Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Inquiry Learning adalah: Pengertian, Tips, dan Manfaatnya

inquiry learning adalah

Daftar Tutor Lister – Metode pembelajaran yang tepat akan membuat proses pemahaman materi dengan lebih maksimal, salah satunya dengan inquiry learning. Konsep inquiry learning adalah pembelajaran berbasis inquiry yang mendorong siswa untuk mencari tahu, bertanya, serta mengulik sesuatu secara mandiri.

Apakah inquiry learning adalah metode pembelajaran terbaik?

Inquiry learning berasal dari kata inquiry yang artinya meminta penelitian/keterangan dan learning artinya pembelajaran.

Inquiry learning memberikan keleluasaan untuk siswa mengeksplorasi daya ingin tahu terhadap objek belajarnya. Proses ini dapat membangun pemahaman yang sistematis, logis, dan kritis sehingga dapat mengenali masalah dan menemukan jalan keluarnya.

Metode inquiry learning secara praktis dapat menjadi salah satu proses terbaik dalam pembelajaran mandiri dan mengoptimalkan potensi siswa.

Metode pembelajaran inquiry ini juga bisa diterapkan dalam e-learning, seperti yang dibahas dalam artikel Contoh E-Learning: Cara Belajar Menjawab Tantangan Zaman.

Manfaat Inquiry Learning

Proses pembelajaran inquiry learning sangat banyak memberikan manfaat untuk siswa. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan jika menerapkan pembelajaran inquiry ini adalah:

  • Lebih mudah bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang lain secara maksimal
  • Lebih mudah menemukan solusi dari sebuah masalah
  • Mengetahui potensi diri dan keterampilan dalam berpikir
  • Mengolah kreativitas dalam proses identifikasi suatu problem
  • Dapat menstimulasi proses penemuan dan ilmu pengetahuan
  • Mengembangkan kemampuan intelektual, kecerdasan emosi, dan pola perilaku baik

Jenis-Jenis Inquiry Learning

Dikutip dari Edutopia, ada beberapa jenis inquiry learning.

1. Structured Inquiry

Structured inquiry bisa disebut sebagai metode terstruktur. Pada metode ini, guru akan memberikan instruksi pada siswa dengan memberi pertanyaan. Setelah itu, guru akan memandu agar siswa mulai mencari referensi, data, dan penilaian untuk menjawab pertanyaan tersebut.

2. Controlled Inquiry

Pada jenis controlled inquiry, siswa memilih dan menyelidiki satu pertanyaan dari beberapa pertanyaan yang diberikan guru dengan menggunakan referensi yang sudah disediakan.

3. Guided Inquiry

Dalam guided inquiry, guru memberikan topik dan siswa secara mandiri akan menggagas pertanyaan dan mencari referensi untuk menjawab pertanyaan tersebut.

4. Free Inquiry

Pada metode free inquiry, siswa akan membuat pertanyaan, memilih referensi, serta menyusun opini dan penilaian dari apa yang mereka sudah pelajari dengan panduan guru.

Komponen dalam Inquiry Learning

Berdasarkan riset di ScienceDirect, penerapan inquiry learning terbagi menjadi empat komponen.

1. Orientasi atau observasi

Guru memberikan konsep atau topik, kemudian siswa akan mencari tahu topik tersebut dengan melakukan riset, instruksi, dan aktivitas.

2. Pertanyaan atau konseptualisasi

Siswa menyusun pertanyaan yang berkaitan dengan topik, menyusun prediksi, dan hipotesis. 

3. Investigasi 

Siswa diberikan ruang untuk menggagas sesuatu dengan bantuan guru, mencari tahu jawabannya, menemukan fakta untuk mendukung atau mematahkan hipotesis, dan melakukan penelitian.

4. Kesimpulan

Setelah pengumpulan informasi dan data, siswa akan menyusun kesimpulan dan jawaban dari pertanyaan. Siswa yang akan menilai sendiri apakah ide atau hipotesis mereka benar atau salah. 

5. Diskusi atau sharing

Siswa akan mulai mempelajari cara untuk memaparkan hasil. Kemudian guru akan mendorong diskusi, debat, pertanyaan, dan kesimpulan.

Contoh Penerapan Inquiry Learning untuk Tutor

Praktik terkadang tidak semudah teori. Adapun contoh konkrit yang bisa dilakukan tutor agar  inquiry learning dapat berjalan dengan baik adalah sebagai berikut.

  • Guru/tutor berusaha untuk tidak menjawab pertanyaan peserta didik agar mereka bisa menggali jawaban dan penilaian sendiri.
  • Guru/tutor menjelaskan topik dalam waktu yang singkat sehingga lebih banyak mendorong siswa untuk mencari tahu.
  • Guru/tutor juga perlu menunjukkan keingintahuan dengan memberikan pertanyaan pribadi dan berdiskusi dengan siswa. 
  • Guru/tutor harus pintar menyesuaikan diri karena setiap peserta didik memiliki karakter dan pendekatan yang berbeda.
  • Memberikan ruang untuk refleksi setelah melakukan inquiry learning dengan memberikan pertanyaan pada siswa, misalnya “Bagaimana cara memperdalam pemahamanmu?” atau, “Apakah kamu kesulitan mendapatkan jawabannya secara langsung?” 

Bergabunglah Menjadi Tutor Lister, Raih Pengalaman Seru! 

Dengan menjadi Tutor Lister, kamu akan mendapatkan kesempatan karier, pengalaman, serta koneksi yang luas. Tertarik berbagi ilmu, memperluas networking, dan menambah pengalaman? Jadilah Tutor Lister!

Pengalaman dan pengetahuan adalah hal yang berharga. Bantu students kami meraih prestasi terbaik mereka di masa depan. Kamu dapat berkreasi, berinteraksi, menambah skill komunikasi, dan sejumlah benefit lainnya yang kompetitif.Cari tahu kisah dan pengalaman sesama rekan Tutor Lister di Profil Tutor!