Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Intercultural Learning: Tujuan dan Contoh Aktivitasnya

intercultural-learning

English for Cultural Training Intercultural Learning mengacu pada perolehan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung kemampuan peserta didik untuk memahami budaya dan berinteraksi dengan orang-orang dari budaya yang berbeda.

Tujuannya agar peserta didik semakin maju dengan tingkat pemahaman yang semakin canggih. Pemahaman ini mencakup budaya yang berbeda dan juga budaya mereka sendiri.

Nah, secara khusus, untuk mengembangkan kesadaran budaya, penting bagi pembelajar untuk memiliki kesadaran diri budaya ini. Intercultural Learning dapat dirancang untuk budaya tertentu dalam kaitannya dengan budaya target tunggal, seperti Jepang, atau budaya umum dan aplikasinya secara universal, seperti perspektif dan mendengarkan secara aktif.

Arti Intercultural Learning

Intercultural learning merupakan proses menjadi lebih sadar dan lebih memahami budaya sendiri dan budaya lain di seluruh dunia. Tujuan pembelajaran antarbudaya atau intercultural learning adalah untuk meningkatkan toleransi dan pemahaman internasional dan lintas budaya.

Pembelajaran antarbudaya tidak hanya dalam bentuk English for foreign language/EFL, tetapi dalam bidang pendidikan secara keseluruhan.

Baca juga: English for Cross Cultural Training untuk Berkarir

Apa Arti Budaya?

Budaya adalah seperangkat praktik sosial, sistem kepercayaan, sejarah bersama, atau serangkaian pengalaman. Suatu budaya mungkin identik dengan suatu negara, wilayah, kebangsaan, atau melintasi beberapa negara dan wilayah. Suatu budaya bisa juga identik dengan suatu agama, meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda.

Sangat mungkin bagi seseorang mengidentifikasi diri dengan lebih dari satu budaya.

Tujuan Intercultural Learning 

Bahasa itu sendiri didefinisikan oleh budaya. Kita tidak bisa menguasai bahasa jika tidak memahami budaya yang membentuknya. Kita tidak bisa belajar bahasa lain jika tidak memiliki kesadaran akan budaya lain, yakni bagaimana bahasa tersebut berhubungan dengan bahasa atau budaya pertama kita. 

Oleh karena itu, tidak hanya memiliki kesadaran budaya, penting juga memiliki kesadaran dan komunikasi antarbudaya. Kesadaran antarbudaya bukanlah keterampilan, tetapi serangkaian keterampilan dan sikap.

Pembelajaran komunikasi antarbudaya dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang budayanya sendiri. Hal ini akan membantu mereka memahami budaya lain. Tak hanya sebagai pengetahuan, tetapi praktik yang membutuhkan keterampilan dan sikap.

Keterampilan Kesadaran Antarbudaya

Apa sikap yang membentuk keterampilan tersebut? Seperti yang tercantum dalam laman Teaching English, berikut contohnya.

– mengamati, mengidentifikasi, dan mengenali

– membandingkan dan mengkontraskan

– negosiasi

– menghadapi ambiguitas

– menafsirkan pesan secara efektif

– menghindari kemungkinan salah tafsir

– membela sudut pandang sendiri dan mengakui legitimasi orang lain

– menerima perbedaan

Sementara itu tujuan pembelajaran dijelaskan sebagai berikut ini.

– Mendorong staf sekolah dan pendidik untuk memberikan keberagaman antarbudaya pada pendidikan.

– Menyediakan media pembelajaran yang memudahkan pemahaman antarbudaya.

– Mempromosikan sumber daya pendidikan terkait dengan pembelajaran antarbudaya.

Baca juga: Tiap Orang Punya Gaya Belajar yang Berbeda, Kamu yang Mana?

Contoh Aktivitas Intercultural Learning

Untuk contoh aktivitas kelasnya, seperti yang dijelaskan di laman Intercultural Learning, berikut ini contohnya. 

60 seconds = 1 minute, or does it?

Peserta

Siswa berjumlah 14 – 18

Kompetensi yang dilatih

− Empati dan sopan santun

– Kesadaran diri dan pengetahuan diri

– Kesadaran budaya kritis

– Multiperspektif

Tujuan kegiatan

– Meningkatkan kesadaran tentang persepsi yang berbeda dari berbagai pengertian, misalnya persepsi waktu bagi setiap individu, bahkan dalam budaya yang sama.

– Mempersiapkan siswa mengikuti program internasional dengan persepsi waktu yang berbeda.

Waktu

2 menit 30 detik.

Bahan yang diperlukan

– Fasilitator membutuhkan jam tangan

– Setiap peserta membutuhkan kursi

– Jika ada jam di dalam ruangan, tutupi dengan kertas; jika jam berdetak maka hapus

Langkah-Langkah

– Fasilitator meminta peserta untuk menyembunyikan jam tangan yang mereka miliki.

– Setiap orang harus duduk di kursi mereka dengan tenang dan mata tertutup.

– Fasilitator meminta semua orang untuk berdiri sambil memejamkan mata. Pada saat perintah “Go!”, masing-masing orang menghitung hingga 60 detik dan duduk ketika mereka selesai.

– Penting untuk ditekankan bahwa latihan ini hanya bisa berhasil jika semua peserta diam sepanjang aktivitas. Setelah para peserta duduk, mereka bisa membuka mata, tetapi tidak jika masih berdiri.

– Minta peserta untuk memperkirakan berapa lama mereka memejamkan mata.

Program Lister Untuk Memahami Budaya Asing 

Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari di masa kini. Pastikan kamu sudah mempersiapkan diri dengan mengikuti English for Cultural Training di Lister. 

Di sini kamu akan belajar bersama tutor-tutor ahli dan berpengalaman. Cari tahu kisah dan pengalaman mereka di sini.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu. Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang!