Beasiswa kuliah kesehatan itu beneran ada banyak bukan cuma buat calon dokter, tapi juga buat keperawatan, farmasi, kesehatan masyarakat, sampai kedokteran gigi.
Yang perlu kamu tahu dari awal: tiap beasiswa biasanya beda target (S1/profesi/spesialis), beda syarat (IPK, asal daerah, status PNS/non-PNS), dan beda cakupan (UKT saja vs + biaya hidup, buku, riset, dll).
Ini daftar beasiswa kuliah kesehatan yang bisa kamu coba!

1. Beasiswa Cendekia BAZNAS (untuk jurusan kesehatan)
Beasiswa dari BAZNAS ini ditujukan buat mahasiswa S1 aktif dari keluarga kurang mampu, disalurkan lewat kampus mitra. Di materi kamu, beasiswa ini memprioritaskan jurusan strategis bidang STEM termasuk kedokteran, keperawatan, farmasi, dan psikologi.
Bantuan UKT sampai Rp3.000.000/semester + program pengembangan diri bareng mentor kampus dan tokoh nasional. Syarat umumnya: mahasiswa S1 minimal semester 5, IPK minimal 3,00, dan tidak sedang menerima beasiswa serupa.
2. Beasiswa Afirmasi Kemenkes untuk Calon Dokter & Dokter Gigi
Ini salah satu skema beasiswa Kemenkes yang fokusnya pemerataan tenaga medis, terutama untuk wilayah prioritas seperti daerah terpencil, perbatasan, kepulauan (DTPK) dan daerah kekurangan tenaga kesehatan.
Targetnya bisa lulusan SMA/sederajat, mahasiswa kedokteran/kedokteran gigi, sampai mahasiswa profesi. Biaya pendidikan, biaya hidup & operasional, buku/referensi, dan penelitian (sesuai anggaran).
Rekomendasi Dinkes kab/kota & provinsi, berasal dari daerah prioritas, lolos seleksi administrasi dan akademik.
3. Beasiswa Pendidikan bagi SDM Kesehatan (Kemenkes)
Kalau kamu sudah kerja di sektor kesehatan dan statusnya PNS, program ini bisa relevan karena mencakup jenjang D4, S1, profesi, S2, hingga S3.
Syaratnya juga seperti, status PNS, usia maksimal 45 tahun (D4–S2) dan maksimal 50 tahun (S3). Ini cocok buat tenaga kesehatan yang ingin “naik kualifikasi” tanpa harus putus karier.

4. Beasiswa PADINAKES (Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan)
PADINAKES ditujukan untuk lulusan SMA/sederajat atau mahasiswa tingkat akhir Poltekkes Kemenkes.
Fokusnya calon tenaga kesehatan dari daerah tertinggal, perbatasan, dan wilayah rentan risiko kesehatan. Kalau kamu background-nya dari wilayah afirmasi dan ingin masuk jalur kesehatan yang lebih terarah, ini salah satu yang layak kamu cek.
5. Beasiswa Dokter Spesialis & Subspesialis (Kemenkes x LPDP)
Di materi kamu, Kemenkes bekerja sama dengan LPDP untuk beasiswa penuh bagi dokter umum yang mau lanjut spesialis/subspesialis, termasuk dokter gigi spesialis.
Terbuka untuk PNS dan non-PNS, dengan syarat seperti STR aktif, rekomendasi RS pemerintah, dan bersedia ditempatkan di faskes pemerintah setelah lulus. Rekrutmen dilakukan 2 kali setahun melalui 16 FK dalam negeri yang bekerja sama.
6. Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis (Kemenkes) – fokus KJSU
Ini versi “lebih spesifik” untuk pemenuhan layanan prioritas seperti kanker, jantung, stroke, dan uro-nefrologi (KJSU). Pesertanya dokter spesialis dari RS pemerintah (PNS/non-PNS).
Syarat yang disebut: pengalaman praktik minimal 2 tahun, STR & SIP aktif, rekomendasi kolegium dan izin RS pengusul, plus komitmen pengabdian minimal 2 tahun setelah lulus. Di materi kamu ada timeline periode beasiswa fellowship tahun 2026.
7. Beasiswa LPDP Specialist & Subspecialist (Dokter & Dokter Gigi)
Program ini disebut sebagai kolaborasi LPDP dan Kemenkes untuk pemerataan dokter spesialis/subspesialis. Targetnya dokter umum dan dokter gigi dengan STR aktif (PNS/non-PNS).
Kamu bisa daftar dengan atau tanpa LoA unconditional (sesuai aturan di materi kamu). Cakupan dananya lengkap banget: dana pendidikan (pendaftaran, UKT/SPP, buku, riset, seminar, publikasi), dana pendukung (transport, asuransi, biaya hidup, kedatangan, darurat), bahkan ada dana keluarga dan dana tambahan khusus untuk pelatihan/ujian/uji kompetensi.
8. Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek (bisa untuk mahasiswa kedokteran)
Beasiswa Unggulan terbuka untuk jenjang S1–S3 termasuk kedokteran. Mahasiswa berprestasi, penyandang disabilitas, anak aparat negara yang gugur, dan pegawai Kemendikbudristek yang lanjut studi.
Cakupannya meliputi biaya kuliah, uang saku bulanan, hingga bantuan penelitian, plus dorongan kontribusi sosial dan akademik.

9. Beasiswa Djarum Plus (terbuka untuk FK)
Walau bukan khusus kesehatan, Djarum Plus terbuka untuk mahasiswa S1 semua jurusan termasuk FK.
Di materi kamu, benefit-nya bukan cuma dana pendidikan, tapi juga pelatihan soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen diri. Pendaftaran biasanya lewat perguruan tinggi mitra (via bagian kemahasiswaan).
10. Beasiswa Tanoto Foundation TELADAN (kampus mitra punya FK)
Tanoto Foundation TELADAN menyasar mahasiswa S1 di kampus mitra, termasuk yang mengambil kedokteran.
Di materi kamu, kampus mitra yang memiliki FK: UI, UGM, UB, USU. Selain dukungan finansial, ada pelatihan intensif, kesempatan magang, dan networking nasional/internasional, jadi bukan sekadar “dana”, tapi juga pengembangan karier.
11. Beasiswa Paripurna untuk Bangsa (BPuB) – Fakultas Kedokteran UI
Ini beasiswa dari UI untuk mahasiswa kedokteran dari keluarga kurang mampu.
Benefit yang disebut termasuk biaya pendidikan (termasuk BOP), biaya hidup Rp12.000.000/semester, pendampingan (PA dan mentor/kakak angkat), dukungan survei daerah asal sampai Rp5.000.000, dan layanan konseling.
Seleksinya melibatkan esai, tes MMPI, dan wawancara dengan syarat kandidat terdaftar di FKUI, memenuhi batas BOP tertentu, dan tidak sedang menerima beasiswa lain.

12. Beasiswa Internal & Eksternal STIKES Notokusumo (Keperawatan/Farmasi) + Tenjinkai & BNI
Kalau kamu jalurnya ke keperawatan atau farmasi (bukan FK), STIKES Notokusumo punya opsi beasiswa yang cukup “kampus-spesifik”.
Ada yang sifatnya potongan SPP berdasarkan IPK, ada juga yang berbasis kebutuhan ekonomi (pakai SKTM), sampai peluang pendanaan dari pihak eksternal seperti Tenjinkai dan BNI.
- Beasiswa Prestasi Yayasan Notokusumo (D3 Keperawatan)
Beasiswa ini bentuknya potongan SPP 25% sampai 75% berdasarkan IPK: 3.51–3.75 (25%), 3.76–3.85 (50%), dan >3.86 (75%). Kuotanya 9 mahasiswa (diambil 3 mahasiswa per angkatan) dan diberikan kepada mahasiswa yang sudah menempuh minimal 1 semester.
- Beasiswa Mahasiswa Tidak Mampu Yayasan Notokusumo (D3 Keperawatan)
Ini beasiswa untuk mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial, dengan syarat utama SKTM dari kelurahan, IPK > 3.51, serta perilaku baik dan berprestasi. Kuotanya juga 9 mahasiswa (3 mahasiswa untuk masing-masing tingkat) dan diberikan setelah mahasiswa menempuh 1 semester.
- Beasiswa Prestasi Kontributif bagi Mahasiswa
Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa yang mewakili kampus dalam lomba akademik maupun non-akademik dan meraih juara 1–3 minimal tingkat L2dikti Wilayah V. Bentuk bantuannya adalah potongan 25% biaya SPP, dan berlaku untuk mahasiswa Prodi Farmasi, S1 Keperawatan, dan D3 Keperawatan.
- Beasiswa Pinjaman Lunak Tenjinkai Social Welfare (D3 Keperawatan, Minat Kaigo Jepang)
Program ini adalah pinjaman lunak tanpa bunga dari Tenjinkai Social Welfare untuk mahasiswa tingkat I D3 Keperawatan yang berminat bekerja di Jepang sebagai Kaigo.
Pendanaannya senilai 250.000 Yen yang diberikan dalam 3 tahap (di materi kamu: tahap 1 150.000 Yen). Dana ini wajib dikembalikan saat bekerja di Jepang, dan proses seleksinya melalui administrasi, wawancara, dan psikotes.

Beasiswa Mahasiswa Prestasi BNI (Farmasi/S1 Keperawatan/D3 Keperawatan)
Beasiswa dari BNI ini ditujukan untuk mahasiswa S1 Farmasi, D3 Keperawatan, dan S1 Keperawatan. Syarat utamanya IPK > 3.5 dan melampirkan SKTM, dengan nominal bantuan Rp1.500.000 per penerima yang akan ditransfer ke rekening masing-masing penerima.
Siapkan Dunia Perkuliahan Bersama Lister!
Intinya, beasiswa kuliah kesehatan itu jalurnya banyak: ada yang fokus afirmasi daerah, ada yang untuk PNS, ada yang khusus spesialis, ada juga yang kampus atau yayasan.
Jadi yang paling penting adalah kamu cocokkan dulu: kamu targetnya FK/FKG atau keperawatan/farmasi, masih SMA atau sudah mahasiswa/dokter, dan kamu butuh biaya kuliah saja atau plus biaya hidup.
Kalau kamu ingin rencana yang lebih rapi dan serius (apalagi kalau kepikiran kuliah kesehatan di luar negeri), yuk gabung Kursus Persiapan Kuliah di Luar Negeri di Lister. Kamu akan dibimbing oleh tutor terbaik, dengan kelas online fleksibel, plus pilihan private/group (2–80 pertemuan).
Langsung hubungi via WhatsApp, dan sekalian pahami dari awal fakta kuliah di luar negeri biar kamu nggak kaget saat masuk tahap dokumen, tes bahasa, dan timeline pendaftaran.



