Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Bisnis Lesu? Sukseskan dengan Strategi Line Extension

line extension adalah

Bagaimana cara membuka lebih banyak prospek dalam karier? Salah satunya adalah dengan mempelajari bahasa asing. Kamu dapat melakukannya dengan mengikuti kursus bahasa asing di Lister for Company.

Bagi kamu yang pebisnis, mungkin sudah familiar dengan strategi line extension. Namun apakah sebenarnya strategi bisnis ini? Simak penjelasannya berikut.

Apa itu Line Extension?

Banyak perusahaan yang sudah mencapai titik kesuksesan dengan produk yang mereka luncurkan. Namun mereka mendapat tekanan dari investor dan partner bisnis untuk terus berkembang,

Solusi yang tepat tampaknya adalah meluncurkan produk yang mirip dengan produk sukses mereka. Namun ternyata 80 persen dari strategi meluncurkan produk baru ini gagal.

Maka dari itu, banyak perusahaan yang memutuskan memitigasi risiko dengan melakukan line extension produk.

Line extension produk adalah peluncuran produk baru dalam suatu kategori, di mana perusahaan sudah menjual produk sejenis. Produk baru tersebut dijual bersamaan dengan produk yang sudah ada.

Biasanya line extension produk diluncurkan dalam variasi yang berbeda, seperti rasa, aroma, formula, warna, ukuran, atau gaya yang berbeda.

Manfaat Menggunakan Strategi Line Extension

Memperluas lini produk memiliki risiko yang lebih rendah daripada merilis produk yang benar-benar baru atau melakukan brand extension.

Sebabnya konsumen sudah lebih familiar dengan produk yang sudah ada dan cenderung lebih ingin mencoba produk baru.

Produk baru ini dapat memanfaatkan partner retail, rantai pasokan, kemasan, dan aspek-aspek lain yang sama dengan produk lama.

Pengiklanan dan komunikasi baru tidak terlalu dibutuhkan karena produk baru yang diluncurkan mirip dengan produk lama yang sudah dikenal.

Walaupun risikonya lebih rendah, potensi keuntungan juga lebih rendah. Produk baru menjadi saingan dari produk lama.

Ada lebih sedikit peluang untuk penjualan tambahan karena produk baru dapat menyaingi produk yang sudah ada.

Contoh Penerapan Strategi Line Extension

Seperti disinggung sebelumnya, strategi line extension dapat berhasil maupun gagal. Berikut contoh keduanya.

Contoh Strategi Line Extension yang Berhasil

Colgate – Hemp Seed Oil

Coca-Cola – Cinnamon

Lux – White Impress

Honda – Civic Si

Hellmann’s – Mayonnaise with Olive Oil

Mr. Clean – Clean Freak

Nissan – Leaf

Contoh Strategi Line Extension yang Kurang Berhasil

Burger King – Satisfries

Pepsi – Crystal