Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Era Disrupsi adalah: Pengertian dan Cara Menghadapinya

era disrupsi adalah

Seiring perkembangan zaman, manusia harus terus beradaptasi. Termasuk mempelajari bahasa asing untuk mengembangkan diri dalam karier.

Salah satu caranya adalah dengan mengikuti kelas bahasa asing. Kamu bisa mengambil kelas di Lister for Company.

Mengapa manusia harus terus mengembangkan diri dalam menghadapi perkembangan zaman dan teknologi? Salah satu alasannya yaitu terjadinya era disrupsi.

Apa itu era disrupsi? Bagaimana cara menghadapinya? Berikut akan kamu temukan jawabannya.

Apa itu Era Disrupsi?

Era disrupsi adalah masa di mana terjadi inovasi dan perubahan secara masif. Perubahan tersebut terjadi secara fundamental, hingga mengubah berbagai sistem dan tatanan ke cara yang baru.

Apa dampak dari era disrupsi ini? Mereka yang tidak bisa mengikuti perkembangan dan mempertahankan cara lama akan tidak dapat bersaing.

Perubahan pada era disrupsi ini sering digaungkan kaum muda. Pasalnya mereka adalah yang akan menjadi pemimpin masa depan dan mengalami dampak dari era disrupsi ini.

Dalam menghadapinya, kaum muda harus adaptif dan inovatif menghadapi persaingan. Sebabnya persaingan kerja semakin kompetitif.

Era Disrupsi 4.0 dan Era Disrupsi 5.0

Era disrupsi 4.0 dimulai pada Revolusi Industri 4.0. Industri 4.0 merupakan tren otomasi dalam teknologi pabrik.

Salah satu perubahan yang terjadi dalam industri 4.0 adalah komputerisasi pabrik. Sistem siber-fisik mampu membuat keputusan dan melakukan tugas secara mandiri. Apabila ada gangguan, tugas baru dilimpahkan ke atasan.

Setelah industri 4.0, muncul istilah era masyarakat 5.0 atau super smart society. Hal ini menjadi solusi atas industri 4.0 yang dinilai menimbulkan degradasi manusia.

Pada era super smart society ini, manusia menjadi komponen utama. Sementara itu pada industri 4.0, manusia sekadar menjadi komponen pasif.

Dalam era 5.0, manusia berelaborasi dengan sistem informasi dan teknologi. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Cara Menghadapi Era Disrupsi

Bagaimana sikap yang tepat dalam menghadapi era disrupsi? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

Tidak Berhenti Berinovasi

Selera pasar selalu berubah seiring perkembangan zaman. Hal ini tidak dapat diberhentikan.

Pemilik usaha hanya dapat mengikutinya dengan cara berinovasi sesuai selera konsumen. Jika mereka tidak mampu berinovasi, perusahaan tidak akan mampu bertahan.

Memanfaatkan Teknologi

Konsumen memiliki kesempatan untuk memilih berbagai produk dan jasa sesuai kebutuhan, kemampuan, dan kesesuaian harganya.

Untuk menghadapinya, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas produk dan jasanya.

Tidak Pernah Merasa Puas

Suatu produk memiliki siklusnya tersendiri. Siklus tersebut adalah introduction (perkenalan), growth (pertumbuhan), maturity (pematangan), dan decline (penurunan).

Saat perusahaan berada di tingkat pertumbuhan, jangan langsung berpuas diri. Sebaliknya, terus berinovasi dan mengembangkan diri agar dapat mempertahankan posisinya di pasar.

Berorientasi pada Konsumen

Salah satu hal yang penting dikembangkan oleh perusahaan adalah sikap berorientasi pada konsumen. Caranya adalah dengan memberikan layanan yang memuaskan.

Hal ini akan membuat konsumen loyal dan enggan meninggalkan perusahaan.