Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Asal-usul Bosozoku, Geng Motor Berandal di Jepang

bosozoku

Kursus Bahasa JepangPop culture di Jepang tak sebatas musik, anime, gaya berpakaian nyeleneh, dan selebritinya. Namun ada juga subkultur yang disebut dengan bosozoku, geng motor Jepang yang khas dengan kendaraan modifikasi, pakaian unik, dan sikap memberontak.

Bosozoku memiliki sejarah panjang. Mulai dari dianggap identik dengan kekerasan, berurusan dengan pihak berwajib, sampai akhirnya menjadi salah satu genre modifikasi sepeda motor.

Apa itu bosozoku?

Bōsōzoku (暴走族) secara harfiah berarti suku pengendara yang nekat. Sebutan ini disematkan bagi para pemuda Jepang yang memodifikasi motornya, seringkali dilakukan secara ilegal.

Mereka berkendara tanpa helm, menerobos lampu merah, dan kebut-kebutan. Mereka juga memiliki ciri khas dalam berpakaian.

Di masa lampau, tak jarang geng motor bosozoku terlibat kekerasan dan berurusan dengan polisi.

Asal-usul bosozoku

Grinnell College menyebutkan keberadaan geng motor di Jepang berawal dari para pilot pesawat kamikaze yang pulang dari Perang Dunia II, yaitu pada 1950-an.

Setelah hiruk-pikuk dan ketegangan perang yang dihadapi setiap hari, para mantan pilot ini harus menjalani kehidupan yang “biasa-biasa saja” di kampung halaman.

Mereka mulai mencari bentuk ketegangan dan bahaya lain. Terinspirasi dari film-film Barat seperti Rebel Without A Cause (1955), para mantan pilot ini membentuk geng motor.

Mereka gemar kebut-kebutan di jalan raya saat malam hari dengan sepeda motor yang berisik, sembari dikejar polisi.

Kelompok ini disebut dengan kaminari zoku, artinya suku gemuruh. Sebutan itu berasal dari suara knalpot mereka yang berisik karena dimodifikasi.

Seiring berjalannya waktu, anggota kelompok geng motor tak lagi veteran perang, tetapi berganti menjadi anak-anak muda.

Versi baru dari kaminari zoku ini kemudian disebut bosozoku oleh media setempat. Mereka sering berbuat onar dengan cara memblokir jalan, kebut-kebutan, dan mengintimidasi pengguna jalan lainnya.

Anggota bosozoku sendiri beranggapan hal yang mereka lakukan keren.

Mereka terdiri dari remaja berusia 17 sampai 20 tahun. Tidak sedikit yang putus sekolah atau berasal dari latar belakang keluarga dengan pendidikan rendah.

Anggota bosozoku kebanyakan laki-laki. Jarang sekali anggota yang merupakan perempuan. Kalaupun ada, kemungkinan merupakan pacar dari salah satu anggota laki-laki.

High Snobiety menyebutkan puncak keberadaan geng motor di Jepang yaitu pada 1982. Jumlah anggota mereka mencapai 42.500 orang.

Jumlah tersebut terus menyusut karena hukum ketat dan perburuan oleh polisi. Sejak 2004, polisi diizinkan menangkap anggota bosozoku secara langsung di tempat.

Terbaru, jumlah anggota geng motor di Jepang mencapai sekitar 6.000 orang pada 2017.

Saat ini, istilah bosozoku lebih sering digunakan untuk menyebut genre modifikasi kendaraan yang dilakukan secara ekstrem, terutama untuk kendaraan keluaran Jepang.

Baca juga: ​​Cara Memesan dan Makan di Izakaya, Kedai Khas Jepang

Gaya Berpakaian bosozoku

Ciri khas pakaian bosozoku adalah tokkofuku, yakni seragam pilot kamikaze yang sudah dimodifikasi. Nama kelompok bosozoku dibordir di bagian punggung, beserta lambang Matahari Terbit yang ada di bendera Jepang.

Mereka juga mengenakan atribut lain seperti:

  • dokajan (baju pekerja bangunan)
  • sentofuku (baju terusan / overall)
  • jinbei (pakaian musim panas)
  • hachimaki (ikat kepala)
  • masker (agar tidak dikenali polisi)
  • sepatu bot
  • ikat pinggang
  • kacamata hitam
  • bendera geng

Tak jarang mereka membawa pedang kayu, tongkat baseball, pipa besi, hingga molotov yang digunakan untuk menghadapi polisi atau masyarakat.

Sementara itu gaya rambut yang populer adalah pompadour, punch perms, rockabilly, dicat pirang, dan gaya lain yang sejenis.

Baca juga: Kenalan dengan Harajuku: Style Kawaii dari Shibuya, Jepang

Modifikasi Kendaraan bosozoku

Bosozoku terkenal dengan gaya modifikasi kendaraan yang sangat khas. Kendaraan yang dimodifikasi disebut dengan kaizosha dalam bahasa Jepang.

Kendaraan mereka didesain agar dapat melaju kencang, berisik, dan menarik perhatian.

Beberapa bagian yang sering dimodifikasi yaitu:

  • dudukan tinggi
  • stang bengkok
  • cat warna-warni
  • shugo (modifikasi knalpot untuk menimbulkan suara berisik)

Fakta bosozoku

Di dalam geng bosozoku terdapat senioritas yang sangat ekstrem. Setiap anggota diharapkan menjunjung tinggi kehormatan kelompoknya.

Tidak jarang terjadi permusuhan berdarah antara dua kelompok geng motor. Maka dari itu, anggota geng seringkali membawa pisau, pipa, atau senjata lainnya.

Bosozoku juga sering terlibat tindakan kriminal seperti transaksi narkoba, senjata, dan berhubungan dengan yakuza, kelompok mafia Jepang.

Walaupun begitu, tidak semua kelompok bosozoku adalah kriminal. Tak jarang mereka terdiri dari remaja yang gemar bolos sekolah dan memilih nongkrong sambil mabuk-mabukan.

Mereka gemar saling memamerkan modifikasi kendaraan satu sama lain.

Kursus Bahasa Jepang, Bekal Penting di Masa Depan

Syarat penting untuk dapat kuliah, bekerja, atau tinggal di Jepang adalah menguasai bahasanya. Sebagai bekal, kamu dapat mengikuti Kursus Bahasa Jepang di Lister.

Di sini kamu akan belajar bersama tutor-tutor ahli dan berpengalaman. Kenali lebih dekat tutor bahasa Jepang di sini.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang!