Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Pastry dan Bakery: Beda, Contoh, dan Proses Pembuatan

English for Hospitality – Apakah kamu penyuka kuliner seperti kue-kue? Jenis sajian seperti pastry dan bakery tentu tidak boleh terlewat. 

Pada dasarnya, baik pastry maupun bakery adalah kue panggang yang memiliki cita rasa manis dan gurih. Namun, pastry serta bakery, keduanya berbeda definisi, jenis, bahan dan asal pembuatannya.

Seorang tukang roti dapat memanggang berbagai macam roti, termasuk roti gulung, pai, kue, kue kering, donat, dan masih banyak lagi. Namun, koki pastry umumnya lebih spesialis hanya pada makanan penutup. Mereka juga dapat membuat makanan yang tidak dipanggang sebagai bagian dari resep makanan penutup mereka, seperti puding, saus, dan coklat.  

Perbedaan utama lainnya antara tukang roti dan koki pastry adalah pengalaman. Baker dapat menjadi posisi entry-level. Namun pastry chef adalah gelar yang dimiliki sejalan dengan pengalaman dan seringkali memiliki peran manajerial pula.

Baca juga: Table Manner: Cara Set Up dan Aturan yang Perlu Kamu Tahu

Beda Pastry dan Bakery

Apa saja perbedaan antara pastry dengan bakery?

Sertifikat 

Untuk membuktikan tingkat keahlian mereka, pembuat roti dan koki pastry dapat mengikuti sertifikasi untuk membuktikan komitmen terhadap perdagangan mereka. Mereka dapat memulai dengan menjalani pendidikan untuk meraih gelar atau diploma dalam bidang kue.

Pendidikan tersebut menjadi dasar yang kuat dalam ilmu memanggang dan jenis adonan kue kering.

Di luar gelar, ada beberapa kelompok industri kuliner terkemuka yang menawarkan pendidikan dan sertifikasi tambahan. American Culinary Federation mengakui Certified Master Pastry Chefs, Certified Executive Pastry Chefs, dan Certified Pastry Culinaries. Untuk mencapai level-level ini, kamu harus memiliki pengalaman yang luas dan menyelesaikan ujian delapan hari di bidang ini  yang sangat menantang.

Seperti dilansir dari Escoffier, retail Bakers of America menawarkan sertifikasi yang berfokus pada pembuatan kue untuk Journey Bakers, Certified Bakers, dan Certified Master Bakers. Colette Christian, Instruktur Koki Pastry Escoffier, yakni Master Bakery Bersertifikat melalui RBA.

Peserta sertifikasi harus memanggang lusinan kue kering yang sempurna selama dua hari untuk mendapatkan gelar tersebut.

Contoh Pastry dan Bakery

Contoh Pastry 

Contoh Bakery

rnOWwA0o8MWsqxyPh3ancAwltZosvN 4 RKTuNUHkqit8N4Mjx8eyH1aII0N4RRHjLqnQCyyrl5UaM3tVTceWpjnpABT9JEdWAZjFUhqTLOVI38nnz9ilJcIe AtAzPS62o4FICLsUTprtqU2g

Proses Pembuatan Pastry dan Bakery 

Untuk proses pembuatannya, dibanding bakery, proses pembuatan pastry tentu lebih kompleks. Jika untuk membuat bakery secara umum diperlukan pengetahuan tentang pengadukan, fermentasi, penimbangan, pemulungan, pengistirahatan, dan pemanggangan.

Sementara itu untuk pastry, seperti puff pastry, danish, dan croissant, harus digiling dan dilapisi lemak beberapa kali dahulu. Kemudian dibentuk, dipanggang, dan disajikan.

Baca juga: Pentingnya Bahasa Asing untuk Hospitality

English for Hospitality, Siap Raih Karier Global

Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari di masa kini. Pastikan kamu sudah mempersiapkan diri dengan mengikuti Kursus English for Hospitality di Lister.

Cari tahu juga pengalaman seru sesama student di Lister Group Community di sini.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang!