Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Sosok Sejong yang Agung, Raja Korea Pencipta Hangeul

Kursus Bahasa Korea – Di balik aksara Hangeul yang digunakan bangsa Korea saat ini, terdapat sosok Raja Sejong sebagai penciptanya. Pemimpin di masa Dinasti Joseon tersebut dianggap sebagai salah satu raja paling berpengaruh yang mewariskan kekayaan budaya dan kemajuan pesat.

Seperti apa kisah Raja Sejong?

Raja Sejong

Raja Sejong (세종대왕 / 世宗大王 / Sejong Daewang) lahir pada 7 Mei 1397. Ia merupakan raja ke-4 di Dinasti Joseon yang memerintah Korea. Masa kekuasaannya berlangsung pada 1418 – 1450.

Salah satu warisan terkenal Raja Sejong adalah membuat aksara Hangeul untuk menggantikan Hanja yang diserap dari aksara Hanzi asal China.

Ia sering disebut dengan gelar Raja Sejong yang Agung atau Raja Sejong yang Luhur.

Kisah Hidup

Sejong adalah putra ketiga Raja Taejong. Pada usia 12 tahun, ia menerima gelar Pangeran Besar Chungnyeong.

Ia menikah dengan seorang putri pejabat Cheongsong, yakni Permaisuri Shim. Kelak, sang istri akan dikenal dengan nama Ratu Soheon.

Sejong muda adalah sosok yang cerdas, sehingga menjadi favorit sang ayah dibandingkan dua kakak laki-lakinya.

Menurut cerita, kedua kakaknya sengaja bersikap buruk agar sang ayah memilih Sejong sebagai pewaris takhta. Kakak pertama, Yangnyeong, merasa tidak berbakat menjadi raja. Ia memilih berkelana dan tinggal di gunung. Sementara itu kakak kedua, Hyoryeong, merasa tugasnya adalah menjadikan sang adik sebagai raja. Ia kemudian menjadi biksu di kuil. Pada 1418, Raja Taejong turun takhta dan digantikan Sejong. Namun ia masih memiliki pengaruh di bidang militer. 

Ahli Militer

Sejong adalah pakar militer yang menonjol. Setahun setelah menjabat, ia menjalankan ekspedisi ke Tsushima untuk memberantas perompak Jepang yang meneror warga pesisir. Pada 1419, pemimpin Tsushima mengaku takluk kepada Joseon.

Sejong juga membangun benteng dan pos di perbatasan utara untuk melindungi dari suku barbar China dan Manchuria.

Teknologi militer sangat maju pada zamannya, seperti meriam, panah, dan roket dengan bubuk mesiu.

Dalam invasi yang dipimpin Jenderal Kim Jong Seo pada 1433, Sejong berhasil merebut benteng dan memperluas wilayah kekuasaan yang berbatasan dengan China.

Ilmu Pengetahuan

Sejong yang cerdas mewariskan kemajuan ilmu pengetahuan pada masanya. Contohnya ia memerintahkan penulisan kitab Nongsa Jikseol yang berisi teknik bertani yang membuat hasil pertanian rakyat berlimpah.

Ia membuat kebijakan pemotongan pajak bagi petani saat kondisi ekonomi sedang buruk. Sejong bahkan membagi-bagikan makanan yang berlebih di istana kepada petani dan masyarakat miskin.

Sejong juga mendukung Jang Yeong Sil, seorang cendekiawan, menciptakan peralatan militer, jam matahari, bagan air, bahkan alat pengukur hujan pertama di dunia.

Sejong merombak sistem kalender Korea yang dihitung berdasarkan garis lintang ibu kota Joseon, Seoul, bersama para astronom. Sistem yang baru ini membantu prediksi peristiwa gerhana. Tak hanya itu, ia mengembangkan obat tradisional Korea yang berbeda dengan obat-obatan China.

Hangeul dan Sastra

Sejong menjunjung tinggi sastra, bahkan memberi perintah agar para pejabat dan ilmuwan mempelajarinya.

Hangeul dianggap sebagai puncak warisan Sejong. Di masa itu, hanya masyarakat kelas atas dan bangsawan yang melek huruf. Saat itu masyarakat Joseon masih menggunakan Hanja yang diadopsi dari aksara Hanzi.

Hanja sangat sulit dipelajari, sehingga Sejong membuat 28 abjad yang sesuai dengan bahasa Korea. Hangeul dapat dengan mudah dipelajari masyarakat dari berbagai kalangan.

Abjad ini diperkenalkan pada 1446 dan menjadi simbol identitas budaya bagi Joseon.

Baca juga: Profil Ewha Womans University: Kampus Tertua di Korea

Meninggal Dunia

Sejong meninggal dunia di usia 54 tahun pada 18 Mei 1450. Ia dimakamkan di Makam Yeong. Putra pertamanya, Munjong, menggantikan sang ayah naik takhta.

Nama Sejong diabadikan sebagai nama jalan, lembaga, dan uang kertas, di antaranya:

  • Jalan Sejong
  • Sejong University
  • Sejong Center for the Performing Arts
  • King Sejong Institute (Sejong Hakdang)
  • Uang kertas pecahan 10.000 Won

Pemerintah menetapkan Kota Otonomi Khusus Sejong, yang rencananya akan menjadi ibu kota Korea Selatan di masa mendatang untuk menggantikan Seoul.

Kursus Bahasa Korea, Wujudkan Impian Tinggal di Negeri Ginseng

Syarat penting untuk dapat kuliah, bekerja, atau tinggal di Korea adalah menguasai bahasanya. Sebagai bekal, kamu dapat mengikuti di Kursus Bahasa Korea Lister.

Di sini kamu akan belajar bersama tutor-tutor ahli dan berpengalaman. Cari tahu kisah dan pengalaman mereka di sini.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang!