Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Work-Life Balance Tak Lagi Mitos, ini 5 Cara Meraihnya

work life balance adalah

Program ListerWork-life balance adalah ungkapan yang sering kita dengar di kalangan rekan-rekan kerja. Dengan tuntutan kerja semakin berat, tak jarang kita menganggap work-home balance tidak mungkin diraih.

Namun hal tersebut sebenarnya dapat kamu capai, asalkan konsisten. Cari tahu selengkapnya.

Work-Life Balance adalah

Work-life balance adalah keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi. HRZone menjelaskan work-life balance merujuk pada tingkat prioritas antara kegiatan pribadi dan pekerjaan (profesional) dalam kehidupan seseorang.

Konsep work-life balance memang berkaitan dengan pola hidup. Walaupun begitu, Employ Sure menyebutkan, bukan berarti segala sesuatunya harus terjadwal secara kaku atau terbagi 50-50.

Konsep keseimbangan setiap orang berbeda, bahkan setiap harinya dapat berubah. Hal yang lebih penting adalah memastikan kehidupan kerja dan pribadi selalu mendapat porsi waktu sesuai yang dibutuhkan.

Asal-usul

Menurut Kumanu, pada masa akhir Revolusi Industri di Inggris, orang dapat bekerja sampai 14-16 jam per hari, 6 hari seminggu. Hal ini menimbulkan persoalan kesehatan yang serius, terutama bagi anak muda. Kebijakan pengurangan jam kerja mulai dicetuskan untuk perempuan dan anak-anak.

Pada saat yang sama, pemerintah Amerika Serikat mencatat kalangan pekerja umumnya bekerja lebih dari 100 jam per minggu.

Pada 24 Oktober 1940, AS menetapkan Fair Labor Standards Act yang menyebutkan jam kerja maksimal 40 jam per minggu.

Istilah work-life balance sendiri pertama kali muncul di Inggris pada 1980-an dalam Women’s Liberation Movement. Gerakan ini mendorong jadwal kerja yang fleksibel dan cuti melahirkan bagi perempuan.

Work-life balance semakin sulit diwujudkan seiring perkembangan teknologi dan internet. Orang dapat bekerja dari mana saja, termasuk dari rumah.

Internet juga memungkinkan seseorang bekerja kapan saja, bahkan sepanjang hari.

Meskipun konsep work from home menawarkan kemudahan, tak sedikit yang kesulitan membatasi pekerjaan agar tidak mencampuri kehidupan pribadi.

Contoh Work-Life Balance

Masih belum punya gambaran konsep keseimbangan yang dijelaskan di atas? Berikut contohnya.

  • Tugas di tempat kerja selesai dengan tuntas tepat waktu saat jam pulang kerja.
  • Cukup waktu untuk makan, istirahat, dan tidur.
  • Punya waktu untuk keluarga, teman, dan melakukan hobi.
  • Tidak mencemaskan urusan kerja saat berada di rumah.

Keuntungan Work-Life Balance

  • Mengurangi stres
  • Memperbaiki kesehatan mental
  • Mengurangi potensi depresi, burnout, hipertensi, dan penyakit jantung
  • Manajemen waktu lebih baik
  • Meningkatkan kepuasan dalam hidup
  • Memiliki kontrol dalam hidup
  • Cara kerja lebih efektif

Baca juga: Time Management adalah Cara Kerja Cerdas, ini 7 Tipsnya

Tips Meraih Work-Life Balance

Seperti disinggung sebelumnya, tips untuk mendapatkan kehidupan pribadi dan pekerjaan yang seimbang sebenarnya mudah. Hal yang paling penting adalah berani menetapkan batasan dan konsistensi.

Tetapkan batasan dan aturan

Buat batasan yang jelas tentang hal-hal yang menjadi urusan pekerjaan dan pribadi. Tak hanya agar pekerjaan mengganggu kehidupan pribadi, tetapi juga agar urusan pribadi tidak mengganggu pekerjaan.

Salah satu contoh mudahnya adalah tidak membuka email pekerjaan atau menerima telepon dari rekan di luar jam kerja.

Walaupun begitu, kamu juga harus tetap fleksibel. Misalnya ada hal-hal sangat urgen yang harus segera ditangani, tanpa memandang tempat kerja atau kehidupan pribadi.

Konsisten

Konsisten adalah hal penting. Awalnya mungkin sulit untuk memulai kebiasaan menetapkan batas. Semua perlu dibiasakan terlebih dahulu.

Cobalah bersikap disiplin terhadap urusan pekerjaan dan pribadi. Jika perlu, sampaikan kepada rekan kerja, teman, atau keluarga bahwa kamu mulai menetapkan batasan-batasan tersebut.

Tidak lupa, kamu perlu mengevaluasi kapan batasan tersebut perlu diubah agar tetap fleksibel.

Ambil jeda

Istirahat adalah hal yang penting agar kamu tetap produktif. Saat kamu sudah mulai merasa jenuh, ambil jeda sejenak. Jangan sampai merasa stres dengan pekerjaan.

Saat kamu mengalami stres, produktivitas akan berkurang dan mudah membuat kesalahan.

Kamu juga dapat menetapkan jadwal khusus untuk kegiatan pribadi seperti melakukan hobi, bertemu teman, atau sekadar istirahat di rumah.

Mencari bantuan profesional

Saat kamu merasa beban kerja sudah memengaruhi kesehatan mental, tak ada salahnya untuk meminta bantuan profesional. Saat ini bantuan kesehatan mental sudah dapat diakses dengan mudah, bahkan melalui internet sekalipun.

Sudah Tahu Mau Belajar Bahasa Apa? Temukan di Program Lister

Sudah tahu bahasa apa yang ingin kamu pelajari? Kamu akan menemukan kelas yang tepat sesuai kebutuhanmu di Program Lister.

Cari tahu pengalaman seru sesama student di Lister Group Community di sini.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang!