Aksen British dan Aksen Amerika sering kali membuat orang penasaran karena keduanya sama-sama populer dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Walaupun menggunakan bahasa yang sama, keduanya memiliki perbedaan dalam pengucapan, intonasi, bahkan kosa kata sehari-hari.
Mengetahui perbedaan ini bisa membantu kamu lebih fleksibel berkomunikasi dengan penutur asli dari berbagai negara.
Belajar Bahasa Inggris dari Penutur Asli di Kursus English for Native di Lister! |
Aksen Adalah
Sebelum memahami tentang akses bahasa inggris yaitu british english maupun american english, mari kita pahami dulu tentang apa itu aksen.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), aksen memiliki beberapa arti, yaitu tanda di atas huruf untuk menunjukkan perbedaan kualitas bunyi, cara pengucapan khas yang terdapat pada suatu bahasa, serta tekanan pada suku kata atau kata tertentu dalam ujaran.
Sementara itu, menurut Oxford English Dictionary, aksen diartikan sebagai cara khas dalam melafalkan suatu bahasa yang biasanya terkait dengan negara, daerah, atau kelas sosial tertentu, serta dapat pula merujuk pada penekanan yang diberikan pada suku kata atau kata tertentu dalam sebuah ujaran.
| OXFORD DICTIONARY: Accent is defined as: A distinctive way of pronouncing a language, especially one associated with a particular country, area, or social class. An emphasis given to a particular syllable or word in speech. |
Dengan demikian, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, aksen pada dasarnya merujuk pada ciri khas dalam pengucapan dan tekanan bunyi yang membedakan suatu bahasa atau penutur.
British Accent (Aksen British)
Jika kamu pernah menyimak cara berbicara dalam film Harry Potter maka bisa mengenali aksen British ini.
Namun seperti apa sih aksen British lebih dalam?
Aksen British adalah cara pengucapan bahasa Inggris yang umum digunakan oleh penutur asli di Britania Raya, khususnya Inggris.
Aksen ini dikenal dengan ciri khasnya yang lebih jelas dalam mengucapkan huruf vokal dan konsonan dibandingkan aksen Amerika.
Misalnya, dalam aksen British Received Pronunciation (RP), huruf “r” di akhir kata sering kali tidak diucapkan, seperti pada kata “car” yang terdengar seperti “cah.”
Selain itu, aksen British juga cenderung memiliki intonasi yang lebih formal dan teratur, sehingga sering dianggap sebagai aksen yang “standar” atau prestisius dalam bahasa Inggris.
Namun, sebenarnya aksen British sangat beragam, karena tiap daerah di Britania Raya memiliki variasi pengucapan yang berbeda-beda, seperti aksen Cockney, Scouse, atau Geordie.
American Accents (Aksen Amerika)
Jika kamu pernah melihat film Fast and Furious, kebanyakan tokohnya menggunakan American Accent terutama tokoh utama.
Dapat dipahami, dalam percakapannya tokoh di film ini berkomunikasi dengan bahasa Inggris yang cenderung kasual dan jelas dalam pengucapannya.
Aksen Amerika adalah cara pengucapan bahasa Inggris yang digunakan oleh penutur asli di Amerika Serikat dan memiliki karakteristik yang berbeda dengan aksen British.
Salah satu ciri khasnya adalah pengucapan huruf “r” yang lebih jelas dan tegas, bahkan ketika berada di akhir kata, seperti pada kata “car” yang diucapkan dengan bunyi “r” penuh.
Selain itu, aksen Amerika cenderung memiliki vokal yang lebih datar dan intonasi yang lebih santai, sehingga terdengar lebih kasual dibandingkan aksen British.
Dalam aksen General American (GA) yang sering dianggap sebagai aksen standar, pengucapan relatif netral dan mudah dipahami oleh banyak penutur internasional.
Sama halnya dengan British, aksen Amerika juga memiliki banyak variasi regional, misalnya aksen Southern, New York, atau Midwestern, yang masing-masing membawa kekhasan tersendiri.

Perbedaan British dan American Accent
Bukan hanya pada perbedaan cara mengucapkan “r” dalam sebuah kata, masih ada beberapa aspek yang menjadi penanda beda antara aksen British dan Amerika.
Misalnya pada pilihan kosakata yang digunakan dan lain sebagainya.
1. Pilihan Vocabulary
Perbedaan vocabulary antara aksen British dan Amerika sangat terlihat dalam penggunaan kata sehari-hari. Misalnya, orang Amerika menggunakan kata apartment untuk menyebut tempat tinggal, sedangkan orang British lebih sering menggunakan kata flat.
Begitu pula dengan truck yang umum di Amerika, sementara di Inggris lebih dikenal dengan lorry. Kata vacation di Amerika identik dengan liburan, tetapi di Inggris disebut holiday.
Selain itu, orang Amerika menyebut alat transportasi vertikal dengan elevator, sementara orang British menyebutnya lift.
Perbedaan ini bukan sekadar variasi kecil, tetapi mencerminkan latar budaya dan kebiasaan masyarakat di masing-masing wilayah.
| Amerika | British |
|---|---|
| Apartment | Flat |
| Truck | Lorry |
| Vacation | Holiday |
| Elevator | Lift |
| Sweater | Jumper |
| Cookie | Biscuit |
| French fries | Chips |
| Chips | Crisps |
| Diaper | Nappy |
| Soccer | Football |
2. Spelling Vocab
Perbedaan spelling antara British English dan American English tampak pada banyak kosakata yang memiliki arti sama tetapi cara penulisannya berbeda.
British English biasanya mempertahankan bentuk ejaan yang lebih tradisional, sedangkan American English cenderung menyederhanakan.
Perbedaan lain terlihat pada penggandaan konsonan, di mana British English menulis “travelling” sementara American English menulis “traveling.”
Berikut contoh tabel perbedaan spelling:
| British English | American English |
|---|---|
| colour | color |
| favour | favor |
| honour | honor |
| centre | center |
| metre | meter |
| organise | organize |
| realise | realize |
| travelling | traveling |
| cancelled | canceled |
3. Pengucapan “r”
Perbedaan penggunaan huruf “r” antara British English dan American English cukup menonjol, terutama dalam aspek pelafalan (pronunciation).
British English, khususnya Received Pronunciation (RP), dikenal sebagai non-rhotic accent, artinya huruf “r” pada posisi akhir kata atau sebelum konsonan biasanya tidak diucapkan. Misalnya, kata “car” diucapkan lebih seperti “cah,” dan “hard” terdengar seperti “hahd.”
Sementara itu, American English umumnya bersifat rhotic, yaitu huruf “r” tetap diucapkan jelas di semua posisi, sehingga “car” terdengar “kar” dan “hard” terdengar “hard.”
Dari sisi spelling, tidak ada perbedaan, namun dalam praktik sehari-hari perbedaan ini sangat memengaruhi aksen khas masing-masing.
Berikut contoh tabel kosakata dengan perbedaan pelafalan huruf “r”:
| Kosakata | British English (RP) | American English |
|---|---|---|
| car | cah | kar |
| hard | hahd | hard |
| teacher | teacha | teacher |
| water | wata | water |
| doctor | docta | doctor |
4. Penggunaan Grammar
Perbedaan penggunaan grammar antara British English dan American English terlihat pada beberapa aturan tata bahasa.
Misalnya, dalam penggunaan present perfect tense, British English lebih sering menggunakan bentuk tersebut untuk menunjukkan pengalaman atau tindakan yang masih relevan dengan masa kini, sedangkan American English cenderung menggunakan simple past.
Collective nouns juga berbeda penggunaannya: British English memperlakukan collective nouns sebagai jamak, sementara American English menganggapnya tunggal.
Selain itu, penggunaan preposisi dalam konteks waktu juga berbeda, contohnya British English menggunakan “at the weekend” sedangkan American English menggunakan “on the weekend.”
Berikut tabel perbedaan grammar antara British dan American English:
| Aspek Grammar | British English | American English |
|---|---|---|
| Present Perfect vs Past | I have just eaten. | I just ate. |
| Collective Nouns | The team are winning. | The team is winning. |
| Future tense | I shall go to the store. | I will go to the store. |
| Preposisi waktu | at the weekend | on the weekend |
| Past Simple vs Present Perfect (already) | Have you already eaten? | Did you already eat? |
Belajar tentang aksen British dan Amerika ternyata seru banget ya, apalagi kalau kita bisa langsung membedakan cara pengucapannya.
Dengan memahami perbedaan ini, komunikasi jadi lebih mudah dan kita bisa memilih gaya bahasa yang paling nyaman. Intinya, nggak ada yang lebih baik atau buruk, semua kembali ke selera dan kebutuhan masing-masing.
Belajar Bahasa Inggris dari Penutur Asli berbagai Aksen di Lister!
Belajar bahasa Inggris langsung dari penutur asli di Lister akan memberikan pengalaman yang berbeda dan lebih menyenangkan di program kursus bahasa Inggris native Lister.
Kamu bisa mengenal aksen bahasa Inggris langsung dari penutur aslinya, sehingga kemampuan listening dan speaking-mu semakin terasah.
Kelas bersama native teacher juga membuatmu terbiasa dengan intonasi, kosakata, dan gaya bahasa yang autentik. Dengan metode interaktif, kamu bisa lebih percaya diri saat berbicara bahasa Inggris di situasi nyata.
Tak hanya itu, kamu juga akan mendapatkan feedback langsung untuk memperbaiki pengucapan dan grammar. Belajar dengan native teacher di Lister membuat proses belajar terasa natural dan efektif.
Informasi konsultasi bisa langsung hubungi tim Lister melalui Whatsapp!
Sumber gambar sampul: freepik



