Aksen adalah Ciri Khas Seseorang, Apa Pengertiannya?

aksen adalah

Program Lister – Meskipun menggunakan bahasa yang sama, seseorang dapat memiliki aksen yang khas. Dalam masyarakat yang beragam latar belakang, aksen adalah salah satu ciri khas yang membedakan satu orang dengan orang lain.

Apa itu aksen?

Aksen adalah cara pengucapan yang khas oleh seseorang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), empat arti kata aksen yaitu:

  1. tekanan suara pada kata atau suku kata;
  2. pelafalan khas yang menjadi ciri seseorang; logat;
  3. tekanan;
  4. tanda diakritik.

Hal-hal yang membentuk aksen adalah:

  • Asal geografis
  • Kondisi sosio-ekonomi
  • Etnis
  • Kelas sosial
  • Pengaruh dari bahasa ibu

Aksen yang dimiliki memengaruhi cara pengucapan seseorang, walaupun secara grammar dan vocabulary sama.

Baca juga: Cari Tahu tentang Lingua Franca, Bahasa Penyatu di Dunia

Jenis-Jenis Aksen

Menurut Linguistic Society, terdapat dua jenis aksen.

Aksen asing

Aksen asing (foreign accent) terjadi ketika seseorang mengucapkan suatu bahasa dengan cara pelafalan bahasa lain.

Contohnya, seseorang kesulitan mengucapkan bunyi tertentu dalam bahasa lain yang bukan bahasa ibunya. Ia lalu menggantikan bunyi tersebut dengan bunyi yang baginya lebih mudah diucapkan.

Bagi native speaker, bunyi yang “salah” ini akan terdengar asing.

Aksen lokal

Aksen ini menunjukkan perbedaan cara seseorang melafalkan bahasa ibu mereka. Aksen tersebut muncul karena perbedaan tempat tinggal secara geografis dan kelas sosial.

Mereka yang tinggal dalam kelompok geografis dan kelas sosial yang sama umumnya menggunakan aksen yang serupa.

Hal ini membedakannya dengan orang dari kelompok lain, meskipun memiliki bahasa ibu yang sama.

Perbedaan dengan Dialek

Seperti yang dijelaskan dalam Language Advantage, aksen merujuk pada cara seseorang melafalkan suatu bahasa.

Sementara itu dialek adalah variasi bahasa berdasarkan wilayah atau kelas sosial. Dalam dialek, dapat muncul variasi pelafalan, tata bahasa, atau kosa kata.

Dialek memiliki tingkat perbedaan yang lebih luas daripada aksen.

Baca juga: Pengertian Native Speaker, Bisakah Menjadi Salah Satunya?

Contoh Aksen

Munculnya aksen sering ditemui saat mempelajari bahasa asing. Saat mempelajari suatu bahasa baru, seringkali seseorang masih dipengaruhi struktur dan bunyi dari bahasa native-nya.

Contohnya orang Jerman yang mempelajari bahasa Inggris akan kesulitan mengucapkan bunyi di awal kata wish dan this, karena bunyi tersebut tidak ada di bahasa Jerman. Mereka akan mengucapkannya dengan bunyi v dan z.

Sementara itu orang Inggris akan kesulitan mengucapkan kata schöne dan müde dalam bahasa Jerman. Pasalnya huruf vokal ö dan ü tidak ada dalam bahasa Inggris. Orang Inggris akan melafalkan kedua kata tersebut dengan aksen Inggris.

Contoh lainnya orang Jepang kesulitan membedakan huruf l dan r. Dalam bahasa Jepang, kedua bunyi tersebut tidak dibedakan. Mereka akan sering tertukar saat mengucapkan atau mendengar kata yang menggunakan l atau r dalam bahasa lain.

Contoh lain yang paling mudah ditemukan adalah banyaknya variasi aksen Inggris. Ada Canadian English, South African English, American English, British English, Singaporean English, Australian English, dan masih banyak lagi.

Aksen-aksen tersebut muncul karena perbedaan lokasi geografis, kultur, etnis, dan masih banyak alasan lainnya.

Mempelajari, Mengubah, atau Memperbaiki Aksen

Aksen dapat menjadi ciri identitas seseorang. Namun sebagai bagian dari dunia internasional, tak jarang kita harus menyesuaikan aksen.

Contohnya dalam dunia kerja, komunikasi sangat penting. Pelafalan yang keliru dapat memicu kesalahan, bahkan dapat mempengaruhi keputusan bisnis.

Dalam banyak kesempatan, penting untuk memiliki aksen yang mudah dipahami orang lain. Tidak perlu khawatir, karena aksen tidak bersifat permanen. Artinya bisa dipelajari, diubah, bahkan diperbaiki.

Beberapa cara mudah mempelajari aksen yaitu melalui listening. Film, musik, talkshow, podcast, dan lain-lain adalah beberapa sumber yang bisa kamu gunakan.

Telinga kamu akan terbiasa mendengar bunyi yang berbeda. Setelah mengetahuinya, cobalah untuk mempraktikkan bunyi-bunyi tersebut.

Lebih bagus lagi jika kamu bisa berlatih langsung dengan native speaker yang memiliki aksen tersebut. Kamu akan memperoleh aksen secara alami.

Sudah Tahu Mau Belajar Bahasa Apa? Temukan di Program Lister

Sudah tahu bahasa apa yang ingin kamu pelajari? Kamu akan menemukan kelas yang tepat sesuai kebutuhanmu di Program Lister.

Cari tahu pengalaman seru sesama student di Lister Group Community di sini.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang!

Share:

Brigitta Winasis
Brigitta Winasis
A lifetime learner, a magical world wanderer through books and stories. Writing for professional purposes and personal interests.

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts