Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Sejarah Panjang Revolusi Industri hingga Society 5.0

sejarah revolusi industri

Manusia harus terus berkembang dan beradaptasi, tentu demi kemajuan pribadi dan hajat hidupnya. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk membuka prospek karier adalah dengan mempelajari bahasa asing. Kamu bisa melakukannya melalui kursus bahasa asing di Lister for Company.

Salah satu bukti kemampuan manusia untuk terus berkembang yaitu adanya revolusi industri. Seperti apa sejarah revolusi industri hingga kini muncul society 5.0? Berikut ulasannya.

Revolusi Industri 1.0

Revolusi industri dimulai dari penemuan mesin uap pada abad ke-18. Mesin uap tersebut dimanfaatkan untuk memaksimalkan produktivitas industri tekstil.

Caranya adalah menggunakan mesin uap untuk alat tenun mekanis. Awalnya mesin tenun bergantung pada tenaga hewan dan manusia.

Mesin uap juga dimanfaatkan untuk alat transportasi. Alat transportasi semakin maju ketika James Watt mengembangkan mesin uap yang jauh lebih efisien dan murah pada 1776.

Menggunakan mesin uap yang baru, kapal bisa berlayar 24 jam nonstop. Penemuan ini membuat bangsa Eropa bisa mengirim kapal-kapal dalam misi imperialisme di negara-negara Afrika dan Asia.

Pada masa ini sudah mulai terlihat dampak pencemaran lingkungan akibat asap dari mesin uap dan limbah pabrik.

Revolusi Industri 2.0

Revolusi industri tahap dua ini dimulai pada abad ke-20. Tahap ini dimulai dengan penemuan tenaga listrik.

Saat itu mobil mulai diproduksi secara massal. Mobil dapat diproduksi lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak tenaga manusia dengan ditemukannya ban berjalan (conveyor belt) pada 1913.

Selain itu pekerjaan perakit mobil semakin dimudahkan dengan adanya mesin bertenaga listrik yang lebih murah dan efisien dibandingkan tenaga uap.

Produksi alutsista untuk keperluan militer pada Perang Dunia II juga semakin meningkat. Tank, pesawat, dan senjata diproduksi secara massal di pabrik yang menggunakan ban berjalan.

Masyarakat agraris pun perlahan-lahan berubah menjadi masyarakat industri.

Revolusi Industri 3.0

Pada revolusi industri tahap dua, tenaga manusia masih dibutuhkan dalam proses produksi. Namun pada tahap tiga, tenaga manusia semakin dikurangi. Era teknologi informasi dimulai.

Revolusi industri 3.0 muncul setelah ditemukannya mesin pintar yang dapat berpikir dan bergerak secara otomatis, yakni komputer serta robot.

Pada masa ini komputer terus berkembang. Mulanya komputer diciptakan sangat besar, tidak bisa menerima perintah dari keyboard, dan membutuhkan daya listrik yang besar.

Seiring berjalannya waktu, ditemukan semikonduktor, transistor, dan integrated chip (IC). Hal ini membuat ukuran komputer semakin kecil, semakin canggih, dan tidak membutuhkan banyak listrik.

Komputer pun mulai dipasang di mesin-mesin produksi. Keberadaan komputer menggantikan pekerjaan manusia sebagai operator.

Revolusi Industri 4.0

Munculnya revolusi industri 4.0 ditandai dengan gabungan teknologi otomatisasi dengan siber. Teknologi produksi semakin canggih dengan adanya otomatisasi dan pertukaran data.

Tren ini tidak hanya memengaruhi industri manufaktur, tetapi juga aspek kehidupan lainnya. Termasuk ekonomi, sistem kerja, dan gaya hidup. Teknologi cerdas mempermudah berbagai aspek dalam hidup manusia.

Society 5.0

Perkembangan tidak hanya berhenti pada revolusi industri 4.0. Federasi Bisnis Jepang lalu memunculkan konsep era society 5.0.

Era society 5.0 menggabungkan dunia maya dengan dunia fisik. Tujuannya adalah mempermudah kehidupan manusia.

Keberadaan teknologi dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah sosial manusia. Salah satu manfaatnya adalah memperluas peluang kerja.

Manusia tidak lagi menjadi objek pasif seperti yang terjadi dalam revolusi industri 4.0. Namun menjadi bagian yang terintegrasi dari perkembangan teknologi.