Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

5 Metode Penilaian Kerja yang Paling Umum Dipakai Perusahaan

metode penilaian kerja

Kemampuan berbahasa asing menjadi semakin dibutuhkan akhir-akhir ini, terutama dalam karier. Untuk itu, kamu bisa mengambil kursus bahasa asing untuk karyawan di Lister for Company. Kelas bahasa asing tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan kariermu.

Dengan kinerja yang baik, kamu tentu akan memenuhi penilaian kerja. Ada beberapa metode penilaian kerja yang umum dipakai di berbagai perusahaan.

Apa saja metode penilaian kinerja yang biasa dipakai? Berikut penjelasannya.

Apa itu Metode Penilaian Kerja?

Metode penilaian kerja disebut juga performance review. Metode ini digunakan untuk mengevaluasi hasil kinerja karyawan dan perusahaan selama periode tertentu, misalnya tiga bulan, enam bulan, hingga satu tahun.

Melalui evaluasi ini, perusahaan melalui tim HR dapat mengetahui kemampuan, perilaku, kekuatan, hingga kelemahan setiap karyawannya.

Hasil penilaian tersebut dimanfaatkan untuk mengambil keputusan terkait bonus, promosi, dan kenaikan gaji.

Penilaian kerja karyawan harus bersifat transparan dan objektif. Penilaian itu tidak boleh didasarkan pada rasa suka atau tidak suka.

Pentingnya Penilaian Kerja

Mengapa penilaian kerja penting bagi karyawan maupun perusahaan? Hasil evaluasi positif akan membangun rasa percaya diri karyawan. Sementara itu kritik dapat membangun dan memperbaiki kinerja karyawan.

Tanpa adanya evaluasi, karyawan bisa jadi kurang motivasi karena tidak mendapatkan umpan balik atas hasil kerjanya.

5 Contoh Metode Penilaian Kerja

Berikut ini lima contoh metode penilaian kerja yang paling umum dipakai berbagai perusahaan.

1. Management by Objectives (MBO)

Hasil kerja karyawan dinilai sesuai tujuan yang sudah ditentukan selama kurun waktu tertentu. Ada tiga tahap dalam penilaian MBO.

a. Planning

Manajer dan karyawan menentukan tujuan yang hendak diraih dan timeline-nya.

b. Monitoring

Manajer maupun karyawan mengulas perkembangan dalam mencapai tujuan. Manajer juga memberikan umpan balik kepada stafnya.

c. Reviewing

Manajer dan karyawan mengadakan diskusi terhadap hasil akhir yang sudah dicapai. Karyawan dinilai berdasarkan hasil kerja keseluruhan dalam periode yang sudah ditentukan.

2. Behaviorally Anchored Rating Scale (BARS)

Metode ini menilai hasil kerja karyawan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil kerja tersebut dibandingkan dengan contoh perilaku spesifik yang diukur dengan angka.

Contohnya pelayanan terhadap pelanggan diberi nilai empat, kedisiplinan waktu diberi nilai lima, dan seterusnya.

Metode ini menggunakan standar yang jelas, analisis yang akurat, dan konsisten. Dengan begitu, penilaian tidak bias.

3. Psychological Appraisals

Penilaian psikologis dilakukan untuk mengidentifikasi potensi karyawan yang belum diketahui. Caranya adalah dengan menganalisis keterampilan interpersonal, kemampuan kognitif, kemampuan intelektual, kepemimpinan, karakter kepribadian, kecerdasan emosional, dan keterampilan terkait.

Penilaian ini dilakukan oleh psikolog melalui serangkaian tes, wawancara, serta diskusi. Metode ini membutuhkan waktu yang cukup lama, tetapi akan berhasil mengungkap potensi terpendam karyawan.

4. Human Resource (Cost) Accounting Method

Kinerja karyawan dinilai melalui manfaat moneter yang disumbangkannya kepada perusahaan. Caranya adalah dengan membandingkan biaya perusahaan untuk mempertahankan karyawan dengan kontribusi karyawan yang didapat perusahaan.

Metode penilaian ini dapat mengukur nilai yang dibawa karyawan ke perusahaan dan dampaknya terhadap keuntungan perusahaan.

5. 360-Degree Feedback

Metode ini memanfaatkan umpan balik dari setiap unsur yang ada di lingkungan kerja karyawan. Mulai dari atasan, rekan kerja, pelanggan, hingga laporan langsung. Metode ini dapat memberikan beberapa sudut pandang yang berbeda terkait kinerja karyawan.

Ada lima komponen yang dinilai dalam metode ini.

a. Self appraisal

Karyawan mengulas sendiri kekuatan, kelemahan, dan hasil kerja menggunakan formulir khusus agar tidak bias.

b. Manager review

Manajer mengevaluasi hasil kerja timnya.

c. Peer review

Rekan kerja mengevaluasi anggota timnya dalam kemampuan kerja sama, kontribusi kerja, dan lain-lain.

d. Subordinates Appraising Manager (SAM)

Manajer mengevaluasi bawahan sesuai laporan langsung.

e. Customer/client review

Karyawan dinilai berdasarkan ulasan dari pelanggan yang berinteraksi dengan karyawan secara langsung.