Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Pahami 3 Jenis Ratio Reksa Dana: Sharpe, Drawdown, Expense

jenis ratio reksa dana

Kamu yang ingin mengembangkan karier atau bisnis hingga ke luar negeri wajib membekali diri dengan kemampuan berbahasa asing. Untuk itu, kamu bisa mengikuti kursus bahasa asing di Lister for Company.

Meskipun kamu sudah memiliki karier atau bisnis yang berkembang pesat, penting bagi kamu untuk melakukan investasi. Salah satu jenis investasi yang kini banyak diminati adalah reksa dana.

Di antara sekian banyak produk reksa dana yang bermunculan, mana yang paling unggul? Untuk menentukannya, kamu bisa menggunakan tiga jenis ratio reksa dana ini.

Apa itu Ratio Reksa Dana?

Ratio reksa dana adalah serangkaian indikator yang digunakan untuk mengevaluasi produk reksa dana. Dengan menganalisis ratio reksa dana, investor dapat memilih produk yang benar-benar unggul dan berpotensi memberikan keuntungan lebih tinggi.

Diketahui reksa dana adalah jenis investasi yang cocok untuk pemula. Sebabnya investor tidak secara langsung mengelola keuangannya, tetapi diolah oleh manajer investasi.

Reksa dana dapat menjadi alternatif investasi bagi pemodal kecil atau pemodal yang tidak punya banyak waktu dan keahlian.

Walaupun rendah, reksa dana tidak lepas dari risiko. Maka dari itu, penting untuk melakukan analisis produk reksa dana sebelum menanamkan modal.

3 Jenis Ratio Reksa Dana

Ada tiga jenis ratio reksa dana yang dapat menjadi indikator untuk menilai produk reksa dana.

Walaupun ketiga ratio ini dapat digunakan, indikator utamanya adalah sharpe ratio. Drawdown ratio dan expense ratio hanyalah indikator tambahan.

Contohnya dua produk reksa dana memiliki nilai sharpe ratio yang sama. Namun nilai drawdown ratio produk 1 lebih tinggi daripada produk 2, sehingga dikatakan lebih agresif.

Apabila kamu memilih investasi jangka pendek, hindari produk 1. Atau investor yang agresif lebih cocok dengan produk 1, tetapi investor yang pasif lebih cocok dengan produk 2.

Simak penjelasannya.

Sharpe Ratio

Sharpe ratio menilai return reksa dana jika dibandingkan fluktuasi dana pengelolaan atau NAB (nilai aktiva bersih). Sharpe ratio bermanfaat mengukur tingkat risiko reksa dana.

Sebetulnya tidak ada aturan pasti nilai sharpe ratio terbaik. Apabila sharpe ratio besar, maka produk reksa dana tersebut dapat disebut bagus.

Apabila sharpe ratio rendah, berarti risiko fluktuasinya tinggi. Dengan demikian produk tersebut dapat dikatakan kurang baik.

Jika kamu membeli reksa dana di platform penjualan reksa dana atau perusahaan sekuritas, sharpe ratio akan tercantum di daftar reksa dana.

Sharpe ratio dapat berubah. Contohnya suatu produk reksa dana memiliki sharpe ratio tinggi dalam 6 bulan tetapi minus dalam 1 tahun berikutnya.

Drawdown Ratio

Drawdown ratio adalah indikator yang menunjukkan potensi kerugian tertinggi dari produk reksa dana. Drawdown ratio juga dapat diartikan sebagai potensi penurunan performa dari titik tertinggi ke titik terendah.

Indikator ini banyak dipakai untuk mengukur reksa dana saham, karena sifatnya yang lebih fluktuatif daripada produk lainnya.

Contohnya sebuah produk reksa dana mempunyai nilai drawdown ratio 25 persen per tahun. Artinya performa reksa dana tersebut pernah terjadi penurunan sebanyak 25 persen. Drawdown ratio turut dipengaruhi time frame.

Nilai drawdown ratio tinggi biasanya ditemui di produk reksa dana campuran dan reksa dana saham. Sementara itu pada reksa dana pasar uang, biasanya angka drawdown ratio berada di nilai 0, sekian. Tidak jarang nilainya 0,00 persen.

Expense Ratio

Expense ratio adalah indikator yang menunjukkan perbandingan total biaya yang dipakai manajer investor dalam mengolah produk reksa dana dengan rata-rata NAB per tahun.

Biaya-biaya yang biasanya dikeluarkan manajer investasi antara lain trading, marketing, biaya kustodian, dan lain-lain.

Semakin kecil expense ratio, semakin manajer investasi dianggap andal mengolah produk investasi.