Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Head Hunter adalah: Cara Kerja dan Bedanya dengan Recruiter

head hunter adalah

Kemampuan berbahasa asing akan membuat kita semakin dilirik perusahaan, bahkan perusahaan asing. Untuk itu, kamu bisa mengambil kursus bahasa asing untuk karyawan di Lister for Company.

Kualifikasi yang lebih dapat memperluas peluang karier kamu. Bukan tidak mungkin kamu akan ditawari pekerjaan secara langsung oleh headhunter.

Apa itu headhunter? Bagaimana cara kerjanya? Apa bedanya dengan recruiter? Simak ulasannya berikut ini.

Headhunter adalah

Headhunter bisa berupa perusahaan, agen, maupun individu yang menawarkan jasa konsultasi serta rekrutmen karyawan baru. Namun karyawan yang dicari bukan sembarang karyawan, melainkan mereka yang menduduki posisi strategis, seperti manajerial atau level C-suite.

Jasa headhunter disewa oleh perusahaan. Mereka berorientasi pada kepuasan perusahaan yang membutuhkan karyawan yang berkualifikasi.

Headhunter tidak hanya bekerja sebagai perantara karyawan baru dengan perusahaan. Mereka juga berupaya memenuhi kebutuhan perusahaan sebagai klien.

Tak hanya itu, mereka terkadang berupaya “menarik” karyawan yang sudah bekerja di perusahaan lain agar berpindah ke perusahaan kliennya. Untuk itu, headhunter harus memiliki keahlian membujuk kandidat potensial. Keahlian ini tidak dimiliki recruiter HR pada umumnya.

Bagaimana Cara Kerja Headhunter?

Headhunter umumnya memiliki sistem kerja sebagai berikut.

1. Melakukan analisis terhadap pasar kerja dan tren tenaga kerja. Mereka lalu membuat daftar jenis pekerjaan yang paling dicari dan membutuhkan keahlian khusus.

2. Melakukan identifikasi terhadap kandidat potensial yang berkualifikasi. Mereka memanfaatkan jejaring untuk mendekati kandidat tersebut.

3. Membuat database berisi kurasi terhadap keahlian dan pengalaman yang dimiliki para kandidat potensial.

4. Menyarankan kandidat lain kepada perusahaan klien jika tidak ada dalam database.

5. Mendekati kandidat secara personal melalui komunikasi intensif. Mereka lalu menawarkan posisi tertentu di perusahaan klien.

6. Apabila kandidat tersebut masih bekerja di perusahaan lain, headhunter berupaya melakukan negosiasi agar mereka mau bergabung.

7. Mengadakan pertemuan dengan kandidat, melakukan wawancara, dan membuat kesepakatan kerja.

8. Setelah kandidat diterima sebagai karyawan, headhunter mendapat imbalan yang disebut dengan recruitment fee. Jumlah recruitment fee dihitung berdasarkan persentase gaji karyawan yang berhasil direkrut, sekitar 20-30 persen dari gaji karyawan per tahun.

Keahlian Headhunter

Menjadi headhunter tidaklah mudah karena dibutuhkan keahlian khusus. Apa saja keahlian yang wajib dimiliki seorang headhunter?

1. Mengikuti Tren Bisnis

Seorang headhunter harus memahami tren bisnis yang digeluti kliennya. Ia harus mengerti keterampilan apa saja yang dicari klien.

2. Memiliki Kemampuan Menjual

Headhunter dapat dikatakan sebagai sales. Ia menjual keahlian yang dimiliki kandidat kepada perusahaan klien.

Selain itu, headhunter harus mampu menarik minat kandidat agar mau bergabung dengan perusahaan klien.

3. Menganalisis Kandidat

Layaknya recruiter, headhunter harus bisa menganalisis keterampilan dan kepribadian kandidat. Hal ini dilakukan agar kandidat yang direkrut benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan klien.

4. Menggunakan Teknologi

Seorang headhunter wajib memahami perkembangan teknologi dan memanfaatkannya untuk merekrut kandidat. Misalnya menggunakan platform profesional untuk menemukan profil kandidat yang tepat.

5. Membangun Jejaring

Headhunter harus memiliki kemampuan membangun jejaring untuk mendekati kandidat. Hal ini penting dalam proses headhunting.

6. Menjaga Kerahasiaan

Headhunter umumnya mencari kandidat untuk posisi penting dalam perusahaan. Posisi ini biasanya berkaitan dengan pengambilan keputusan di perusahaan.

Maka dari itu, perusahaan biasanya meminta headhunter mencari kandidat secara rahasia. Penting bagi headhunter menjaga kerahasiaan tersebut.

Perbedaan dengan Recruiter

Headhunter berasal dari agensi maupun sebagai individu. Ia bertugas mencari kandidat untuk mengisi posisi yang sifatnya genting dan tidak dapat diisi karyawan yang sudah ada di perusahaan.

Sementara itu recruiter merupakan bagian dari perusahaan. Ia bertanggung jawab merekrut karyawan baru, mulai dari seleksi sampai proses offering.

Recruiter terikat dengan perusahaan. Ia melakukan perekrutan dengan tujuan internal. Selain itu, ia melakukan branding untuk menarik kandidat agar mau melamar di perusahaan.