Kisah Paramitha, ASN Kemenperin yang Lolos Passing Grade TBS LPDP Bersama Lister

Ikuti cerita Paramitha, ASN Kemenperin yang Lolos Passing Grade TBS LPDP 2026 melalui program Bimbingan TBS bersama Lister! Dari belajar hingga bertukar pikiran dengan Tutor Berpengalaman.

Berawal dari Keinginan Melanjutkan Studi di Bidang Industri dan Sustainability

Bagi Paramitha Susilo Budi Utari, melanjutkan pendidikan bukan sekadar mengejar gelar akademik. Ada tujuan profesional yang ingin dicapai melalui studi lanjut, khususnya dalam memahami perkembangan sektor industri dan isu keberlanjutan.

Sebagai Auditor Ahli Muda di Inspektorat Jenderal Kemenperin, Paramitha memiliki pengalaman dalam pengawasan terhadap unit-unit teknis yang berperan dalam penyusunan kebijakan sekaligus pelaksanaan program di bidang industri.

Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa tantangan sektor industri saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketahanan industri, tetapi juga bagaimana prinsip sustainability atau keberlanjutan dapat diterapkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Atas dasar tersebut, Paramitha mengikuti seleksi Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 dengan dua preferensi program studi, yaitu:

  • Teknik Industri di Universitas Indonesia.
  • Master of Sustainability di Monash University Indonesia.

Menurutnya, kedua program tersebut sangat relevan dengan minat akademik sekaligus kebutuhan pengembangan kompetensi profesional di tempat Paramitha bekerja.

Pernah Gagal di Chevening, Paramitha Mantap Ikuti Seleksi LPDP

Seleksi LPDP Tahap 2 Tahun 2026 menjadi pengalaman kedua Paramitha dalam mengikuti proses seleksi beasiswa. Sebelumnya, ia pernah mencoba mendaftar beasiswa Chevening pada 2018, tetapi prosesnya hanya sampai tahap pengumpulan esai, rencana studi, dan dokumen pendukung.

Dengan pengalaman yang sangat terbatas, Paramitha mengaku belum terlalu familiar dengan mekanisme seleksi LPDP, khususnya materi dan pola soal yang diujikan dalam Tes Bakat Skolastik.

Ia juga menyadari bahwa soal-soal TBS membutuhkan kemampuan berpikir kritis, ketelitian, serta strategi pengerjaan yang tepat. Tingkat kesulitan soal yang semakin menantang membuat persiapan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Tantangan lainnya adalah membagi waktu antara pekerjaan sehari-hari sebagai auditor dan persiapan seleksi beasiswa. Dengan tanggung jawab profesional yang cukup padat, Paramitha perlu mengatur waktu belajar agar tetap dapat menjalankan kedua aktivitas tersebut.

Karena itulah, kesempatan mengikuti program pembimbingan TBS LPDP bersama Lister menjadi salah satu dukungan penting dalam proses persiapannya.

Mengikuti Program Bimbingan TBS LPDP Lister

Untuk membantu mempersiapkan pegawai menghadapi seleksi Beasiswa LPDP 2026, BPSDMI Kemenperin menyelenggarakan program Bimbingan TBS LPDP melalui kerja sama Kemenperin X Lister.

Program yang berlangsung pada Juli hingga Oktober 2026 ini terdiri atas tiga tahapan pembelajaran:

  1. Tahap 1 – Penyusunan dan Pembimbingan Esai: membantu peserta mempersiapkan esai dan rencana studi sebagai bagian dari persyaratan seleksi.
  2. Tahap 2 – Pembimbingan Tes Bakat Skolastik: memberikan pembelajaran materi, latihan soal, dan strategi menghadapi TBS LPDP.
  3. Tahap 3 – Simulasi Wawancara: mempersiapkan peserta menghadapi tahapan wawancara dalam seleksi beasiswa.

Paramitha dan 23 teman sejawat dari Kemenperin mengikuti program bimbingan Lister bersama tutor Muhamad Ikhsan Sahal Guntur yang juga merupakan awardee LPDP tahun 2017 dan 2024.

Melalui kelas tersebut, terdapat 24 peserta yang mengikuti pembelajaran TBS, pembahasan soal, dan sharing session untuk mendapatkan wawasan dari tutor telah memahami proses seleksi LPDP.

Para peserta juga berkesempatan untuk berdiskusi dan bertukar perspektif mengenai persiapan seleksi LPDP dengan tutor.

Belajar Penalaran hingga Pemecahan Masalah

Selama mengikuti pembimbingan TBS LPDP, Paramitha mendapatkan pembelajaran yang mencakup berbagai materi penting, mulai dari logika, deret, analogi, aljabar, analisis kecukupan data, hingga pemecahan masalah.

Tidak hanya mendapatkan penjelasan konsep, peserta juga diajak membahas contoh soal yang pernah diujikan dalam seleksi TBS LPDP periode sebelumnya.

Salah satu hal yang paling dirasakan manfaatnya oleh Paramitha adalah pembelajaran yang berfokus pada teknik dan strategi pengerjaan soal.

Peserta mendapatkan tips untuk memahami pola soal, menentukan langkah penyelesaian, serta mengoptimalkan waktu pengerjaan agar dapat menyelesaikan soal secara lebih efektif.

Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif meskipun seluruh sesi dilaksanakan secara daring.

Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan secara bergantian menjelaskan cara penyelesaian soal. Selanjutnya, tutor bersama peserta lainnya membahas berbagai alternatif jawaban untuk menemukan strategi pengerjaan yang lebih efektif.

Metode belajar semacam ini membantu Paramitha memahami bahwa menyelesaikan soal TBS bukan hanya tentang menemukan jawaban yang benar, tetapi juga memahami proses berpikir dan menentukan cara penyelesaian yang tepat.

Berhasil Melampaui Passing Grade TBS LPDP 2026 dengan Skor 160

Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan persiapan Paramitha adalah keberhasilannya memperoleh skor TBS yang melampaui passing grade seleksi LPDP 2026.

Sebelum mengikuti program bimbingan, setiap peserta diminta untuk mengerjakan soal-soal Pre-Test. Dalam tes ini, Paramitha memperoleh nilai Pre-Test TBS sebesar 155.

Paramitha menyadari bahwa proses persiapannya tidak selalu mudah. Keterbatasan waktu dan tanggung jawab pekerjaan sebagai auditor membuatnya harus membagi fokus antara pekerjaan sehari-hari dan belajar secara mandiri.

Ketika menghadapi tes sesungguhnya sebagai bagian dari seleksi LPDP Tahap 2 Tahun 2026, Paramitha berhasil memperoleh skor 160 dari passing grade 125.

Bukan Hanya Belajar Materi, Tapi Juga Bertukar Pikiran

Disampaikan kepada tim Lister, Paramitha merasakan manfaat lain selama mengikuti program bimbingan TBS LPDP bersama Lister. Selain mendapatkan kesempatan belajar dengan tutor yang berpengalaman, ia juga mendapatkan ruang untuk bertukar pikiran dan pengalaman dengan peserta lain yang memiliki latar belakang serta tingkat pengalaman berbeda.

Ada peserta yang baru pertama kali mengikuti seleksi LPDP, seperti Paramitha, dan ada pula yang sudah beberapa kali mengikuti TBS dalam proses seleksi sebelumnya. Interaksi tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling berbagi strategi, mendiskusikan soal, dan memberikan dukungan selama menjalani proses persiapan.

“Benefit yang paling saya rasakan adalah adanya kesempatan untuk belajar secara intensif dengan tutor yang menguasai bidangnya, dan bertukar pikiran serta pengalaman dengan peserta seleksi LPDP lainnya,” tutur Paramtiha.

Gapai Studi Impian bersama Lister!

Lister terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan kompetensi para karyawan melalui Corporate Training Berkualitas. Cerita dari Paramitha dan peserta lainnya melalui program BPSDMI Kemenperin menjadi bagian dari perjalanan Lister dalam mewujudkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan peserta.

Ingin mempersiapkan diri menghadapi seleksi LPDP dan tes akademik lainnya? Tingkatkan kemampuan dan persiapkan langkahmu bersama Lister!

Kunjungi website kami atau hubungi tim Student Success Lister dan temukan program persiapan yang dapat membantumu meraih impian!

Share:

Picture of Rias Ranimuna Sholehah
Rias Ranimuna Sholehah

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts