengan negara-negara yang tak berbahasa Inggris.

Pada umumnya, komunikasi berbahasa Inggris yang terjadi pada komunitas finansial dan bisnis di berbagai belahan dunia, terjadi antara orang-orang yang bukan penutur asli.

Maka dari itu, kemampuan Business English lebih ditekankan pada efisiensi dan keefektifan komunikasi praktis alih-alih sistem tatabahasa (grammar) yang ketat dan konservatif.

Beberapa tema dan topic yang sering dibahas pada ranah Business English termasuk pada: kosakata (vocabulary) dan ekspresi dunia bisnis, perdagangan, finansial, serta hubungan international; kemampuan komunikasi di tempat kerja seperti, penulisan laporan (report writing), negosiasi (negotiation), pertemuan (meeting), presentasi (presentation), bersosialisasi (socializing), perbincangan (small talk), mentoring inggris juga; berbagai pendekatan sistematis lainnya.\

Business English

Business English Skill – Merepresentasikan Perusahaan

Selain berbagai kemampuan diatas, terkadang seorang karyawan turut akan melakukan sebuah perjalanan dinas yang nantinya mungkin akan memerlukannya untuk hadir sebagai representasi dari perusahaan tempat ia bekerja.

Atas dasar itu, kemampuan untuk membicarakan mengenai perusahaan asal, amatlah diperlukan bagi para karyawan tersebut. Maka berikut ini kiat-kiat merepresentasikan perusahaan sebagai salah satu kemampuan dari Business English:

  1. Fokuskan pemikiran pada informasi-informasi faktual mengenai perusahaan tempat bekerja.
  2. Informasi secara mendetail merupakan hal yang paling krusial dalam merepresentasikan suatu perusahaan. Berikan informasi berbasis fakta dan data yang riil serta konkret – itu akan membantu orang-orang untuk lebih meyakini kredibilitas dari perusahaan tersebut.

Contoh:“The founder established the company when World War II was still raging.”; “The company supports more than hundred well-known brands such as Apple, Microsoft, and Samsung.”

  • Ketika merujuk pada perusahaan, gunakan kata ganti (pronoun) “kami” (we/our) agar menunjukkan kesamaan pihak-pihak yang ada. Contoh: “We will give you a full guarantee, if our services do not delight you.”
  • Gantilah kosakata (vocabulary) yang terlalu ‘berbau’ keseharian (colloquial) dengan yang terkesan ‘mantap’. Contoh: menggunakan kata “manufacture” (membuat) alih-alih “make”; “generate” (mengembangkan) alih-alih “develop”.
  • Dan pada umumnya, hal yang akan membuat orang-orang tertarik untuk mendengarkan suatu penjabaran mengenai perusahaan kita, adalah mengenai di bidang apakah perusahaan itu bergerak. Contoh: “We are the cornerstone of the contemporary technology industry.”; “Our subsidiaries run on several distinct fields such as sustenance, medical, and IT support.”
  • Imbuhkan reputasi perusahaan serta faktor-faktor branding lainnya sebagai langkah pemasaran (marketing).
  • Hal yang paling penting selain menyampaikan bidang pergerakan perusahaan yang direpresentasikan adalah letak perbedaan atau kekhasan dari perusahaan tersebut. Hal ini juga berkaitan erat dengan fokus keahlian, keterkenalan, serta merek yang diusung. Contoh: “We are known by the public as a five-star Michelin restaurant.”; “Back in 2010, we appeared as the cover of Business Insider Magazine.”.
  • Utamakan penggunaan kalimat passive (passive voice) ketika mendeskripsikan prestasi, fokus keahlian, keterkenalan, dsb. Hal ini akan memberikan impresi bahwa perusahaan representatif tersebut sudah memiliki pandangan umum yang diyakini secara publik. Contoh: “Our best product had been sold for 100 million units, back in 2018.”.
  • Jangan lupakan juga informasi-informasi penting berkaitan dengan jenis-jenis pelanggan, klien, ataupun nasabah yang biasa ditangani oleh perusahaan representatif.
  • Terkadang, khalayak juga mempertimbangkan serta mengkaitkan jenis pelanggan, klien ataupun nasabah yang biasa ditangani perusahaan representatif dengan reputasi yang dimilikinya. Gunakan ekpresi-ekpresi seperti “We provide…”, “We deal with…”, “Our customer commonly run in…” untuk menggambarkan tipe-tipe yang biasa ditangani. Contoh: “We provide large and mega-sized industry all over Germany.”; Our customer commonly run in diamond and jewelry business.”

Dan itulah tiga kiat terpenting dalam mempelajari kemampuan Business English. Materi di atas hanya bersifat mendasar dan berlaku untuk bisnis secara umum.

Tentu saja untuk penguasaan yang lebih spesifik dan menyeluruh, diperlukan upaya yang lebih komprehensif dan juga masif. Itu semua dapat dicapai melalui berbagai pelatihan, kursus maupun program-program kependidikan yang lain.

Dan tentu saja, pastikan program yang akan diambil, memfokuskan upaya mereka pada bidang-bidang profesi spesifik yang anda perlukan.