English for Legal – Bahasa Inggris Untuk Bidang Hukum

English for Legal – Bahasa Inggris Untuk Bidang Hukum

Lister.co.id – Masih berkutat pada pembahasan tematis mengenai Bahasa Inggris guna tujuan khusus atau yang juga disebut dengan English for specific purposes (ESP). Artikel kali ini masih akan melengkapi pembahasan tematis yang berhubungan dengan spesifikasi tersebut, namun, pada kajian yang berbeda.

Jika sebelumnya artikel ESP sudah membahas berbagai tema seperti: (1) Bahasa Inggris manajemen dan bisnis, mencakup beberapa tema seperti interview preparation, customer service, English for hospitality, English for secretary, dan English for Banking (2) Bahasa Inggris untuk tujuan akademis, yaitu scholarship mentorship; (3) Bahasa Inggris untuk kesehatan, English for nurses; serta, (4) Bahasa Inggris untuk penerbangan, Aviation English, namun kali ini akan dibahas mengenai Bahasa Inggris pada bidang hukum atau English for Legal dengan judul: Bahasa Inggris Untuk Bidang Hukum.

Dominasi Bahasa Inggris tentu saja ikut merasuk pada bidang yang satu ini: penggunaan Bahasa Inggris guna kepentingan legal dan hukum.

Seperti yang sudah dibahas pada beberapa artikel sebelumnya, keberhasilan Bahasa Inggris dalam “merajai” dunia akademisi membuatnya mampu merasuk ke dalam berbagai bidang yang beragam.

Mulai dari dunia medis, ekonomi, bahkan hingga hukum sekalipun. Selain itu berbagai negara adidaya dengan penutur asli (native speaker) yang tampil progresif di banyak bidang juga ikut memperkuat kedaulatan bahasa ini.

Karena itu pembahasan kali ini akan sangat kompleks, mengingat kaitannya pada ranah hukum dan legal. Namun tentu saja, pembahasan mengenai ranah ini akan tetap setimpal untuk di bahas. So, stay tune terus ya!

Bahasa Inggris dan ranah hukum.

Pembahasan mengenai Bahasa Inggris pada bidang hukum sesungguhnya agak sedikit rumit untuk disamaratakan dengan bidang-bidang pembahasan Bahasa Inggris guna berbagai tujuan spesifik atau English for Specific Purposes (ESP) yang lain.

Hal ini dikarenakan unsur universal dari Bahasa Inggris sendiri akan langsung terpangkas, mengingat satuan hukum serta kedaulatannya tidak bisa disamaratakan secara global dan menembus batas-batas wilayah tertentu.

Hanya beberapa landasan fundamental tertentu saja yang dimiliki ranah hukum dan legal, yang dapat dikombinasikan dengan pembahasan Bahasa Inggris sendiri.

Karena itu pengaruh Bahasa Inggris pada ranah ini tidak memiliki dominasi yang terlalu kuat jika dibandingkan pada bidang-bidang lain, karena sarana persebarannya hanya mengandalkan efek dominasi bahasa ini pada ranah akademis saja – dengan tidak mengikutsertakan unsur keuniversalannya.

Penggunaan bahasa pada ranah ini selalu mengedepankan jenis bahasa yang bergaya formal. Hal ini didasarkan atas pemikiran bahwa bahasa merupakan sebuah media yang digunakan sebagai sebuah kepastian hukum dan legalitas akan suatu hal.

Melalui bahasa itulah, berbagai kondisi persyaratan serta maksud-maksud yang ingin dicapai dapat tersampaikan. Hal ini berdasar pada fungsi bahasa sebagai alat komunikasi dan penyampai keperluan pada bidang-bidang khusus.

Fungsi bahasa semacam ini sudah masuk pada tingkatan yang lebih tinggi dari sekedar Bahasa Inggris komunikasi dan tematis biasa. Karena itulah pembahasan mengenai Bahasa Inggris seperti ini bisa terbilang cukup dalam – di mana kajian tersebut bukanlah tentang Bahasa Inggris yang digunakan dalam ilmu hukum, melainkan ilmu hukum yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai media komunikasi mereka (bahasa hukum).

Dikarenakan fungsinya yang lebih menekankan pada suatu kapasitas hukum, di mana hukum sendiri bersifat mengikat dan mutlak, kebutuhannya akan suatu bahasa pun juga akan memiliki karakter yang sama.

Bahasa Inggris sebagai sebuah bahasa hukum memiliki fokus yang dimaksudkan sebagai suatu media efektif dan tepat sasaran. Unsur-unsur komunikasi dalam suatu bahasa akan sedikit diminimalisir demi mengompensasikan sebuah bahasa legal yang tepat guna.

Karena itu bahasa yang muncul pun tidak dapat diinterpretasikan secara sembarangan. Perlu kapasitas spesifikasi tertentu agar suatu produk kebahasaan ini dapat “dikonsumsi” sesuai dengan maksud yang ditujukannya.

English for Legal

Kajian literatur Bahasa Inggris legal.

Jika dilihat dari kajian literatur yang ada, legal English merupakan bentuk kajian penggunaan Bahasa Inggris yang digunakan dalam penulisan legal ataupun poin-poin mengenai hukum.

Secara umum, bahasa yang digunakan pada kajian ini merupakan sebuah bahasa formal yang didasarkan pada aturan-aturan logis (logic rules). Jenis bahasa ini memiliki bahasa alami yang berbeda di mana dapat dilihat pada bentuk kosakata (vocabulary), morfologi (morphology), kajian sintaksis (syntax) dan semantik (semantics), serta berbagai bagian lainnya.

Meski jenis bahasa ini tetap mengusahakan berbagai fitur bahasa pada umumnya (seperti konsistensi, keabsahan, kelengkapan, serta pelafalan), namun penekanan yang ada lebih kepada bagaimana produk bahasa yang tercipta akan tetap seperti selayaknya bahasa manusia (intuitif, makna yang menyeluruh, serta terbuka untuk diperbaharui).

Seperti yang sudah dikatakan pada beberapa paragraf diatas, dikarenakan tingkat kerumitan serta sifat komprehensif yang dimilikinya, bahasa ini dikategorikan sebagai sublanguage atau juga yang dikenal dengan istilah bahasa turunan. Ini semua disebabkan karena bentukan Bahasa Inggris yang digunakan untuk keperluan legal sudah benar-benar berbeda dengan Bahasa Inggris secara umum.

Sistem pembelajaran Bahasa Inggris pada konteks ini pun menggunakan spesifikasi berbagai istilah dan pola kebahasaan tertentu, yang mana dimaksudkan untuk mengatur metode pengajaran legal English itu secara tersendiri.

Karena itulah, legal English sudah tidak termasuk ke dalam ranah Bahasa Inggris, melainkan terhitung sebagai bahasa kedua – dengan spesialisasi kosakata, frase dan sintaksis yang dapat membantu para praktisi hukum untuk saling berkomunikasi.

Kiat-kiat memperdalam Bahasa Inggris legal

Dan berikut ini adalah beberapa kiat yang dapat dicoba sehingga kemampuan Bahasa Inggris pada bidang legal dan hukum bisa ditingkatkan lebih dalam lagi. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Latihlah kemampuan menulis pada ranah spesifik.

Hal-hal seperti menulis masukan, mendaftar berbagai klausa spesifik, dan memperbanyak paparan materi-materi seperti perjanjian dan kontrak dapat dilakukan guna menunjang kemampuan Bahasa Inggris legal.

  • Perbanyak berbicara dengan klien.

Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan berbagai kemampuan komunikasi yang jelas dan mantap. Selain itu, hal ini juga berguna untuk melatih nada bicara serta macam-macam tinggi rendah intonasi guna keperluan-keperluan interaksi hukum.

  • Memaparkan diri dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan penyelesaian masalah.

Kegiatan-kegiatan tersebut dapat berupa menganalisis serta memahami hubungan komersial dan materi yang berhubungan dengan suatu kontrak, juga termasuk cara bagaimana mempersiapkan serta menyampaikan presentasi lisan pada berbagai jenis transaksi.

  • Latihan pengucapan melalui berkas-berkas kasus.

Sebagai bagian dari latihan dan simulasi, tentunya akan sangat baik jika mencoba untuk mulai memproses permintaan klien melalui berkas-berkas yang dimiliki baik dalam bentuk memo, ekstraksi dokumen, dan berbagai korespondensi lainnya.

  • Tingkatkan frekuensi interaksi melalui panggilan telepon dan panggilan video(video call).

Hal ini akan sangat penting, yang mana berhubungan dengan pengembangan kemampuan menyimak (listening) detail-detail permintaan klien serta penanganan kasus. Terutama ini sangat diperlukan bagi para bukan penutur asli (non-native speaker)

baca juga

Dan itulah beberapa kiat yang dapat dicoba dalam memperdalam kemampuan Bahasa Inggris dalam ranah legal dan hukum (legal English). Selain itu, mencoba untuk ikut dalam program-program pembelajaran, baik kursus ataupun pelatihan, tentu akan sangat efektif dalam membantu perkembangan yang ada agar lebih pesat lagi.