GMAT dan GRE sama-sama dapat digunakan dalam seleksi studi lanjut, tetapi penerimaannya bergantung pada program tujuan. Mulailah dari persyaratan resmi kampus, lalu bandingkan format tes dan hasil latihanmu. Jangan memilih hanya karena salah satu tes dianggap lebih mudah.
Perbedaan format GMAT dan GRE saat ini
| Aspek | GMAT | GRE General Test |
|---|---|---|
| Materi utama | Quantitative Reasoning, Verbal Reasoning, dan Data Insights | Verbal Reasoning, Quantitative Reasoning, dan Analytical Writing |
| Durasi pengerjaan | 2 jam 15 menit, di luar jeda opsional | Sekitar 1 jam 58 menit |
| Susunan | 64 soal dalam tiga bagian | Satu tugas menulis, dua bagian Verbal, dan dua bagian Quantitative |
| Latihan yang perlu diperhatikan | Penalaran kuantitatif, pemahaman bacaan, evaluasi argumen, dan interpretasi data | Penalaran verbal dan kuantitatif serta penyusunan esai analitis |
Format GMAT sekarang tidak lagi memiliki bagian Analytical Writing Assessment dan Integrated Reasoning yang terpisah seperti versi lama. GRE General Test saat ini menggunakan satu tugas Analytical Writing, bukan dua esai. Karena itu, periksa versi materi sebelum memakai buku atau simulasi lama.
Rincian di atas mengacu pada struktur GMAT dari GMAC dan struktur GRE dari ETS. Periksa kembali sumber resmi saat menentukan jadwal tes.
Cara memilih tes untuk program tujuan
GMAT berkaitan dengan penerimaan pendidikan bisnis dan manajemen. GRE digunakan untuk berbagai program pascasarjana, termasuk program bisnis yang menerimanya. Namun, penerimaan satu tes di sebuah universitas tidak berarti semua programnya memiliki kebijakan yang sama.
- Catat tes yang diterima setiap program, masa berlaku skor, tenggat pengiriman, dan ketentuan skor bila dicantumkan.
- Jika kedua tes diterima, kerjakan latihan resmi masing-masing dengan batas waktu yang sesuai.
- Bandingkan kebutuhan belajar dan waktu yang tersedia, bukan angka skor mentah dua tes yang skalanya berbeda.
- Jika persyaratan tidak jelas, tanyakan langsung kepada bagian penerimaan program tujuan.
Gunakan hasil latihan sebagai diagnosis
Setelah latihan, catat kesalahan per bagian: konsep yang belum dikuasai, salah memahami pertanyaan, alur penalaran, kehabisan waktu, atau menebak. Satu skor total belum cukup untuk menentukan materi yang perlu diperbaiki.
Jika Quantitative menjadi kendala, pisahkan masalah konsep dari kecepatan berhitung. Jika Verbal lemah, tinjau pemahaman bacaan dan alasan memilih jawaban. Untuk GMAT Data Insights, periksa kemampuan membaca tabel, grafik, dan kecukupan informasi. Untuk GRE Analytical Writing, evaluasi struktur gagasan, alasan, serta contoh yang mendukung argumen.
Buat jadwal belajar berdasarkan kelemahan tersebut. Ulangi latihan terukur setelah melakukan perbaikan, lalu bandingkan pola kesalahan dan pengelolaan waktunya. Hasil simulasi merupakan bahan evaluasi belajar, bukan skor resmi untuk pendaftaran kampus.
Menentukan pendampingan setelah memilih tes
Untuk menyiapkan GMAT, pelajari dahulu silabus dan materi GMAT. Jika membutuhkan pendampingan, lihat program kursus GMAT Lister untuk format kelas, fasilitas, dan biaya terbaru.
Jika GRE lebih sesuai dengan persyaratan programmu, gunakan halaman kursus persiapan GRE sebagai rujukan program. Konfirmasikan cakupan materi, jumlah sesi, evaluasi latihan, dan biaya sebelum memilih paket. Tidak ada tes yang selalu lebih mudah untuk semua peserta; keputusan terbaik mengikuti kebutuhan kampus dan profil kemampuanmu.



