Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Bagaimana Cara Membangun Perusahaan? Ini 8 Langkahnya

cara membangun perusahaan

Untuk membuka prospek karier yang lebih luas, kamu tentu harus terus mengembangkan diri. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari bahasa asing. Kamu bisa mengambil kelas bahasa asing untuk karyawan di Lister for Company.

Kemampuan berbahasa asing tersebut tidak hanya bermanfaat dalam dunia kerja, tetapi juga saat kamu ingin merintis usaha sendiri. Dengan menguasai bahasa asing, kamu membuka peluang bekerja sama dengan orang asing hingga mengembangkan bisnis sampai ke luar negeri.

Bagi kamu yang baru mulai merintis usaha, kamu wajib memahami tahapannya. Bagaimana cara membangun perusahaan? Apa saja yang harus dipersiapkan? Simak ulasannya.

Apa itu Perusahaan?

Perusahaan dapat diartikan sebagai tempat produksi barang atau jasa. Di sini semua faktor produksi dimanfaatkan, yakni tenaga kerja, sumber daya alam, modal, dan lain-lain.

Perusahaan juga dapat disebut sebagai lembaga atau organisasi yang bertujuan meraih keuntungan dengan menyediakan barang atau jasa untuk dijual.

Perbedaan perusahaan dengan pabrik yaitu dalam hal kegiatan yang dilakukan. Pabrik berkegiatan mengolah bahan mentah menjadi suatu barang, tergantung industri yang digeluti.

Sementara itu perusahaan memiliki kegiatan yang lebih luas, yakni mengelola dan menyediakan barang atau jasa yang nantinya akan dijual ke masyarakat.

Terdapat berbagai jenis perusahaan. Di antaranya adalah perusahaan perseorangan, firma, persekutuan komanditer (CV), perseroan terbatas (PT), perseroan terbatas terbuka (PT. Tbk), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan koperasi.

8 Langkah Membangun Perusahaan

Memulai perusahaan sendiri adalah hal yang tidak mudah. Terkadang kita tidak tahu harus mulai dari mana.

Berikut ini delapan langkah mudah yang bisa kamu lakukan untuk membangun perusahaan.

1. Pastikan Jika Bisnis adalah Hal yang Ingin Ditekuni

Sebelum mulai terjun ke dunia bisnis, pastikan jika hal itu memang ingin kamu tekuni. Tanyakan kepada diri sendiri beberapa pertanyaan berikut.

a. Mengapa kamu ingin memulai bisnis? Apakah karena uang, kebebasan, fleksibilitas, menyelesaikan masalah, atau hal lainnya?

b. Apa saja kemampuanmu?

c. Apa industri yang kamu ketahui?

d. Apakah kamu ingin menyediakan barang atau jasa?

e. Seberapa banyak modal yang berani kamu pertaruhkan?

f. Apakah kamu akan terjun penuh waktu dalam bisnis?

2. Kembangkan Ide

Setelah kamu mengetahui alasan kamu ingin membuat bisnis, kini waktunya untuk menemukan dan mengembangkan ide. Tentu kamu sudah memiliki gambaran tentang apa yang ingin kamu lakukan.

Kamu harus memastikan bahwa ada kebutuhan pasar atas idemu. Kamu juga harus melakukan riset apakah ide bisnismu bisa berkembang dan berkelanjutan atau tidak.

3. Lakukan Riset Pasar

Setelah memutuskan bisnis yang sesuai minatmu, saatnya mengulas kembali ide bisnis tersebut. Siapa yang akan membeli barang atau jasa kamu? Siapa saja kompetitornya?

Proses ini akan membantu kamu mengetahui kesempatan, nilai, ukuran pasar, dan kompetisi pada bisnis tersebut.

4. Tulis Rencana Bisnis

Jika kamu berencana mencari pembiayaan dari luar, rencana bisnis adalah hal yang wajib. Bahkan jika kamu hendak membiayai bisnismu sendiri, rencana bisnis akan membantu kamu mengetahui seberapa banyak modal yang dibutuhkan, bagaimana membuatnya balik modal, dan lain-lain.

5. Pastikan Legalitas Bisnis

Daftarkan bisnis kamu untuk memastikan legalitasnya. Jika perlu, kamu bisa menggunakan jasa pengacara bisnis.

Pasalnya kamu tidak ingin membuat kesalahan dalam hal ini. Kamu membutuhkan lisensi dan izin bisnis.

Regulasi bisnis bisa berbeda tergantung aturan di setiap daerah. Pastikan legalitas bisnis dengan baik agar tidak bermasalah di kemudian hari.

6. Biayai Bisnis

Tergantung pada ukuran dan tujuan usaha yang kamu rintis, kamu mungkin harus mencari pembiayaan dari investor atau perusahaan modal ventura.

Biasanya bisnis kecil-kecilan bermodal dari pinjaman, kartu kredit, modal pribadi atau keluarga, dan lain-lain.

7. Pilih Lokasi Bisnis

Jika bisnismu bersifat online, kamu tidak perlu banyak memikirkan aspek yang satu ini. Namun jika bisnismu memerlukan tempat fisik, kamu harus menemukan lokasi yang tepat.

Mengapa hal ini penting? Lokasi bisnis akan menentukan jenis konsumen, bagaimana promosinya, serta berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berkembang.

8. Persiapkan Diri untuk Bertumbuh

Jangan khawatir untuk membuat kesalahan. Hal ini adalah sesuatu yang alami. Selama kamu bisa belajar darinya, kesalahan bisa menjadi hal yang menguntungkan.

Bagaimana memanfaatkan kesalahan? Ulas kembali keputusan dan rencana bisnis apa yang kamu buat sebelumnya.

Kamu juga bisa mengadakan rapat untuk mengevaluasi dan membuat strategi untuk ke depannya.