Perbedaan Masyaallah dan Subhanallah sering membuat sebagian orang bingung karena keduanya sama-sama ucapan pujian kepada Allah.
Perbedaan Masyaallah dan Subhanallah juga bisa dilihat dari konteks penggunaannya, bagaimana sih penggunaanya? Cek informasi lengkapnya sebagai berikut ini!
Mahir Bahasa Bahasa Arab untuk Komunikasi Sehari-hari, Ikuti Kelas Bahasa Arab di Lister |
Arti Masya Allah dan Subhanallah dari Segi Bahasa
Arti subhanallah dan masyaallah dari segi bahasa merupakan pujian kepada Allah namun memiliki konteks yang berbeda.
Mari kita tilik Perbedaan Masyaallah dan Subhanallah dari segi arti bahasa terlebih dahulu.
Arti Masyaallah
Masyaallah berasal dari gabungan dua kata Arab, yaitu maa (apa) dan syaa’a Allah (yang Allah kehendaki).
Masya Allah berasal dari frasa Arab ما شاء الله (ma syaa’ Allahu) yang bermakna “apa yang Allah kehendaki (terjadi), pasti terjadi” atau “ini adalah kehendak Allah.”
Makna ini menegaskan bahwa segala kejadian, kebaikan, atau keindahan berasal dari ketetapan Allah.
Baca juga: 100 Kata Sifat Bahasa Arab dan Contoh Kalimatnya
Arti Subhanallah
Subhanallah berasal dari سبحان الله (sub-haanallaah), kata subhana, yang berarti “maha suci,” dan Allah, sehingga maknanya menjadi “Allah Maha Suci.”
Secara bahasa, ungkapan ini digunakan untuk menyucikan Allah dari segala sifat kekurangan, sekaligus mengagungkan kebesaran-Nya.
Jadi keduanya, secara bahasa memiliki arti yang berbeda ya. Bagaimana dengan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari?

Kapan Waktu Menggunakan Masyaallah dan Subhanallah?
Kamu perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengucapkan kata subhanallah dan masyaallah. Jangan sampai salah waktu dalam mengucapkan 2 frasa bahasa Arab ini ya!
Kapan Mengucapkan Masyaallah
Ungkapan ini lazim dipakai ketika melihat atau mendengar sesuatu yang baik, indah, atau menyenangkan. Ucapan ini menegaskan bahwa keindahan dan kebaikan tersebut terjadi atas kehendak Allah.
Misalnya, saat melihat anak tumbuh sehat, seseorang mendapatkan rezeki, atau menyaksikan pemandangan alam yang menawan.
Artikel lainya: Bi Idznillah Artinya dalam Bahasa Arab dan Contoh Kalimatnya
Kapan Mengucapkan Subhanallah
Subhanallah diucapkan ketika seseorang merasa takjub terhadap kebesaran Allah atau ingin menyucikan Allah dari segala kekurangan.
Misalnya, ketika melihat fenomena alam yang luar biasa, mendengar ayat Al-Qur’an yang menggugah, atau menyaksikan sesuatu yang mengingatkan pada keagungan Allah.
Jadi perbedaan subhanallah dan masyaallah yang kedua ada pada waktu penggunaannya ya! pointnya, masya allah digunakan saat melihat suatu kebaikan yang berasal dari kehendak Allah.
Selanjutnya untuk subhanallah diucapkan jika melihat sesuatu yang luar biasa bagian dari keagungan Allah.

Contoh Realistis Pengucapan Subhanallah dan Masya Allah dalam Kehidupan Sehari-hari
Berikut contoh penggunaan frasa subhanallah dan masyaallah untuk bantu kamu memahami kapan waktu yang tepat digunakan.
1. Ketika melihat keberhasilan seseorang
“Masya Allah, usahamu terbayar, selamat ya!”
2. Saat menyaksikan keindahan alam
“Subhanallah, pemandangannya luar biasa.”
3. Ketika mendengar kabar baik dari keluarga
“Masya Allah, semoga berkah selalu.”
4. Saat mendengar tilawah atau pesan agama yang menggetarkan hati
“Subhanallah, merinding dengarnya.”
Baca juga: 10 Ucapan Selamat Menikah Bahasa Arab dan Terjemahannya
5. Ketika melihat anak tumbuh sehat dan aktif
“Masya Allah, makin pintar saja.”
6. Menyaksikan fenomena alam yang menggetarkan hati
“Subhanallah, hujannya deras sekali hari ini.”
7. Saat tidak sengaja melihat perubahan fisik yang membaik pada seseorang
“Masya Allah, sekarang lebih sehat ya?”
8. Saat menyucikan Allah dari perkataan yang tidak pantas
“Subhanallah, jangan sampai berkata seperti itu.”

Kesimpulan: Perbedaan Masyaallah dan Subhanallah
Cek tabel yang Lister sajikan berikut ini untuk bantu kamu memahami perbedaan subhanallah dan masyaallah dengan baik.
| Aspek | Masyaallah | Subhanallah |
|---|---|---|
| Asal Bahasa | Maa syaa’ Allah = “ini kehendak Allah” | Subhana Allah = “Allah Maha Suci” |
| Makna Utama | Mengakui kebaikan yang Allah takdirkan | Menyucikan Allah dari kekurangan |
| Perasaan | Kekaguman yang hangat dan penuh syukur | Kekaguman yang lebih mendalam dan mengagungkan |
| Situasi Umum Pemakaian | Melihat hal baik, indah, prestasi, nikmat | Menyaksikan kebesaran Allah, fenomena, atau penyucian lisan |
| Contoh Pengucapan | “Masyaallah, anakmu pintar sekali.” | “Subhanallah, langit malam ini megah.” |
| Saat Mendengar Hal Tidak Pantas | Jarang digunakan | Dipakai untuk menolak atau menyucikan Allah |
| Arah Makna | Menghubungkan nikmat dengan kehendak Allah | Mengakui kesempurnaan Allah tanpa cela |
| Rasa Doa/Harapan | Ada nuansa doa agar tetap dalam berkah | Tidak selalu berupa doa, lebih berupa pengagungan |
Untuk kamu: 15 Contoh Muannats dan Mudzakkar, Belajar Isim Bahas Arab
Mahir Bahasa Bahasa Arab untuk Komunikasi Sehari-hari
Lebih mudah mendalami ilmu Islam dengan bahasa Arab yang fasih. Kamu bisa menguasai bahasa Arab dengan cepat dan efisien dengan mengikuti Kursus Bahasa Arab di Lister.
Follow Instagram Lister untuk mengetahui promo menarik dan informasi belajar bahasa asing lainnya.
Kamu bisa pilih kelas yang diinginkan, seperti Private hingga Group kecil 3-5 orang. Ada juga kelas untuk karyawan yang bisa dipilih!
Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Yuk, daftar via WhatsApp sekarang juga!
Sumber gambar sampul: freepik



