Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Polyglot adalah si Jago Bahasa, ini Mitos Vs Faktanya

polyglot adalah

Program Lister – Bagi kamu yang punya hobi belajar bahasa asing, apakah bercita-cita menjadi seorang polyglot? Banyak orang mengatakan, menjadi polyglot adalah bakat sejak lahir. Namun faktanya tidak demikian, lho.

Polyglot adalah

Dalam Oxford Dictionaries dicantumkan pengertian polyglot adalah mengetahui, menggunakan, atau mampu menulis lebih dari satu bahasa.

Walaupun begitu, menguasai lebih dari satu bahasa saja tidak cukup untuk menjadi polyglot. Menurut Day Translations, seseorang perlu menguasai lebih dari lima bahasa secara fasih untuk dapat disebut sebagai polyglot.

Jumlah polyglot di seluruh dunia sangat sedikit, yakni kurang dari 1 persen penduduk dunia yang menguasai lebih dari lima bahasa. Selain itu ada pula istilah hyperpolyglot, yakni orang yang menguasai secara fasih lebih dari 12 bahasa.

5 Tokoh Polyglot Terkenal Sepanjang Sejarah

Berikut ini lima tokoh polyglot yang terkenal di dunia.

John Bowring

John Bowring adalah ekonom asal Inggris dan Gubernur Hong Kong keempat. Sepanjang hidupnya, ia mengklaim mengetahui 200 bahasa dan mampu berbicara dalam 100 bahasa.

Di luar karier politik, ia gemar menerjemahkan lagu daerah, puisi, dan karya sastra dari Rusia, Eropa Timur, dan Spanyol.

Giuseppe Gaspardo Mezzofanti

Giuseppe Mezzofanti adalah salah satu polyglot terkenal dan paling berbakat sepanjang sejarah. Ahli teologi asal Italia tersebut mampu berbicara setidaknya 39 bahasa yang berbeda, contohnya Ibrani dan Gujarat. Ia juga menguasai banyak ragam dialek.

Selama hidupnya, ia mengajar di University of Bologna dan mengajarkan beberapa jenis bahasa. Ia juga giat dalam misionaris dan merawat perpustakaan Vatikan.

Ziad Fazah

Ziad Fazah adalah pemegang Guinness World Record sebagai pembicara bahasa terbanyak. Ia mengklaim mampu membaca dan berbicara 58 bahasa, termasuk Arab, Polandia, Thailand, Urdu, Norwegia, dan lain-lain.

Walaupun begitu, pria asal Lebanon ini mengalami insiden saat tampil di Viva el Lunes, sebuah acara televisi di Chili. Ia tidak mampu memahami kalimat sederhana dalam bahasa Finnish, Rusia, China, Persia, Hindi, dan Yunani. Padahal ia mengklaim mahir menggunakan bahasa-bahasa tersebut.

Kenneth Hale

Kenneth Hale adalah pengajar bahasa di MIT sekaligus seorang polyglot. Studinya di MIT berfokus pada bahasa-bahasa yang hampir punah, terutama di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Australia. Ia sendiri mampu menguasai 50 bahasa.

Salah satu bakatnya yang utama adalah mampu mempelajari bahasa baru dengan cepat. Hanya dengan mendengarkan native speaker selama 10-15 menit, ia mampu melakukan percakapan sederhana.

Kato Lomb

Kato Lomb adalah salah satu polyglot paling terkenal sepanjang masa. Pemegang gelar PhD untuk Fisika dan Kimia tersebut lebih tertarik berkarier di ilmu bahasa.

Kato Lomb memiliki bahasa ibu Hungaria, Prancis, dan sedikit menguasai Latin. Setelah 20 tahun berikutnya, ia menjadi interpreter pertama di dunia. Ia menguasai 16 bahasa dan memahami 11 bahasa.

Ia mempelajari bahasa-bahasa tersebut secara otodidak, yakni dengan membaca novel berbahasa asing dengan berbekal kamus.

Baca juga: Fakta 10 Atlet Poliglot Dunia, Ada yang Bisa 11 Bahasa

Polyglot Vs Multilingual

Dalam penguasaan bahasa, ada beberapa istilah yang perlu kamu ketahui.

  • Monolingual adalah orang yang hanya menguasai satu bahasa. Sebanyak 40 persen penduduk dunia adalah monolingual.
  • Bilingual adalah orang yang menguasai dua bahasa dengan tingkat kemahiran yang sama. Sekitar 43 persen penduduk dunia adalah bilingual.
  • Trilingual adalah orang yang menguasai tiga bahasa secara mahir. Sebanyak 13 persen penduduk dunia adalah trilingual.
  • Multilingual adalah orang yang menguasai empat bahasa. Hanya 3 persen penduduk dunia yang memiliki kemampuan ini.

Lantas apa perbedaan multilingual dengan polyglot? Umumnya, mereka yang disebut dengan polyglot menguasai lebih dari empat bahasa.

Mitos Vs Fakta Tentang Polyglot

Saat mendengar istilah polyglot, apa yang terlintas di benakmu? Kamu tentu membayangkan mereka adalah orang-orang dengan privilege besar yang mampu belajar atau bepergian ke negara asing.

Ini mitos dan fakta yang akan kamu temui saat membicarakan polyglot, dirangkum dari Prom Develop.

Memiliki bakat dari lahir

Banyak yang mengira kemampuan memahami dan mempelajari suatu bahasa adalah bakat yang dibawa dari lahir. Sehingga dengan mudah mereka dapat mencerna materi pelajaran.

Faktanya, mereka adalah orang yang memang dengan sengaja mempelajari bahasa-bahasa lain. Mereka benar-benar berusaha keras dan memiliki tujuan dalam menguasai bahasa tersebut.

Memiliki ingatan yang kuat

Banyak orang mengira, untuk menguasai beberapa bahasa sekaligus, kamu membutuhkan kapasitas ingatan besar, yang digunakan untuk “menyimpan” kata-kata dan tata bahasa baru.

Faktanya, dengan mempelajari bahasa baru, daya ingat otak menjadi lebih kuat. Seorang polyglot mungkin memiliki daya ingat sama seperti orang pada umumnya. Namun dengan mempelajari bahasa baru, kemampuan ingatan mereka berkembang.

Mampu belajar bahasa baru dalam waktu singkat

Untuk mempelajari bahasa baru, umumnya dibutuhkan waktu tiga sampai empat bulan. Dalam kurun waktu ini pun, kemungkinan kamu hanya akan menguasai tata bahasa dan kosakata dasar.

Demikian juga dengan polyglot. Untuk mempelajari suatu bahasa baru, mereka membutuhkan waktu lama sampai benar-benar fasih, bahkan sampai bertahun-tahun.

Belajar dari usia muda

Banyak orang mengira untuk menjadi seorang polyglot harus mengasah kemampuan berbahasa dari kecil.

Faktanya, banyak polyglot yang baru belajar bahasa baru di usia dewasa. Alasannya pun bermacam-macam, mulai dari hobi sampai kebutuhan.

Selain itu, orang dewasa dianggap lebih mampu belajar bahasa baru karena mereka memiliki tujuan yang penting dengan pengetahuan tersebut.

Suka travelling dan orang kaya

Salah satu mitos tentang polyglot adalah mereka memiliki privilege untuk melakukan travelling ke berbagai negara dan berasal dari kalangan atas. Faktanya tidak demikian.

Mempelajari bahasa dapat dilakukan dari mana saja, bahkan dengan biaya terbatas. Saat ini sudah banyak sumber materi bahasa yang bisa kamu akses dengan mudah.

Seorang polyglot pun bisa jadi mempelajari bahasa yang dikuasai melalui buku, kamus, pelajaran, internet, atau kursus.

Jadilah 1 Persen Penduduk Dunia yang Disebut Polyglot!

Sudah tahu bahasa apa yang ingin kamu pelajari? Kamu akan menemukan kelas yang tepat sesuai kebutuhanmu di Program Lister.

Cari tahu pengalaman seru sesama student di Discord Lister Group Community.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang!