Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Turki Usmani, Peradaban Dunia dan Islam yang Berjaya 6 Abad

turki usmani topkapi

Kebudayaan dan sejarah Turki menarik untuk dipelajari, terlebih dari sumber bahasa aslinya langsung. Agar bisa mempelajarinya secara lengkap, kamu bisa mengikuti Kursus Bahasa Turki.

Turki Usmani (Kesultanan Utsmaniyah atau Ottoman Empire) adalah salah satu dinasti paling berkuasa dan paling lama dalam sejarah dunia.

Selama enam abad, kesultanan tersebut menjadi pusat peradaban dunia dan Islam. Bagaimana kisahnya?

Turki Usmani

Turki Usmani disebut Devlet-i ʿAliyye-yi ʿOsmâniyye yang secara harfiah berarti Daulat/Negara Agung Utsmaniyah. Dalam bahasa Turki modern, kesultanan itu disebut Osmanlı Devleti atau Osmanlı İmparatorluğu.

Dalam sejumlah literatur Barat, Turki Usmani dikenal dengan nama Ottoman.

Kesultanan tersebut membentang sepanjang Timur Tengah, Eropa Timur, dan Afrika Utara selama lebih dari 600 tahun. Pemimpinnya disebut Sultan yang memiliki otoritas politik dan keagamaan bagi rakyatnya.

Turki Usmani berjaya mulai abad ke-14 sampai awal abad ke-20.

Awal Mula

Turki Usmani didirikan sekitar 1299 di sebelah barat laut Anatolia, tepatnya di kota Söğüt (kini Bilecik) oleh pemimpin suku Turkoman, Osman I.

Istilah Ottoman berasal dari nama Osman, yang disebut Uthman dalam bahasa Arab.

Osman mendirikan pemerintahan dan melakukan ekspansi teritori. Kepemimpinan dilanjutkan kepada Orhan, Murad I, dan Bayezid I.

Pada 1453, Mehmed II memimpin Turki Usmani menaklukkan kota kuno Konstantinopel, yakni ibukota Kekaisaran Bizantium. Penaklukkan tersebut mengakhiri masa kejayaan Kekaisaran Bizantium yang berlangsung selama 1.000 tahun.

Mehmed II lalu mengganti nama kota tersebut menjadi Istanbul dan menjadikannya ibukota. Istanbul kemudian menjadi pusat perdagangan dan kebudayaan.

Kebangkitan

Pada 1517, Selim I membawa Suriah, Arab, Palestina, dan Mesir di bawah kekuasaan Turki Usmani.

Kesultanan tersebut mencapai puncak kejayaannya pada 1520 sampai 1566 di bawah pemerintahan Sulaiman Yang Agung. Periode ini ditandai dengan kekuasaan, stabilitas, dan kemakmuran.

Sulaiman membangun sistem hukum dan menyediakan wadah bagi seni dan sastra. Masyarakat Muslim menganggap Sulaiman sebagai pemimpin keagamaan sekaligus politik.

Di bawah masa kepemimpinannya, kesultanan berkembang sampai ke Eropa Timur.

turki usmani
Jendela Topkapi

Wilayah Kekuasaan

Di masa puncaknya, Turki Usmani menguasai wilayah berikut.

  • Turki
  • Yunani
  • Bulgaria
  • Mesir
  • Hungaria
  • Makedonia
  • Rumania
  • Yordania
  • Palestina
  • Lebanon
  • Suriah
  • Sebagian Arab
  • Sebagian besar jalur pantai Afrika Utara

Pengaruh

Turki Usmani dikenal akan pencapaiannya di bidang seni, sains, dan pengobatan. Istanbul dan kota-kota besar lainnya menjadi pusat seni dunia selama masa pemerintahan Sulaiman Yang Agung.

Sains berkembang pada masa tersebut. Sejumlah ahli matematika, astronomi, filsafat, fisika, geografi, dan kimia berasal dari Turki Usmani.

Tak ketinggalan sejumlah penemuan penting di dunia medis berasal dari era Turki Usmani. Seperti forsep, kateter, pisau bedah, penjepit, dan lancet.

Kesultanan tersebut mewariskan pengaruh di bidang militer, seni, dan arsitektur bagi Turki modern dan negara sekuler lainnya.

Istana Topkapi

Sebanyak 36 Sultan memerintah Turki Usmani selama 1299 sampai 1922. Para Sultan tersebut tinggal di Istana Topkapi, Istanbul.

Kompleks istana tersebut terdiri dari taman, halaman luas, bangunan tempat tinggal, dan gedung administratif.

Di dalamnya terdapat sebuah harem, yakni bagian terpisah di mana para istri, selir, dan budak wanita tinggal. Para perempuan ini bertugas melayani Sultan. Sementara para lelaki yang tinggal di harem merupakan kasim.

Sultan sering mendapat ancaman pembunuhan, sehingga ia selalu berpindah tempat setiap malam.

turki usmani
Masjid Raya Sulaiman

Agama Lain

Sejumlah sejarawan meyakini bahwa Turki Usmani toleran dengan keberadaan agama lain. Hal ini dibuktikan dengan adanya sistem millet.

Dalam sistem millet, hak-hak minoritas yang ditoleransi oleh hukum agama wajib dilindungi. Mereka tetap memiliki kekuasaan secara terbatas dan harus tetap mematuhi pemerintahan Turki Usmani.

Kemunduran

Awal 1600-an, Turki Usmani mulai kehilangan kekuatan ekonomi dan militernya di Eropa. Pada masa itu Eropa mulai bangkit dengan munculnya era Renaissance dan Revolusi Industri.

Kepemimpinan internal pun melemah. Selain itu, Turki Usmani harus bersaing dengan perdagangan dari Amerika dan India.

Pada 1683, Turki Usmani kalah dalam Perang Wina. Beberapa ratus tahun kemudian, kesultanan mulai kehilangan daerah kekuasaannya.

Setelah memberontak, Yunani mendeklarasikan kemerdekaan pada 1830. Kongres Berlin pada 1878 menyatakan kemerdekaan Rumania, Serbia, dan Bulgaria.

Selama Perang Balkan pada 1912-1913, Turki Usmani kehilangan hampir seluruh teritori mereka di Eropa.

Keruntuhan

Pada Perang Dunia I, militer Turki Usmani menjadi sekutu Blok Sentral bersama dengan Jerman dan Austria-Hungaria. Namun mereka kalah pada Oktober 1918.

Setelah Gencatan Senjata Mudros, sebagian besar wilayah Turki Usmani dibagi antara Inggris, Prancis, Yunani, dan Rusia.

Turki Usmani secara resmi berakhir pada 1922. Turki mendeklarasikan diri sebagai republik pada 29 Oktober 1923 melalui Mustafa Kemal Atatürk yang kemudian menjadi presiden pertama.

Selama masa pemerintahan Atatürk, Turki berkembang menjadi negara sekuler.