Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Grigori Rasputin: Profil, Latar Belakang, dan Sepak Terjang Hidupnya yang Misterius

Biografi rasputin

Sosok tokoh yang berpengaruh dan mampu mengguncang kekaisaran Rusia tepatnya pada dinasti Romanov itulah Grigori Rasputin.

Meski identitas dirinya adalah seorang penyihir, nyatanya dengan segala taktik yang ia lakukan mampu membuat dirinya menjadi orang kepercayaan sang Kaisar. Bagaimana ceritanya?

Profil Grigori Rasputin

Grigori Rasputin lahir di sebuah desa terpencil Siberia dari latar belakang orang tua petani yang buta huruf. Sebelum berurusan dengan keluarga Rusia, ia adalah seorang pria berkeluarga yang memiliki 7 anak. Ia menikahi seorang gadis petani bernama Praskovya Dubrovina di usia 18 tahun. Setelah 10 tahun menikah, Rasputin pun menghabiskan beberapa bulan tinggal di biara, ia banyak melakukan self healing/refleksi diri hingga menjadi pria yang lebih religius.

Kekuatan mistis itulah yang membuat sosok Rasputin dikenal dan dipercaya di keluarga kaisar Rusia.

Latar Belakang Rasputin & Keluarga Kerajaan Rusia Romanov

Pada tahun 1903, Rasputin kembali ke Rusia dan menetap di kota Saint Petersburg. Saat di gereja Ortodoks Rusia, ia mengenalkan diri sebagai orang suci, penyembuh, dan peramal masa depan. Para anggota geraja pun merasa tertarik dengan profil dari Rasputin, hingga dirinya menjadi orang suci di pengadilan Rusia yang membantu orang-orang yang berkepentingan.

Bahkan Rasputin langsung menjadi tabib pribadi Kaisar Nicholas II dan bertugas menyembuhkan sang anak yang mengalami pendarahan.

Segala hal baik dan reputasi positif yang dibangun si Rasputin nyatanya malah ia rusak dengan perilaku negatif seperti mabuk dan suka main perempuan di luar istana.

Segala kotroversial itu mendesak Rasputin keluar dari istana, sayangnya gagal karena Alexandra membela Rasputin. Akhirnya, dia tetap mempertahankan Rasputin demi anaknya.

Pada tahun 1914, Perang Dunia 1 dimulai. Inggris, Prancis, Italia, Serbia, dan Rusia versus Jerman, Austria-Hungaria, dan Kekaisaran Ottoman.

Saat perang dunia 1, Rasputin pun siap membantu kekaisaran. Namun, ia justru mengurusi urusan pemerintahan seperti mengangkat dan memecat orang-orang di kabinet kekaisaran, padahal itu bukan wewenangnya.

Percobaan Pembunuhan Rasputin dan Kematiannya

Setelah kotroversi itu, banyak pihak yang berusaha membunuh Grigori Rasputin, namun gagal. Hingga suatu ketika Rasputin diajak makan malam oleh Pangeran Felix Yusupov. Ia pun mencampur makanannya dengan racun sianida untuk membunuh Rasputin.

Namun, Rasputin hanya mengeluh sakit perut dan masih baik-baik saja.

Berbicara mengenai cerita percobaan pembunuhan Rasputin dan alur kematian yang menimpanya pun mengalami simpang siur. Alur kematian Rasputin dari Pangeran Felix dengan anak Rasputin berbeda.

Alur kematian Rasputin Versi Pangeran Felix

Pada tanggal 29 Desember 1916, Pangeran Felix mengundang Rasputin ke istana. Rasputin diberi anggur dan kue yang berisi racun potasium sianida. Setelah memakan santapan tersebut dan ditembak, Rasputin pun masih baik-baik aja.

Rasputin mencoba melarikan diri. Pangeran Felix pun langsung meminta para ajudannya untuk menembak dan memukul Rasputin. Setelah menghabisi Rasputin hingga lemas, tubuh Rasputin pun dibungkus kain dan dilembar ke lapisan permukaan es di sungai Neva. Setelah tiga hari, mayat dari Rasputin ditemukan.

Alur Kematian Versi Maria

Dalam buku yang ditulis anak Rasputin, Maria pada tahun 1929, Maria mengatakan bahwa sang ayah tidak memakan makanan manis. Sehingga tidak mungkin jika ia makan kue hidangan dari Pangeran Felix. Selain itu, hasil autopsi mayat Rasputin pun menyatakan bahwa tidak ada racun di dalam tubuhnya. Rasputin meninggal karena luka tembak di kepala dan penyakit hiportemia menjelang ajalnya. Pembunuhan Rasputin masih jadi misteri. Namun, secara kesimpulan, sosok Rasputin ini memang dikenal sebagai orang berpengaruh yang menggoncangkan Kekaisaran Rusia.

Begitulah cerita sepak terjang dan kisah hidup Grigori Rasputin, dukun misterius di masa Kekaisaran Rusia.