Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Doujinshi, Terbitan Indie Jepang yang Jadi Alternatif Manga

doujinshi

Kursus Bahasa Jepang – Sebagai penggemar manga dan anime, apakah kamu pernah mendengar doujinshi? Karya terbitan indie ini bisa jadi alternatif bagi kamu yang ingin menikmati manga gaya lain.

Apa itu doujinshi?

Doujinshi atau dōjinshi (同人誌) adalah istilah bahasa Jepang untuk menyebut karya yang diterbitkan secara independen alias indie, seperti majalah, manga, dan novel.

同人 (doujin) berarti orang yang sama, yakni merujuk pada sekelompok orang yang berbagi hobi yang sama. 誌 (shi) adalah singkatan dari 雑誌 (zasshi), artinya majalah.

Jika disatukan menjadi doujinshi, dapat diartikan menjadi majalah atau terbitan indie yang ditujukan untuk memenuhi ketertarikan sekelompok orang.

Kelompok pembuat doujinshi menyebut diri mereka dengan nama sākuru (サークル), artinya circle.

Asal-usul doujinshi

Epic Stream menyebutkan doujinshi bukanlah hal baru, bahkan sudah ada sejak Era Meiji.

Doujinshi pertama kali muncul di akhir 1800-an.

Setelah mesin fotokopi semakin umum di masyarakat, persebaran terbitan indie tersebut semakin luas. Tepatnya pada Era Showa.

Puncak popularitas doujinshi yaitu pada Comiket (Comic Market) pertama pada 1975. Saat penyelenggaraan pertamanya, Comiket belum terlalu diminati. Hanya ada ratusan pengunjung dan kurang dari 100 pembuat manga yang hadir.

Comiket diadakan dua kali setahun. Kini event tersebut menjadi salah satu acara terbesar di Jepang.

Comiket mulai diselenggarakan di Tokyo Big Sight. Ribuan penggemar manga dan anime menghadiri acara tersebut untuk melakukan jual, beli, dan pertukaran doujinshi.

Baca juga: Biografi Hayao Miyazaki, sang Maestro Animasi Asal Jepang

Fan Fiction

Doujinshi sering berupa fan fiction. Artinya versi buatan fans atas cerita yang dibuat penulis asli. Jalan cerita dan karakter di dalamnya dapat berubah.

Bahkan doujinshi dapat menggabungkan dua cerita yang berbeda. Sebagai contoh, ada cerita yang menggabungkan Sailor Moon dan Gundam.

Namun ada pula doujinshi yang merupakan karya asli, bukan fan fiction.

Di Jepang, fan fiction adalah sesuatu yang legal. Karya fan fiction hanya dapat dipermasalahkan jika pembuat aslinya menuntut.

Bagi para mangaka, fan fiction membantu popularitas karakter yang mereka buat. Mereka juga menghormati mangaka “amatir” yang baru mulai merintis kariernya, sebelum menjadi mangaka profesional.

Tak jarang mereka yang sudah profesional merasa bersimpati, karena dulu mereka memulai karier dari kondisi serupa.

Maka dari itu, mereka sangat jarang menuntut pembuat fan fiction.

Mantan Perdana Menteri Shinzo Abe sendiri mendukung keberadaan doujinshi. Ia menyebut karya indie tersebut harus dianggap seperti parodi, bukan bajakan, sehingga tidak melanggar hak cipta.

Jenis-Jenis Doujinshi

Tofugu menyebut doujinshi dapat dibedakan menjadi dua jenis.

Ichiji sousaku (次創作 / オリジナル)

Ichiji sousaku berarti asli. Jenis doujinshi ini tidak berdasarkan manga, game, anime atau karya lain yang sudah ada.

Ichiji sousaku dibuat secara amatir. Mereka membuatnya untuk bersenang-senang maupun untuk dijual.

Niji sousaku (二次創作 / パロディ)

Niji sousaku berarti karya turunan. Karya ini sering bersifat parodi dari manga, game, anime, atau karya lain yang sudah ada. Mereka dapat menggunakan karakter atau latar dari karya-karya tersebut.

Niji sousaku sengaja dibuat untuk dijual.

Contoh Pembuat Doujinshi

Siapa saja kreator doujinshi yang terkenal di Jepang?

  • Yoshitoshi ABe menerbitkan beberapa karya aslinya secara independen, seperti Haibane Renmei.
  • Ken Akamatsu adalah pembuat manga Love Hina dan Negima. Ia menjual karyanya di Comiket dengan nama pena Awa Mizuno.
  • Kiyohiko Azuma adalah pembuat Azumanga Daioh dan Yotsuba To.
  • Nanae Chrono membuat manga Peacemaker Kurogane dan fan fiction Naruto.
  • Masaki Kajishima membuat Tenchi Muyo! Ryo-Ohki.
  • Kazuhiko Kato atau yang dikenal dengan nama Monkey Punch adalah pembuat Lupin III. Ia mengawali kariernya sebagai pembuat doujinshi.

Kursus Bahasa Jepang, Bekal Penting di Masa Depan

Syarat penting untuk dapat kuliah, bekerja, atau tinggal di Jepang adalah menguasai bahasanya. Sebagai bekal, kamu dapat mengikuti Kursus Bahasa Jepang di Lister.

Di sini kamu akan belajar bersama tutor-tutor ahli dan berpengalaman. Kenali lebih dekat tutor bahasa Jepang di sini.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang!