Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Kupas Tuntas Investasi adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jenis

investasi

Untuk kamu yang ingin mengembangkan karier atau memperluas jangkauan bisnis sampai di luar negeri, wajib membekali diri dengan kemampuan berbahasa asing. Kamu disarankan mengambil kelas bahasa asing di Lister for Company.

Meskipun kamu sudah berpenghasilan tetap atau memiliki bisnis yang sukses, penting untuk melakukan investasi. Sebelum menjalankannya, sudah tahukah kamu apa itu investasi?

Investasi adalah

Investasi yaitu kegiatan menyimpan dana dalam kurun waktu tertentu. Harapannya kegiatan tersebut akan memberikan keuntungan bagi investor, atau disebut dengan penambahan nilai investasi.

Orang yang berinvestasi dinamai investor atau pemilik modal. Walaupun kerap dikaitkan dengan bisnis, sebenarnya banyak investasi yang tidak berhubungan dengan bisnis.

Saat ini di kalangan masyarakat mulai tumbuh minat investasi non bisnis. Tujuannya adalah menambah nilai aset yang ditanamkan.

Tujuan Investasi

Walaupun menambah nilai investasi, tujuan utama berinvestasi bukan untuk membuat investor menjadi kaya. Pasalnya investasi harus dijalani dengan komitmen yang teguh walaupun pasar tengah berfluktuasi.

Berikut ini beberapa alasan investor melakukan investasi.

Memiliki Penghasilan Tetap

Jika kamu menanam modal investasi ke perusahaan, kamu bisa menjadikannya penghasilan tetap. Kamu akan memperoleh persentase keuntungan setiap bulan.

Memperluas Usaha

Salah satu tujuan investasi adalah memperluas usaha. Keuntungan dari investasi dimanfaatkan untuk menjadi suntikan modal di bisnismu.

Jaminan Bisnis

Contohnya kamu berinvestasi pada pemasok bahan baku pada bisnis yang sedang kamu jalani. Kemungkinan kamu tidak akan kekurangan pasokan bahan baku.

Manfaat Investasi

Apa saja manfaat melakukan investasi? Berikut penjelasannya.

Menambah Aset

Contohnya kamu membeli emas dengan tujuan investasi. Setelah beberapa tahun, kamu menjualnya dengan nilai lebih tinggi. Nilai aset tersebut mengalami kenaikan.

Mencukupi Kebutuhan Masa Depan

Salah satu manfaat investasi adalah menunjang kebutuhan di masa depan. Contohnya kamu menabung untuk biaya pendidikan anak di kemudian hari.

Hemat

Saat berinvestasi, sebagian dana yang kamu miliki akan dialokasikan untuk investasi. Dengan begitu, kamu menghindari menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu.

Terhindar dari Utang

Saat memiliki gaya hidup hemat, kamu akan terhindar dari utang. Kamu berkomitmen untuk menjaga keuanganmu tetap sehat.

Jenis-Jenis Investasi

Ada berbagai jenis investasi yang bisa kamu sesuaikan dengan tujuan keuangan kamu.

Emas

Investasi berbentuk fisik ini cukup digemari. Selain karena risikonya yang rendah, harga emas cenderung naik dari tahun ke tahun.

Selain menyimpan emas secara fisik, kamu juga bisa menabung emas melalui aplikasi agar lebih aman dan terhindar dari risiko kehilangan atau pencurian.

Saham

Investasi saham juga sangat populer. Kamu akan membeli saham melalui bursa saham. Dengan begitu kamu mendapatkan bagian kepemilikan sebuah perusahaan sesuai persentase pembelian.

Lalu kamu mendapatkan keuntungan dari capital gain dan dividen. Walaupun besaran keuntungannya tidak pasti, kamu bisa mendapatkan profit besar jika perusahaan yang kamu modali berkembang pesat.

Reksa Dana

Reksa dana adalah model investasi di mana dana dari sejumlah investor disatukan dan diolah oleh manajer investasi dalam pasar modal.

Cryptocurrency

Cryptocurrency atau mata uang digital adalah jenis investasi yang tengah naik daun. Mata uang digital tersebut dapat dicairkan ke mata uang rupiah atau dollar.

Cryptocurrency sangat fluktuatif, sehingga kamu harus pintar-pintar menambangnya.

Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek berlangsung kurang dari tiga tahun. Selewat masa investasi, aset dikonversikan menjadi uang atau dijual. Contohnya adalah obligasi jangka pendek, deposito, dan saham.

Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang berlangsung lebih dari tiga tahun. Investasi ini cocok untuk kamu yang memiliki tujuan jangka panjang, seperti menikah, menabung untuk pendidikan anak, dan pensiun.

Contohnya adalah investasi reksadana dengan profil agresif dan return tinggi.

Risiko Investasi

Risiko investasi yaitu potensi kerugian yang mungkin terjadi terhadap investor. Artinya investor tidak mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang diharapkan.

Keuntungan dan risiko pasti berbanding lurus. Jika keuntungan besar, risikonya besar pula. Sebaliknya, jika keuntungan kecil, risikonya kecil pula.

Kamu wajib mengenali profil risikomu sendiri. Artinya, seberapa siap kamu menanggung risiko atas investasi yang kamu lakukan.