Takuan Soho: Biksu Terkenal yang Menginspirasi Musashi

jepang

Kursus Bahasa Jepang – Takuan Soho terkenal sebagai salah satu biksu Buddha asal Jepang yang sangat berpengaruh. Ia hidup di era Sengoku dan awal Periode Edo. Walaupun tak seterkenal samurai Jepang lainnya, Takuan Soho adalah tokoh utama Rinzai, sekolah Buddhisme Zen.

Takuan terkenal atas seni penulisan kaligrafi, puisi, upacara minum teh, hingga pencipta acar takuan. Berikut profil selengkapnya.

Biografi Takuan Soho

Takuan Soho (1573-1645) adalah putra kedua Akiba Tsunanori, seorang samurai dan pelayan utama klan Yamana di Provinsi Tajima. Ketika usianya delapan tahun, klan Yamana dikalahkan pasukan Oda Nobunaga yang dipimpin Hashiba Hideyoshi. Sang ayah menjadi ronin.

Pada 1582, Takuan menjadi pelayan di kuil Shoen-ji in Izushi. Empat tahun kemudian, ia dikirim ke kuil Sokyo-ji untuk belajar lebih lanjut.

Takuan menjadi murid Kaoru Sotada pada 1591. Ketika Kaoru dipindah ke Daitoku-ji pada 1693, Takuan menemaninya ke Kyoto.

Di sana ia belajar langsung di kuil Sangen-in. Setelah Pertempuran Sekigahara meletus dan Ishida Mitsunari tewas, Takuan kabur. Sesudah Kaoru Sotada meninggal dunia, Takuan dipindah ke Provinsi Izumi. Di sana ia menggunakan “Takuan” sebagai namanya.

Takuan lalu kembali ke Daitoku-ji. Pada 1609, ia dipilih menjadi biksu kepala. Takuan adalah sosok yang disegani, bahkan oleh samurai terkenal Jepang, Miyamoto Musashi.

Namun beberapa hari kemudian ia memutuskan untuk mengembara. Ia menyebut tidak pernah menginginkan jabatan dan kehormatan.

Baca juga: Mengenal Yagyu Munenori, Pendekar Pedang Jepang dan Ajaran Rahasianya

Di bawah Keshogunan Tokugawa, pemerintah membuat aturan yang sangat ketat terkait keberadaan kuil-kuil Buddha, termasuk di antaranya Daitoku-ji. Pemerintah keshogunan mendeklarasikan bahwa biksu kepala harus ditunjuk oleh Shogun di Edo.

Takuan yang idealis menolak menjadi “penjilat” pemerintahan Shogun pada masa itu, tidak seperti kepala kuil lainnya.

Dalam sebuah insiden, yakni Skandal Jubah Ungu pada 1628, Takuan dijatuhi hukuman pengasingan ke Kaminoyama di Provinsi Dewa. Daerah tersebut berada di bagian utara Jepang. Takuan baru diampuni pada 1632.

Takuan dan Musashi saling memengaruhi dalam penulisan masing-masing. Selama masa pengasingan Takuan, diduga Musashi juga sedang berada di daerah yang sama.

Takuan meninggal di Edo pada 1645. Dalam momen sebelum kematiannya, ia menuliskan kanji 夢, yang artinya “mimpi”, lalu meletakkan kuasnya. Ia berpesan agar diizinkan meninggal dengan tenang tanpa upacara besar-besaran, bahkan meminta dikuburkan secara sederhana.

takuan soho

The Unfettered Mind

Buku The Unfettered Mind adalah risalah tiga bagian tentang filosofi Buddha dan seni bela diri yang ditulis Takuan pada abad ke-17. Arti harfiah dari judul buku Fudōchi shinmyōroku tersebut adalah Catatan Misterius dari Kebijaksanaan Tak Tergoyahkan.

Buku ini memang ditulis untuk samurai. Namun isinya dapat diterapkan siapa saja yang ingin belajar tentang filosofi Zen.

Buku The Unfettered Mind terdiri dari tiga bagian yang masing-masing ditujukan kepada seorang samurai. Ketiganya bertujuan mencari roh dari ajaran Zen dan pedang.

Quotes Takuan Soho

Berikut ini beberapa quotes yang terkenal dari Takuan Soho.

When facing a single tree, if you look at a single one of its red leaves, you will not see all the others. When the eye is not set on one leaf, and you face the tree with nothing at all in mind, any number of leaves are visible to the eye without limit. But if a single leaf holds the eye, it will be as if the remaining leaves were not there.

Completely forget about the mind and you will do all things well.

If you follow the present-day world, you will turn your back on the Way; if you would not turn your back on the Way, do not follow the world.

If you would know a man’s good and evil points, you should know the underlings and retainers he loves and employs, and the friends with whom he mixes intimately. If the lord is not correct, none of his friends and retainers will be correct.

One is not likely to achieve understanding from the explanation of another.

Share:

Brigitta Winasis
Brigitta Winasis
A lifetime learner, a magical world wanderer through books and stories. Writing for professional purposes and personal interests.

Social Media

Get The Latest Updates

Subscribe To Our Weekly Newsletter

No spam, notifications only about new products, updates.
Next On

Related Posts