Cara menulis expected salary di cv itu kelihatannya simpel, tapi kalau salah format atau keburu “ngunci angka”, kamu bisa rugi sendiri entah jadi kelihatan kemahalan, atau malah undervalue.
Di artikel ini, kita bahas cara menulis expected salary yang rapi, fleksibel, dan tetap profesional, lengkap dengan contoh kalimatnya.

Menulis expected salary di CV sebaiknya pakai range
Menulis expected salary (gaji yang diharapkan . di CV sebaiknya menggunakan rentang angka (range, bukan angka tunggal, supaya terlihat fleksibel dan terbuka untuk negosiasi. Idealnya, kamu sudah riset pasar dulu, lalu sesuaikan dengan pengalaman dan lokasi, dan bisa tambahkan keterangan “(negotiable .” atau “(bisa dinegosiasikan .” biar nggak kaku.
Contoh yang aman:
- “Gaji yang diharapkan: Rp6.500.000 – Rp7.500.000 per bulan”
- “Expected Salary: Rp8.000.000 – Rp10.000.000 (negotiable).”
Baca juga: Rahasia Menjawab Strength and Weaknesses di Interview, Mudah!
8 Cara menulis expected salary di cv yang paling aman & menarik
1. Tentukan dulu: perlu ditulis di CV atau cukup di form/cover letter?
Kalau lowongan minta expected salary, tulis. Kalau nggak diminta, kamu boleh simpan untuk tahap interview atau isi di form aplikasi. Menulis expected salary padahal tidak diminta kadang bikin fokus HR pindah dari value kamu ke angka.
2. Selalu pakai range, jangan angka tunggal
Range bikin kamu terlihat fleksibel dan punya ruang negosiasi. Range yang baik itu biasanya beda 10–20% dari bawah ke atas (nggak kejauhan, tapi masih ada ruang.
3. Tambahkan label “negotiable” biar nggak kaku
Kalimat kecil ini penting untuk memberi sinyal kamu terbuka membahas benefit, scope kerja, dan level. “Negotiable” lebih aman daripada “fixed” karena HR sering punya budget band per level.

4. Riset pasar dulu, jangan tebak angka
Cari patokan dari: level role, lokasi, industri, dan jenis perusahaan. Role yang sama bisa beda range karena faktor “company stage” (startup vs enterprise. dan lokasi (Jakarta vs kota lain.
5. Sesuaikan angka dengan pengalaman dan “nilai” yang kamu bawa
Kalau kamu punya pencapaian yang kuat, sertifikasi relevan, atau skill langka, wajar kalau range kamu lebih tinggi. Recruiter lebih mudah menerima angka tinggi kalau kamu mengaitkannya dengan impact yang artinya angka atau hasil, karena butuh.
Baca juga: Job Interview Preparation Bahasa Inggris, Apa yang Ditanyakan?
6. Pertimbangkan lokasi tempat kamu tinggal
Kalau role-nya remote, bisa saja salary mengikuti lokasi perusahaan, atau lokasi kamu tergantung kebijakan mereka. Kalau kamu belum tahu kebijakan kompensasi remote, gunakan range + negotiable supaya aman.
7. Letakkan di bagian yang tepat dan jangan ganggu alur CV
Opsi paling rapi:
- taruh di bagian bawah,dekat kontak, atau
- taruh di cover letter, kalau diminta
Kalau kamu taruh di tengah CV, HR bisa “terdistraksi” sebelum baca pengalaman kamu.
*English example: Expected Salary (Negotiable. : Rp X – Rp Y per month.

8. Tulis format yang jelas: periodenya apa + mata uang apa
Pastikan ada:
- per bulan/per tahun
- rupiah/IDR
- “exclude/ include benefit” kalau relevan
Banyak miskomunikasi terjadi karena ada yang ngomong “per bulan” tapi HR menganggap “per tahun” atau sebaliknya.

Contoh penulisan expected salary di CV (siap copy-paste .
- Expected Salary: Rp6.500.000 – Rp7.500.000 / month (negotiable.
- Gaji yang diharapkan: Rp8.000.000 – Rp10.000.000 per bulan (bisa dinegosiasikan.
- Given the responsibilities of the position, I would expect something in the range of Rp X – Rp Y. I am open to discussing this further.
Ikuti kursus persiapan kerja dengan ahlinya di Lister
Kalau kamu mau dibimbing dari CV sampai latihan negosiasi dan simulasi interview tentang tips sukses lolos wawancara kerja, yuk gabung Kursus Persiapan Kerja di Lister.
Kamu akan belajar bareng tutor terbaik, dengan kelas online fleksibel, dan pilihan kelas private/group (2–80 pertemuan). Untuk topik ini, kelas yang cocok adalah English for Job Interview & Career.
Langsung hubungi tim Lister via WhatsApp untuk konsultasi jadwal dan paket yang paling pas buat kamu.



