Contoh narrative text bahasa Inggris tidak sulit kita temui di internet, namun bagaimana jika kita diminta untuk membuatnya?
Menulis narrative text dalam bahasa Inggris itu susah-susah gampang. Terlebih jika kamu masih di tahap pemula dalam writing.
Namun dalam perjalanan belajar bahasa Inggris ini pasti kamu akan menemui materi tentang jenis teks ini. Jadi, tetap wajib untuk dipelajari ya!
Belajar Bahasa Inggris untuk Anak dengan Interaktif di Kursus English for Kids Lister |
Apa itu Narrative Text?
Narrative text adalah jenis teks dalam bahasa Inggris yang berfungsi untuk menyampaikan sebuah cerita, baik nyata maupun imajinatif, dengan tujuan utama menghibur pembaca sekaligus menyampaikan pesan moral atau nilai kehidupan.
Isi dari narrative text sering kali berupa dongeng, fabel, legenda, mitos, cerita rakyat, maupun kisah fantasi modern yang penuh imajinasi.
Di dalam narrative text, terdapat alur cerita (plot) yang jelas, mulai dari pengenalan tokoh dan latar, munculnya konflik, hingga penyelesaiannya.
Cerita biasanya disusun secara kronologis agar pembaca bisa mengikuti jalannya peristiwa dengan mudah.
Selain itu, narrative text sering menghadirkan karakter-karakter yang unik baik manusia, hewan, maupun makhluk imajiner yang terlibat dalam konflik dan akhirnya memberikan pelajaran berharga.
Dengan bahasa yang deskriptif dan penuh imajinasi, narrative text mampu membuat pembaca merasa seolah-olah ikut masuk ke dalam cerita, merasakan emosi para tokohnya, hingga mengambil hikmah dari akhir kisah.
Baca juga: Dongeng Si Kancil dan Buaya Bahasa Inggris Indonesia
Ciri-ciri Narrative Text
Pada materi narrative text ini kita juga mempelajari tentang ciri narrative text, hal inilah yang harus dipahami untuk membedakan teks naratif dengan teks lainnya.
Narrative text dalam bahasa inggris memiliki ciri sebagai berikut:
- Tujuan utama untuk menghibur
Narrative text ditulis dengan tujuan menghibur pembaca melalui sebuah cerita, baik nyata maupun imajinatif. - Menggunakan past tense
Karena menceritakan kejadian di masa lalu, maka kata kerja biasanya berbentuk lampau (went, saw, said, lived). - Menggunakan action verbs (kata kerja aksi)
Banyak memakai kata kerja yang menunjukkan tindakan, misalnya: run, fly, fight, escape, help. - Menggunakan direct and indirect speech
Dialog sering digunakan untuk memperjelas karakter dan membuat cerita lebih hidup. - Memiliki alur cerita (plot)
Ada rangkaian kejadian mulai dari pengenalan (orientation), masalah (complication), penyelesaian (resolution), hingga penutup (coda). - Menggunakan conjunctions dan adverbials
Untuk menghubungkan peristiwa secara kronologis, misalnya: then, after that, suddenly, finally, once upon a time. - Mengandung unsur imajinatif
Banyak narrative text berupa dongeng, mitos, legenda, atau fabel yang mengandung unsur khayalan. - Memiliki tokoh, latar, dan konflik
Ada karakter utama dan pendukung, latar tempat serta waktu, serta konflik yang menjadi inti cerita. - Mengandung pesan moral atau pelajaran hidup
Hampir semua narrative text menyelipkan nilai kehidupan, misalnya pentingnya kejujuran, keberanian, atau kasih sayang.
Language Features of Narrative Text (Ciri Kebahasaan Narrative Text)
Selain ciri di atas, narrative text memiliki aturan kebahasaan khusus dimana hal ini juga membedakan antara text narrative dengan teks lainnya.
1. Menggunakan Past Tense
Narrative text hampir selalu ditulis dengan past tense, karena isinya menceritakan peristiwa yang sudah terjadi di masa lalu.
Kata kerja berubah ke bentuk lampau, misalnya went, saw, said, lived, played. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa cerita bukan sedang berlangsung saat ini, melainkan sudah selesai.
Example: Once upon a time, there lived a poor widow and her son.
2. Menggunakan Action Verbs (Kata Kerja Aksi)
Karena narrative text penuh dengan peristiwa dan konflik, maka banyak digunakan kata kerja aksi yang menunjukkan kegiatan tokoh.
Kata kerja ini membuat cerita terasa lebih hidup dan dinamis.
Examples: run, jump, climb, fight, escape, chase, rescue.
Sentence: The prince fought the dragon bravely.
3. Menggunakan Time Connectives atau Conjunctions
Narrative text disusun berdasarkan urutan waktu (kronologis). Oleh karena itu, sering digunakan kata hubung waktu agar cerita mengalir rapi dari satu kejadian ke kejadian berikutnya.
Examples: then, after that, suddenly, later, before, finally, once upon a time.
Sentence: First, the rabbit ran into the forest. Then, the lion followed him angrily.
Populer: 3 Dongeng Panjang Kerajaan Bahasa Inggris dan Artinya
4. Menggunakan Adverbs dan Adverbial Phrases
Kata keterangan dan frasa keterangan sering digunakan untuk memperjelas kapan, di mana, dan bagaimana peristiwa terjadi. Ini membuat pembaca bisa membayangkan suasana cerita dengan lebih jelas.
Examples: in the forest, at midnight, two days later, happily, angrily, with great courage.
Sentence: The little girl walked slowly through the dark forest.
5. Menggunakan Direct dan Indirect Speech (Kalimat Langsung maupun Tidak Langsung)
Dialog antar tokoh sering muncul dalam narrative text untuk membuat cerita lebih menarik. Dialog biasanya ditulis dengan tanda kutip (direct speech) atau dilaporkan dengan gaya tidak langsung (indirect speech).
Direct speech example: “Help me, please!” cried the old man.
Indirect speech example: The old man said that he needed help.
6. Specific Characters (Tokoh Spesifik)
Narrative text selalu memiliki tokoh tertentu, bukan tokoh umum. Tokoh bisa berupa manusia, hewan, atau makhluk imajiner. Identitas tokoh biasanya jelas disebutkan di awal cerita.
Examples: Cinderella, Malin Kundang, The Clever Mouse-Deer, A Wicked Witch.
7. Descriptive Language (Bahasa Deskriptif)
Untuk membuat cerita lebih hidup, narrative text menggunakan bahasa deskriptif yang menggambarkan penampilan tokoh, suasana, atau latar cerita. Dengan deskripsi ini, pembaca dapat membayangkan adegan dengan lebih jelas.
Sentence: She was a beautiful girl with long black hair and a kind heart.
Tujuan Narrative Text
Tujuan narrative text adalah menghibur dan menarik minat pembaca juga memberikan pesan tersirat dari teks yang disampaikan.
Narrative text tidak hanya terbatas pada cerita yang berbau mistis, fiksi, legenda, dongeng, atau fabel saja, tetapi juga cerita lain tentang petualangan, misteri, dan semua bentuk cerita secara umum.
Secara detail, narrative text memiliki tujuan untuk:
- Menghibur (to entertain)
Narrative text ditulis terutama agar pembaca atau pendengar merasa terhibur melalui cerita yang menarik, seru, atau menyentuh. - Menceritakan kisah (to tell a story)
Menyajikan rangkaian peristiwa, baik nyata maupun imajinatif, yang disusun dalam alur tertentu. - Menyampaikan pesan moral (to give a moral lesson)
Banyak narrative text, seperti fabel atau dongeng, menyimpan nilai kehidupan yang bisa dipetik pembaca. - Mengajak pembaca berimajinasi (to stimulate imagination)
Melalui tokoh, latar, dan konflik, pembaca diajak membayangkan dunia lain atau pengalaman berbeda dari kehidupan sehari-hari.
Menarik: Cerita Pendek Dongeng untuk Anak, Inggris & Indonesia
Generic Structure Text Narrative
Berikut struktur narrative text pada umumnya. Sebelum menulis teks naratif maka sebaiknya memahami dulu strukturnya dengan baik ya!

1. Orientation
Pendahuluan adalah bagian di mana karakter, setting, dan waktu cerita ditetapkan. Biasanya bagian ini menceritakan siapa, kapan, dan di mana cerita terjadi.
Contoh: “Once upon a time, there was a wolf lived in the forest.”
2. Complication or Problem
Menceritakan awal masalah yang menyebabkan krisis. Complication biasanya melibatkan karakter utama.
Di bagian ini, cerita lebih terasa menegangkan atau terlihat awal mula permasalahannya sehingga menyebabkan pembaca/pendengar lebih penasaran.
Contoh: One day, a wicked witch cursed the girl and locked her in a tall tower.
3. Resolution
Akhir cerita yang berupa solusi dari masalah. Masalah dapat diselesaikan dengan baik atau justru menjadi lebih buruk, bahagia, atau sedih.
4. Reorientation
Merupakan pernyataan penutup cerita dan bersifat opsional. Bisa berisi tentang pelajaran moral, saran, atau pelajaran dari penulis.
Di bagian ini akan terlihat ending dari ceritanya, sad ending (akhir sedih) atau juga happy ending (akhir bahagia).
Contoh: Finally, a brave prince saved her, and they lived happily ever after.
Kemudian di akhir sesi, ada re-orientation yang sifatnya opsional dimana bagian ini Tidak selalu ada, tetapi terkadang ditambahkan sebagai penutup cerita yang berisi kesan, pesan moral, atau nasihat.
Contoh: The story teaches us that kindness will always be rewarded.
Populer : Dongeng Sebelum Tidur Romantis, Bercerita Untuk Kekasih
Jenis Jenis Narrative Text
Ada banyak jenis narrative text. Narrative text bisa berupa teks imajiner (khayalan), factual (fakta), atau kombinasi keduanya.
Jenis-jenis narrative text di antaranya adalah:
- fair story (cerita dongeng)
- mysteries (cerita misteri)
- science fiction (fiksi ilmu pengetahuan)
- romances (cerita romantis)
- horror stories (cerita horror)
- adventure stories (cerita petualangan)
- fables (dongeng hewan)
- myths (mitos)
- legends (legenda)
- historical narratives (cerita sejarah)
- ballads (balad)
- slice of life (cerita kehidupan)
- personal experience (pengalaman pribadi)
Contoh Narrative Text Bahasa Inggris
Berikut contoh narrative text bahasa Inggris yang bisa membantu kamu mempelajari text narrative bahasa inggris dengan maksimal.

Cinderella
Once upon a time, there was a beautiful young girl named Cinderella. She lived with her step mother and two sisters. They were arrogant and bad tempered.
They treated Cinderella very badly. Her step mother made Cinderella do the hardest job in the house, such as scrubbing the floor, cleaning the pot and pan and preparing food for the family. Her step sisters, on the other hand, did not work on the house. Their mother gave them many pretty dresses to wear.
One day, a king invited all girls in his kingdom to attend a ball in his palace. They were excited about this and spent so much time choosing the dresses they would wear. Cinderella could not stop crying after they left.
“Why are you crying, Cinderella?” the voice asked. She looked up and saw a fairy standing beside her. Then Cinderella told her why she was crying. Well the fairy said, “You’ve been such a cheerful, hardworking, uncomplaining girl that I will see that you go to the ball.”
The fairy turned a pumpkin into a coach and mice into a smooth two coach man and footman then tapped Cinderella’s dress with her wand, and it became a beautiful ball gown.
Then she gave her a pair of pretty glass shoes. “Now, Cinderella,” she said, “you have to leave the ball before midnight”.
Then she drove away a wonderful coach. Cinderella had a marvelous time either. She danced again and again with the prince. Suddenly the clock began to strike twelve, she ran toward the door as fast as he could do.
In her hurry, one of her glass shoes left behind. A few days later, the prince declared that he would marry the girl whose feet fitted the glass shoe.
Cinderella’s stepsisters tried on it but it was too small for them, no matter how hard they squeezed their toes into it. In the end, the king’s page let Cinderella try the shoe. She stretched his legs and slipped the shoe on the page.
It fitted perfectly. Finally, she was ushered into a magnificent palace and height. The prince were glad to see her again. They married and lived happily ever after.
Malin Kundang
Orientation
Once upon a time, in a small village by the sea in West Sumatra, there lived a poor widow and her only son named Malin Kundang. Malin was a hardworking and clever boy. Since his father had passed away, Malin helped his mother by fishing and collecting firewood. Although they lived in poverty, his mother always prayed for his success and happiness.
Complication
One day, Malin Kundang saw a big merchant ship anchored near the village. He was amazed by the ship and dreamed of sailing to distant lands. Malin begged his mother to allow him to join the sailors. At first, his mother was sad and worried, but finally she let him go, hoping he would find a better life.
Years passed, and Malin Kundang never came home. He became a successful merchant and married a beautiful woman from a wealthy family. One day, Malin’s luxurious ship sailed to his hometown. Hearing this news, his old mother rushed to the harbor to meet her beloved son. She cried with joy when she saw him again and ran to hug him.
But Malin Kundang felt ashamed of his poor and old mother. In front of his wife and sailors, he denied her and shouted, “She is not my mother! My mother would never look so dirty and ragged!” His mother’s heart was broken. With tears in her eyes, she prayed to God to punish her ungrateful son.
Resolution
Suddenly, dark clouds covered the sky, the wind blew strongly, and thunder roared. A great storm struck Malin’s ship. As he tried to escape, lightning hit him, and in an instant, Malin Kundang turned into stone. The stone statue of a man kneeling can still be found on the beach of West Sumatra today.
Re-orientation / Coda
The story of Malin Kundang teaches us to always honor and love our parents. Disrespecting them will only bring misfortune and regret.
Baca juga: 6 Cerita Liburan Bahasa Inggris, Singkat dan Seru!
Kursus English for Kids, Belajar Serasa Bermain!
Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa internasional yang kini menjadi kebutuhan pokok. Awali pelajaran bahasa Inggris dasar di Kursus English for Kids di Lister.
Students akan belajar bersama tutor-tutor ahli dan berpengalaman. Cari tahu kisah dan pengalaman mereka dalam Profil Tutor.
Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.
Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang melalui Whatsapp!
Sumber gambar sampul: freepik



