Bahasa Hokkien: Asal-usul dan Bedanya dengan Mandarin

Kursus Bahasa Mandarin – Dataran China yang begitu luas membuatnya memiliki keragaman bahasa. China sendiri menetapkan bahasa Mandarin sebagai bahasa nasional, tetapi selain itu ada banyak bahasa khas daerah yang digunakan masyarakat.

Salah satunya adalah bahasa Hokkien. Bahasa ini berkembang tidak hanya di China saja, tetapi digunakan peranakan Tionghoa di berbagai belahan dunia.

Apa itu Bahasa Hokkien?

Bahasa Hokkien atau Hokkian (闽南语) adalah kelompok dialek yang berasal dari wilayah Minan, Provinsi Fujian bagian tenggara.

Bahasa ini digunakan di Provinsi Fujian, Provinsi Guangdong, dan Taiwan. Bahasa tersebut juga digunakan peranakan Tionghoa di Malaysia, Singapura, Indonesia, Filipina, dan kawasan Asia Tenggara lainnya.

Hal ini disebabkan orang Tionghoa di perantauan mayoritas berasal dari Provinsi Fujian di masa lampau.

Bahasa Hokkien sedikit-banyak mendapat pengaruh dari bahasa Kanton, terutama untuk logat Tiochiu. Logat dalam bahasa Hokkien lainnya adalah Ciangciu (Zhangzhou), Cuanciu (Quanzhou, dan Emui (Xiamen atau Amoy).

Di Indonesia sendiri, bahasa Hokkien digunakan komunitas peranakan Tionghoa di Medan, Pekanbaru, Palembang, Kepulauan Riau, dan berbagai kawasan Pecinan lainnya.

Asal-usul

Lebih dari dua ribu tahun lalu, pada masa Dinasti Qin, bangsa Han yang tinggal di utara bermigrasi ke Fujian akibat perang.

Perang terus berlanjut hingga masa Dinasti Jin. Gelombang migrasi terus terjadi ke Fujian.

Para pengungsi tersebut mulai menjadi penduduk tetap kawasan tersebut. Wilayah yang cukup terisolasi dari utara membuat cara komunikasi mereka berbeda, yakni dalam hal bahasa.

Cara berkomunikasi tersebut tetap dilestarikan sampai hari ini sebagai bahasa Hokkien.

Bahasa Hokkien di Indonesia

Di Indonesia, bahasa Hokkien banyak digunakan di kawasan Pecinan serta di antara komunitas peranakan Tionghoa.

Bahasa tersebut bercampur dengan bahasa Melayu dan bahasa daerah setempat. Hokkien jarang ditulis dengan hanzi, karena di masa Orde Baru terdapat larangan menggunakan atribut China, termasuk aksaranya.

Perbedaan dengan Bahasa Mandarin

Bahasa Mandarin memiliki empat nada, sedangkan Hokkien memiliki delapan nada. Hal ini membuatnya lebih sulit dipelajari.

Hokkien tidak memiliki aksara secara khusus. Bahasa tersebut dipelajari secara lisan. Selain itu, Hokkien memiliki kosakata yang jauh berbeda dengan Mandarin, contohnya dalam kosakata angka dan uang.

Contoh Kosakata

  • ce – 1
  • no – 2
  • sa – 3
  • si – 4
  • go – 5
  • lak – 6
  • jit – 7
  • pe – 8
  • kau – 9
  • cap – 10
  • cap it – 11
  • go cap – 50
  • ce pe – 100
  • ce pe it – 101
  • ce ceng – 1.000
  • ce ban – 10.000
  • ce tiau – 1.000.000
  • pai it – Senin
  • pai ji – Selasa
  • pai sa – Rabu
  • pai si – Kamis
  • pai go – Jumat
  • pai lak – Sabtu
  • le pai – Minggu
  • Lu mia amik? – Siapa namamu?
  • Kui ce lui? – Berapa harganya?
  • wa – saya
  • lu – kamu
  • ciak – makan

Belajar Bahasa Mandarin: Bekal Penting di Masa Depan

Syarat penting untuk dapat kuliah, bekerja, atau tinggal di China adalah menguasai bahasanya. Sebagai bekal, kamu dapat mengikuti Kursus Bahasa Mandarin di Lister.

Di sini kamu akan belajar bersama tutor-tutor ahli dan bersertifikat. Kamu akan mendapatkan modul yang akan membantu proses belajar. Selain itu, kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri. Daftar sekarang!