Beasiswa kuliah di luar negeri full biaya hidup itu beneran ada, dan kalau kamu tahu cara bacanya, kamu bisa bedain mana yang sekadar “potong tuition” vs yang benar-benar bantu kamu hidup nyaman seperti uang saku, asuransi, tiket pesawat, sampai akomodasi.
Di artikel ini, Lister rangkum opsi beasiswa populer dari berbagai negara, plus insight singkat biar kamu nggak salah target dan bisa nyusun strategi dari sekarang.

1. Beasiswa LPDP (Indonesia)
LPDP adalah beasiswa kuliah di luar negeri full biaya hidup dari Pemerintah Indonesia yang paling sering dipakai buat lanjut S2/S3 ke kampus dalam maupun luar negeri. Di materi kamu, cakupannya disebut komprehensif: biaya kuliah, uang saku bulanan, tiket pesawat, asuransi, dan komponen lain tergantung skema.
Kalau kamu serius ngejar LPDP, kuncinya biasanya ada di “rapi dari awal”: target kampus, timeline dokumen, dan narasi kontribusi yang nyambung. Info resmi: https://lpdp.kemenkeu.go.id/
2. MEXT Scholarship (Monbukagakusho) – Jepang
MEXT adalah beasiswa Pemerintah Jepang yang (di materi kamu) mencakup biaya kuliah, tiket pesawat PP, dan uang saku bulanan, dengan jalur dari lulusan SMA sampai S3 (tergantung program).
Banyak pelamar suka MEXT karena beberapa jalurnya memungkinkan kamu daftar tanpa harus “udah jago Jepang” di awal (tergantung skema dan persyaratan tahun berjalan). Info resmi: https://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html
3. Global Korea Scholarship (GKS) – Korea Selatan
GKS adalah beasiswa pemerintah Korea yang di materi kamu disebut menanggung biaya kuliah, tunjangan hidup, tiket pesawat, dan biasanya ada program bahasa Korea (disebut 1 tahun) untuk bantu adaptasi.
Kalau kamu baru pertama kali tinggal di luar negeri, komponen bahasa ini sering jadi “bantalan” biar transisinya lebih halus. Info resmi:https://gksscholarship.com/
4. Beasiswa Chevening – Inggris
Chevening adalah beasiswa Pemerintah UK yang umumnya untuk S2. Di materi kamu, cakupannya mencakup biaya kuliah, tunjangan hidup, biaya visa, dan perjalanan.
Chevening biasanya lebih “ngetes cerita kepemimpinan + impact” dibanding sekadar nilai; jadi pastikan pengalamanmu kebaca hasil dan kontribusinya. Info resmi: https://www.chevening.org/scholarship/indonesia/

5. Fulbright Foreign Student Program – Amerika Serikat
Fulbright Foreign Student Program memberi kesempatan studi (umumnya S2/S3) di AS. Di materi kamu, cakupannya: biaya kuliah penuh, tunjangan hidup, asuransi, tiket pesawat PP, dan dukungan visa.
Selain akademik, Fulbright juga kuat di aspek pertukaran budaya, jadi aplikasi kamu sebaiknya menunjukkan kamu bisa jadi “jembatan” kolaborasi lintas negara. Info resmi: https://foreign.fulbrightonline.org/about/foreign-student-program
6. Australia Awards Scholarship (AAS) – Australia
AAS adalah program beasiswa kuliah di luar negeri full biaya hidup dari pemerintah Australia. Di materi kamu: mencakup biaya kuliah penuh, biaya hidup, pelatihan bahasa Inggris (ELTA), dan tiket pesawat, ditujukan untuk studi S2/S3.
Biasanya, aplikasi akan lebih kuat kalau rencana studimu jelas manfaatnya dan relevan dengan kontribusi/pembangunan (sesuai fokus program). Info resmi: https://www.australiaawardsindonesia.org/
7. Turkiye Burslari Scholarship – Turki
Turkiye Burslari adalah beasiswa pemerintah Turki dengan cakupan (di materi kamu) biaya kuliah, akomodasi/asrama, uang saku, dan asuransi kesehatan untuk jenjang S1–S3.
Yang bikin menarik: akomodasi sering sudah dibantu, jadi beban biaya hidup biasanya jauh lebih ringan dibanding beasiswa yang cuma cover tuition. Info resmi: https://www.turkiyeburslari.gov.tr/
8. Swedish Institute Scholarships (SISGP) – Swedia
SISGP adalah beasiswa kuliah di luar negeri full biaya hidup Swedish Institute untuk program master (S2). Di materi kamu, benefitnya termasuk biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan, dan hibah perjalanan.
Karena targetnya “global professionals”, aplikasi kamu akan makin kuat kalau goal karier dan rencana dampaknya jelas (bukan sekadar “pengen kuliah di Swedia”). Info resmi: https://si.se/en/apply/scholarships/swedish-institute-scholarships-for-global-professionals/

9. Royal Thai Government Scholarships – Thailand
Royal Thai Government Scholarships (melalui AIT) di materi kamu disebut cocok untuk S2/S3, dan cakupannya komprehensif: tuition, registration, akomodasi kampus, dan living allowance.
Karena jalurnya lewat institusi tertentu, pastikan program studi incaran kamu match dengan sekolah/fakultas di AIT yang sedang membuka kuota. Info resmi: https://ait.ac.th/financial/royal-thai-government-scholarships/
10. China-AUN Scholarship – China (khusus ASEAN)
China-AUN adalah skema kerja sama untuk kandidat dari negara ASEAN. Di materi kamu, kuotanya disebut sekitar 30 beasiswa penuh per tahun, jadi cukup kompetitif.
Strateginya biasanya: bikin study plan “tajam” dan relevan, bukan panjang. Fokus ke alasan program + output yang realistis. Info resmi: https://aunsec-org.translate.goog/aun-action/scholarships/china-aun-scholarship
11. Beasiswa Eiffel Excellence – Prancis
Eiffel adalah program untuk menarik mahasiswa internasional berprestasi ke Prancis (umumnya S2/S3). Di materi kamu juga ditekankan: ada tunjangan hidup dan dukungan lain, tapi tidak selalu menanggung biaya kuliah secara langsung (kadang mekanismenya lewat kampus).
Jadi penting banget cek: apakah tuition kamu akan di-waive kampus, atau ada komponen biaya lain yang tetap harus kamu siapkan. Info resmi: https://www.indonesie.campusfrance.org/id/beasiswa-france-excellence-eiffel-0

12. China Government Scholarship (CGS) – China
CGS (Chinese Government Scholarship) sering dikelola oleh China Scholarship Council/CSC, dengan jalur yang bisa beda-beda tergantung lembaga/agensi.
Karena benefit detailnya bisa berubah per jalur, jangan langsung asumsi “full biaya hidup”, cek skema yang kamu daftar (allowance, asuransi, dorm, dsb.). Info resmi (pengumuman & portal): https://www.chinesescholarshipcouncil.com/id/
13. Russian Government Scholarship – Rusia
Russian Government Scholarship (sering disebut state quota) adalah jalur beasiswa/kuota pemerintah untuk mahasiswa internasional.
Biasanya kamu perlu memahami dulu jalur pendaftaran yang dipakai (portal/agensi) dan universitas tujuan, karena prosedurnya bisa spesifik. Info referensi resmi/portal beasiswa: https://amursu.ru/en/admissions/russian-government-scholarships/
14. Romanian Government Scholarship (MFA) – Rumania
Beasiswa Pemerintah Rumania melalui Ministry of Foreign Affairs (MFA) ditujukan untuk pelamar non-EU, dengan proses aplikasi online via platform resmi.
Yang sering bikin pelamar kepleset bukan akademiknya, tapi dokumen administratif (format, legalisasi, terjemahan, dan kelengkapan). Info resmi: https://scholarships.studyinromania.gov.ro/

15. Brunei Darussalam Government Scholarship – Brunei
Beasiswa kuliah di luar negeri full biaya hidup dari Pemerintah Brunei (BDGS) adalah jalur resmi untuk studi di Brunei Darussalam bagi pelamar internasional.
Kunci awalnya: cek daftar institusi/program yang eligible dan timeline pendaftaran per tahun akademik. Info resmi: https://www.mfa.gov.bn/pages/scholarship.aspx
16. Jardine Scholarship – Inggris (Oxford/Cambridge)
Jardine Foundation menyediakan skema beasiswa yang terkait studi di Oxford/Cambridge (sesuai materi kamu). Jalurnya sangat selektif, jadi biasanya butuh kombinasi akademik kuat + bukti leadership/impact.
Kalau kamu ngejar Jardine, pastikan kamu baca prospektus/ketentuan resminya karena detail eligibility bisa spesifik per negara dan jenjang. Info resmi: https://www.jardines.com › jardine-foundation
17. UCL Global Undergraduate Scholarship – Inggris
UCL Global Undergraduate Scholarship adalah skema untuk mahasiswa internasional yang ingin studi S1 di UCL, dengan fokus akses untuk kandidat dari latar belakang tertentu (sesuai kebijakan program).
Karena ini beasiswa kampus, benefitnya bisa berupa dukungan tuition dan/atau biaya hidup tergantung skema, jadi cek detailnya di halaman resmi UCL. Info resmi: https://www.ucl.ac.uk/scholarships/ucl-global-undergraduate-scholarship
18. University of Toronto – Lester B. Pearson (Kanada)
Pearson Scholarship adalah program beasiswa internasional U of T untuk S1, dan biasanya terkait proses nominasi dari sekolah (bergantung ketentuan resmi per tahun).
Kalau kamu incar Pearson, yang paling penting adalah ikut timeline pendaftaran U of T + proses nominasi sekolah dari jauh-jauh hari. Info resmi: https://future.utoronto.ca/scholarships-international-students
19. Australian National University (ANU) – Australia
Di list kamu, “ANU” adalah nama kampus, jadi kamu perlu mengarahkannya ke halaman daftar beasiswa ANU (karena programnya banyak dan benefitnya beda-beda).
Cara paling aman: cari berdasarkan jenjang (UG/PG), bidang studi, dan apakah ada komponen living allowance atau hanya potongan tuition. Info resmi: https://study.anu.edu.au/scholarships/find-scholarship
Dapatkan Trik Lolos Sekali Daftar Beasiswa Impian di Lister
Setelah lihat daftar di atas, kamu pasti makin kebayang: ada beasiswa yang jelas-jelas cover living allowance, ada juga yang perlu kamu cek detailnya karena benefitnya beda-beda per skema.
Yang penting, jangan cuma “ngincer nama beasiswa” tapi susun dokumen dan story kamu biar nyambung sama tujuan studi dan fakta kuliah di luar negeri yang kamu incar.
Kalau kamu ingin dibimbing biar prosesnya rapi (dari pemilihan jurusan, strategi LoA, sampai essay & dokumen), kamu bisa gabung ke Kursus Persiapan Kuliah di Luar Negeri di Lister.
Ada tutor terbaik, kelas online fleksibel, dan pilihan private/group (2–80 pertemuan). Langsung aja hubungi tim Lister via WhatsApp untuk mulai konsultasi biar kamu makin siap dan makin paham fakta kuliah di luar negeri.



