Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Belajar Tata Bahasa Jepang Nggak Penting?

tata bahasa Jepang

“Sebenarnya belajar tata bahasa Jepang penting tidak sih dalam belajar bahasa Jepang?”


Pertanyaan tersebut mungkin sering terdengar dari para pemula yang ingin belajar bahasa jepang atau malah kita sendiri. Banyak rumor beredar bahwa dalam belajar bahasa jepang tidak perlu mempelajari tata bahasa jepang. Atau kita bisa mempelajarinya di akhir saja.

Apakah pendapat itu benar?

((Hemm))

Padahal menurut orang yang sudah berhasil belajar bahasa Jepang mengatakan bahwa kita tidak akan bisa bahasa jepang jika tidak mengerti tata bahasanya. Jika kita tidak tau cara mengucapkan sesuatu dalam bahasa jepang, berarti kita memang tidak atau belum bisa mengucapkannya. Jangan paksakan mengucapkan sesuatu dalam bahasa Jepang jika tidak tahu bagaimana cara mengucapkannya karena artinya pun tidak akan bisa dipahami lawan bicara, bukan begitu?

Jadi, belajar tata bahasa Jepang penting atau tidak?

((Bisa dijawab sendiri ya))

Pengertian Tata Bahasa Jepang

Belajar bahasa jepang adalah belajar tata bahasa jepang, belajar kosa kata, belajar bagaimana suatu kalimat bahasa jepang dibentuk. Dengan demikian kamu bisa mengungkapkan apa pun yang ada di pikiran dengan bahasa jepang dan akan mengetahui makna kalimat bahasa jepang yang sesungguhnya. Tata bahasa berarti aturan yang berlaku dalam penggunaan bahasa tersebut, sehingga kita harus mematuhinya.

Langkah-langkah untuk belajar bahasa jepang:

  1. Belajar hiragana dan katakana (huruf jepang),
  2. Belajar kosakata melalui kanji. Mempelajari arti dan cara baca kanji memang akan memakan waktu yang cukup lama karena jumlahnya yang banyak namun juga sebanding dengan manfaatnya.
  3. Belajar tata bahasa jepang
  4. Latihan mendegar, berbicara, membaca dan menulis bahasa jepang. hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara
  5. Terus mengulang langkah 2,3,4 dengan topik yang lebih lanjut

Jenis/Level Tata Bahasa Jepang

Belajar struktur dasar tata bahasa dari bahasa jepang. Pada artikel ini ini kita akan mempelajari tentang kata benda, kata sifat, kata kerja, dan kata keterangan. Kita juga akan mempelajari bagaimana menggabungkan kata-kata menjadi sebuah kalimat dengan menggunakan partikel.

Kata Benda

A:元気?
A: Sehat?
B:元気。
B: Sehat.

Dalam bahasa jepang untuk mengungkapkan sesuatu adalah sesuatu bisa dilakukan dengan menambahkan karakter「だ」pada kata benda atau kata-sifatna. Contoh: 人だ。 – Adalah orang.

Tambahkan「じゃない」 pada kata benda maupun kata-sifat-na.
contoh: 学生+じゃない = 学生じゃない

Kata Sifat

Contoh: 親切 【しん・せつ】 (sifat-na) – baik

Kata-sifat-na sangat mudah dipelajari karena bisa diperlakukan sama seperti kata benda. Semua aturan konjugasi yang berlaku untuk kata benda juga berlaku untuk kata-sifat-na. Satu perbedaan yang utama adalah kata-sifat-na dapat secara langsung memodifikasi kata benda yang muncul setelahnya hanya dengan menyisipkan 「な」 diantara kata sifat dan kata benda. Karena alasan itulah dinamakan kata-sifat-na.

Contoh: きれいな人。Orang yang cantik

Kata Kerja

Kata kerja dalam bahasa jepang selalu terdapat pada akhir suatu klausa. Kata kerja terbagi menjadi dua kelompok yaitu kata kerja tipe ru- dan u-.

Semua kata-kerja-ru selalu berakhiran「る」sedangkan kata-kerja-u bisa berakhiran dengan vokal suara u apapun termasuk 「る」. Karena itulah jika suatu kata kerja tidak berakhiran dengan 「る」, maka sudah bisa dipastikan bahwa itu adalah kata-kerja-u. Untuk kata kerja yang berakhiran 「る」jika vokal suara sebelum 「る」adalah /a/,/u/ atau /o/ maka juga bisa dipastikan bahwa itu adalah
kata-kerja-u. Namun ada beberap pengecualian dalam beberapa kasus.

  1. 食べる – 「べ」 mempunyai vokal suara /e/ sehingga ini adalah kata-kerjaru
  2. 分かる – 「か」 mempunyai vokal suara /a/ sehingga ini adalah kata-kerjau

Contoh kata kerja:

  1. 食べる 【た・べる】 (kerja-ru) – makan
  2. 分かる 【わ・かる】 (kerja-u) – mengerti
  3. 見る【み・る】 (kerja-ru) – melihat
  4. 寝る 【ね・る】 (kerja-ru) – tidur
  5. 起きる 【お・きる】 (kerja-ru) – bangun, terjadi

Kata Keterangan

Contoh kalimat yang menggunakan kata keterangan.

  1. ルディは日本に行った。
    Rudi telah pergi ke jepang.
  2. 家に帰らない。
  3. Tidak pulang ke rumah.

Contoh Kalimat Tata Bahasa Jepang

Sebuah kalimat lengkap harus memiliki kata kerja yang berada paling akhir. Ini juga berlaku untuk penyataan keadaan benda.

お弁当を食べた学生が公園に行った。
Siswa yang telah makan siang pergi ke taman.

ラニ: 今日は試験だ。
Rani: Hari ini ujian.

. 静かな人。
Orang yang pendiam.

友達は親切な人だ。
Teman adalah orang yang baik hati.

Ingat: Kamu benar-benar hanya membutuhkan satu kata kerja untuk membuat sebuah kalimat yang lengkap secara tata bahasa. Sebuah kata kerja sudah merupakan sebuah kalimat yang lengkap dalam tata bahasa jepang. Hal inilah yang menyebabkan bahkan kalimat yang paling sederhana pun dari bahasa jepang tidak bisa diterjemahkan secara langsung ke bahasa indonesia.

Contoh kalimat benar secara tata bahasa:

食べる。Makan. (bisa diartikan : saya makan, dia makan, mereka makan)

Nah, sebenarnya pembahasan tentang tata bahasa Jepang di sini masih dasar dan ada banyak materi tata bahasa lainnya yang perlu kamu tahu. Jadi, simak terus postingan di blog Lister ya! Jangan sampai ketinggalan.

Belajar bahasa asing Lister
Belajar bahasa asing Lister