Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Lamaran Beasiswamu Ditolak? Jangan Ulangi 10 Kesalahan Ini

kesalahan pelamar beasiswa

Pernahkah lamaran beasiswamu ditolak? Apa yang akan kamu lakukan? Jangan sampai lamaran beasiswa ditolak, dukun bertindak yak. Lebih baik tarik nafas, sabar, lalu cek lagi barangkali memang aplikasi beasiswanya belum benar. Yuk cek 10 kesalahan paling sering dilakukan para pelamar beasiswa berikut ini.

Tidak Memenuhi Persyaratan Beasiswa

Setiap persyaratan beasiswa yang disediakan lembaga adalah pasti dan mutlak. Jadi misalnya ada suatu beasiswa yang memiliki persyaratan dengan membutuhkan nilai A, sedangkan kamu hanya mendapatkan nilai C, maka dari situ sudah terlihat bahwa kamu tidak bisa memenuhi persyaratan beasiswa tersebut. Atau contoh lainnya, jika beasiswa yang diajukan adalah untuk warga negera Korea, sedangkan kamu berasal dari Indonesia.

Maka dari itu, perhatikan lebih teliti lagi setiap persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Sehingga kamu tidak membuang waktu dan energi untuk mengajukan beasiswa yang sudah tentu tidak akan diterima. Okay?

Essay Kurang Jelas dan Visioner

Ketika kamu mengajukan permohonan beasiswa pada pemerintah, biasanya kamu diwajibkan juga untuk menulis esai. Biasanya topik yang ditentukan adalah kontribusi untuk Indonesia. Ketika kamu diwajibkan untuk membuat esai, menulislah dengan indah dan pastikan tulisanmu dapat dibaca dengan baik. Jika tulisanmu tidak dapat terbaca, kamu harus mengubur dalam-dalam impianmu untuk mendapatkan beasiswa pendidikan.

Mendaftar Program yang Kurang Tepat

Setiap program beasiswa yang tersedia selalu memiliki kualifikasinya masing-masing. Ini masih berkaitan dengan poin pertama yaitu tidak memenuhi persyaratan beasiswa. Amati program yang kamu pilih apakah sesuai dengan kapasitas yang kamu miliki atau tidak. Berburu beasiswa dengan kuota satu atau dua kursi sebenarnya tidak ada masalah. Kalau kamu yakin, silakan diteruskan.

Baca juga:

Tapi berburu beasiswa dengan kuota satu atau dua kursi sangat berbeda peluangnya dengan beasiswa yang menawarkan 10 atau 20 kursi. Bayangkan jika kamu harus bersaing dengan 100 orang peserta dengan perbandinan kuota kedua beasiswa tersebut. Pastilah peluang diterimanya lebih kecil jika memilih opsi yang pertama.

Melewati Batas Waktu

Setiap beasiswa memiliki tenggat waktu yang berbeda, jadi jangan berasumsi semua beasiswa memiliki jadwal penerimaan yang sama. Dan setelah tenggat waktu itu berlalu, maka semuanya berakhir. Jika Kamu mengirimkannya lewat dari jadwal yang sudah tentukan, silakan tunggu di kesempatan berikutnya dan belajarlah untuk lebih disiplin pada waktu.

Hanya Mendaftar Beasiswa Tertentu Saja

Ini penting nih, jangan cuma mendaftar beasiswa tertentu saja fellas. Misalnya, cuma mendaftar beasiswa LPDP, Chavening, atau fullbright saja dan mengabaikan yang lainnya. Padahal kesempatan mendaftar beasiswa sebenarnya sangat terbuka seperti beasiswa unggulan, Open Doors, Erasmus Plus, DAAD, Australia Awards dan masih banyak yang lainnya. Yuk manfaatkan peluang!

Ajukan aplikasi beasiswa sebanyak mungkin yang sekiranya sudah memenuhi syarat. Karena dengan begitu, kamu akan mendapatkan peluang lebih besar daripada hanya mengajukan ke satu atau dua beasiswa saja. Walaupun itu akan menguras waktu dan tenagamu, tetapi jika kamu berhasil, maka apa yang sudah kamu lakukan sebelumnya akan terbayar semua. Semangat!

Kesalahan Dalam Penggunaan Bahasa

Ketika mengajukan permohonan beasiswa, sering kali kamu diwajibkan untuk menuliskan (application letter). Tujuannya, untuk menunjukkan kualitas diri serta hal-hal menonjol yang mampu kamu ceritakan pada pihak pemberi beasiswa. Namun, dalam membuat surat itu, perhatikanlah susunan kalimat, tata bahasa, dan juga aturan penulisan.

Biasakan untuk menulis sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar dengan bahasa baku. Beberapa panitia akan menempatkan aplikasi kamu di tumpukan penolakan meski hanya ada satu kesalahan ejaan sekalipun. Pakailah motto dari seorang editor profesional: No Typo please! Karena jika aplikasimu bagus dan excellent, masa sih masih ditolak?

Tidak Memberikan Data Informasi Terbaru

Eits, kalau poin-poin di atas sudah kamu cek dan sudah benar. Sekarang cek lagi apakah data informasi kamu sudah yang terbaru atau belum. Contoh yang paling sederhana adalah ketika kamu mencantumkan foto diri yang diambil tiga sampai empat tahun lalu. Ketahuilah bahwa setiap data yang diberikan haruslah data dirimu yang paling baru, baik itu alamat tinggal, foto diri, ataupun status pendidikan.

Kebiasaan, Visi, dan Misi

Poin selanjutnya adalah tentang kebiasaan atau latar belakang yang terkait dengan visi dan misi yang kamu tuju. Masih berkaitan dengan kepenulisan essay, kita harus menjelaskan bagaimana eksistensi kehidupan sosial dan akademik serta berbagai pengalaman kepemimpinan dan kerja yang relevan. Contoh, misalnya kamu aktif dalam keilmiahan atau pernah publikasi paper dan jurnal, bisa juga ditambahkan informasi tentang itu.

Jika belum punya publikasi sebelumnya dan masih bingung cara menulis jurnal seperti apa, baca dulu ini: Bimbingan Menulis Jurnal

Tunjukkan bahwa sepulang dari kuliah dengan beasiswa tersebut, kita akan memberikan impact pada sekitar. Jangan lupa sisipkan gagasan dan impianmu untuk memajukan Indonesia, apalagi pada bidang studi yang akan kamu ajukan beasiswanya. Jangan lupa untuk meyakinkan mereka bahwa kamu bersedia untuk berbakti pada negara Indonesia. Meskipun begitu, pertimbangkan juga realistisnya juga. Jangan sampai malah kamu yang merasa terbebani. Okay?

Plagiat dan Tidak Orisinil

Oke, lanjut di poin selanjutnya yaitu terkait tingkat orisinalitas aplikasi beasiswa yang diajukan. Terkadang jika kita baru pertama kali menulis essai lamaran beasiswa pasti bingung kan mau buat kaya gimana. Lalu, kita pun membaca banyak contoh esai dari mereka yang sudah berhasil. Pada tahap ini, penting sekali untuk tetap mengedepankan tingkat keaslian dan keunikan.

Faktor Keberuntungan

Di poin terakhir ini gak kalah penting fellas. Kamu gak bisa selamanya menginginkan segala rencana yang kamu mau itu pasti terjadi sesuai dengan kehendak kamu. Padahal ada Tuhan yang juga memiliki rencana untuk kita. Jadi, mulai sekarang ketika melamar beasiswa, set up our mindset first. Ada faktor X yang bisa saja nggak kita tau atau pahami di dunia ini. Yang terpenting kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Lalu, berdoalah sehingga faktor keberuntungan itu berpihak pada kamu. Siap?

Nah, itu dia 10 poin kesalahan paling umum yang bisa jadi bahan intropeksi kamu fellas. Tetap semangat dan terus berusaha ya! Semoga bermanfaat.