Siapa William Shakespeare? Tokoh pujangga asal Inggris tersebut merupakan salah satu sastrawan paling berpengaruh.
Tak hanya menyumbangkan khazanah sastra Inggris yang beragam, tetapi juga memengaruhi bahasa Inggris modern yang digunakan sampai saat ini.

Siapa William Shakespeare?
Pernah mendengar kisah drama romantis Romeo Juliet atau kisah cinta Cleopatra dan Antony? William Shakespare adalah orang dibalik drama populer tersebut.
William Shakespeare adalah penyair, penulis drama, dan aktor asal Inggris. Shakespeare lahir pada 1564 di Stratford-upon-Avon.
William Shakespeare sering disebut sebagai “Bapak Sastra Inggris” atau “The Bard of Avon.”
Ia adalah salah satu penulis paling produktif pada masa Ratu Elizabeth I dan Raja James I. Puisi dan dramanya masih ditampilkan dan dipelajari sampai saat ini.
William sering dianggap sebagai salah satu penulis terbesar sepanjang masa karena karya-karyanya yang mendalam, penuh emosi, dan menggambarkan berbagai sisi kehidupan manusia.
Profil Singkat
- Nama lengkap: William Shakespeare
- Lahir: 23 April 1564 di Stratford-upon-Avon, Inggris
- Wafat: 23 April 1616 (tepat di hari ulang tahunnya yang ke-52)
- Pekerjaan: Penulis drama, penyair, aktor
- Zaman: Masa Renaissance (kebangkitan seni dan budaya Eropa)

Biografi William Shakespare: Masa Kecil dan Keluarga
William Shakespeare lahir pada tanggal 23 April 1564 di Stratford-upon-Avon, Inggris.
Ia adalah anak ketiga dari delapan bersaudara dan merupakan putra dari John Shakespeare dan Mary Arden. Ayahnya, John, adalah seorang pengrajin sarung tangan dan juga tokoh masyarakat yang cukup disegani di Stratford.
Sementara ibunya, Mary Arden, berasal dari keluarga petani kaya di daerah tersebut.
Keluarga Shakespeare tergolong kelas menengah pada masa itu. John Shakespeare sempat menjabat sebagai anggota dewan kota dan wali kota, namun kemudian kondisi ekonominya menurun karena berbagai masalah keuangan.
Meskipun begitu, keluarga mereka masih dianggap cukup terpandang di lingkungan sekitar.
Masa kecil William tidak banyak tercatat secara detail, namun ia diyakini mengenyam pendidikan di King’s New School di Stratford.
Di sekolah ini, ia belajar tata bahasa Latin, sastra klasik, sejarah, serta dasar-dasar retorika. Pendidikan inilah yang kelak memengaruhi karya-karyanya di bidang sastra.
Pernikahan William Shakespeare dengan Anne Hathaway
Pada usia 18 tahun, Shakespeare menikah dengan Anne Hathaway, yang berusia delapan tahun lebih tua darinya.
Pernikahan mereka berlangsung di desa Temple Grafton, dekat Stratford-upon-Avon. Berdasarkan catatan gereja, pernikahan tersebut dilakukan dengan izin khusus (special license), yang mengindikasikan bahwa upacara pernikahan diselenggarakan dengan cepat.
Alasan utamanya diyakini karena Anne sudah hamil sebelum menikah. Sekitar enam bulan setelah pernikahan, anak pertama mereka, Susanna, lahir pada bulan Mei 1583.
Dua tahun kemudian, pasangan ini dikaruniai anak kembar bernama Hamnet dan Judith yang lahir pada tahun 1585. Namun, Hamnet meninggal dunia pada usia 11 tahun, suatu peristiwa yang mungkin meninggalkan duka mendalam bagi Shakespeare.
Baca juga: 10 Tokoh Penemu dan Penemuannya yang Berjasa untuk Dunia
Setelah menikah, Shakespeare tampaknya tidak langsung tinggal bersama keluarganya di Stratford.
Ia kemudian pindah ke London untuk mengejar karier sebagai aktor dan penulis naskah teater.
Sementara itu, Anne tetap tinggal di Stratford bersama anak-anak mereka. Meski terpisah jarak, bukti sejarah menunjukkan bahwa Shakespeare tetap menjaga hubungan baik dengan keluarganya dan sering pulang ke Stratford.
Kehidupan William Shakespeare di London
Sekitar akhir tahun 1580-an, William Shakespeare meninggalkan kota kelahirannya, Stratford-upon-Avon, dan pindah ke London.
Masa ini sering disebut sebagai masa awal kariernya di dunia teater. Tidak banyak catatan sejarah yang menjelaskan secara pasti kapan dan bagaimana ia mulai bekerja di London, namun pada awal 1590-an namanya sudah dikenal sebagai aktor dan penulis naskah drama.
Shakespeare bekerja di lingkungan teater yang sedang berkembang pesat pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I.
Ia bergabung dengan kelompok teater bernama Lord Chamberlain’s Men, yang kemudian berganti nama menjadi The King’s Men ketika Raja James I naik takhta.

Bersama kelompok inilah, Shakespeare menulis dan menampilkan sebagian besar karya terkenalnya.
Selain sebagai penulis drama, Shakespeare juga dikenal sebagai aktor.
Ia tampil di berbagai pertunjukan di teater terkenal seperti The Globe Theatre dan Blackfriars Theatre. The Globe Theatre bahkan menjadi salah satu simbol penting dalam sejarah teater Inggris dan erat kaitannya dengan nama Shakespeare.
Selama tinggal di London, Shakespeare menulis banyak karya besar seperti Romeo and Juliet, Hamlet, Macbeth, Othello, dan King Lear.
Tema-tema yang ia angkat mencakup cinta, ambisi, kekuasaan, tragedi, dan kemanusiaan, hal-hal yang menjadikannya relevan sepanjang masa.
Meski sukses di London, Shakespeare tetap menjaga hubungan dengan keluarganya di Stratford.
Ia sering pulang ke kampung halamannya dan bahkan membeli rumah besar bernama New Place di sana.
Populer: Karakter Thomas Shelby Peaky Blinders, Si Kharismatik Berdarah Dingin
Karya dan Prestasi Shakespeare
Shakespeare tinggal di London selama 25 tahun. Hampir seluruh karyanya ditulis di London.
Kesuksesannya membuat Shakespeare dilimpahi kekayaan. Pada 1597, ia membeli New Place, rumah terbesar di Stratford-upon-Avon.
1. Karya-Karya Terkenal
a. Drama Tragedi
- Hamlet (1600–1601) – Mengisahkan pangeran Denmark yang berjuang antara dendam dan moralitas.
- Macbeth (1606) – Bercerita tentang ambisi, kekuasaan, dan kehancuran batin.
- Othello (1603–1604) – Mengangkat tema cinta, kecemburuan, dan pengkhianatan.
- King Lear (1605–1606) – Tragedi tentang keserakahan, keluarga, dan kebijaksanaan manusia.
- Romeo and Juliet (1595–1597) – Kisah cinta tragis dua remaja dari keluarga yang bermusuhan.
b. Drama Komedi
- A Midsummer Night’s Dream (1595–1596)
- Much Ado About Nothing (1598–1599)
- Twelfth Night (1601)
- The Merchant of Venice (1596–1597)
- As You Like It (1599–1600)
c. Drama Sejarah
- Richard III (1592–1593)
- Henry IV (Bagian 1 dan 2) (1596–1598)
- Henry V (1599)
- Richard II (1595)
d. Puisi dan Soneta
- Venus and Adonis (1593)
- The Rape of Lucrece (1594)
- Sonnets (1609) : Kumpulan 154 soneta yang menggambarkan cinta, waktu, dan keabadian.
2. Prestasi dan Pengaruh
- Pembaharu Bahasa Inggris: Shakespeare menciptakan lebih dari 1.700 kata baru dalam bahasa Inggris yang masih digunakan hingga kini.
- Tokoh Teater Terbesar: Bersama kelompok The King’s Men, ia mengangkat teater Inggris ke tingkat profesional dan artistik yang tinggi.
- Pengaruh Global: Karyanya diterjemahkan ke lebih dari 100 bahasa dan dipentaskan di seluruh dunia.
- Warisan Budaya Abadi: The Globe Theatre menjadi simbol kejayaan sastra Inggris dan karya-karyanya menjadi bahan kajian di sekolah dan universitas di seluruh dunia.
- Pengakuan Akademik dan Populer: Shakespeare sering disebut sebagai “The Bard of Avon” dan dianggap sebagai penulis drama terbesar sepanjang masa.
Melalui karya dan prestasinya, William Shakespeare tidak hanya membentuk wajah sastra Inggris, tetapi juga meninggalkan warisan yang melampaui zaman dan budaya.
Artikel terkait: Zaman Renaissance: Sejarah, Tokoh, Ciri dan Perubahan untuk Dunia
Quotes Populer William Shakespare
Kutipan (Quotes) Populer William Shakespeare
William Shakespeare dikenal tidak hanya karena karya dramanya yang agung, tetapi juga karena kata-katanya yang penuh makna dan abadi. Berikut adalah beberapa kutipan paling terkenal dari karya-karyanya yang sering dikutip hingga kini:
1. Dari Drama Hamlet
- “To be, or not to be: that is the question.”
(Menjadi atau tidak menjadi: itulah pertanyaannya.) - “Give me that man that is not passion’s slave.”
(Berikan aku orang yang tidak menjadi budak dari nafsunya.)
| To be, or not to be: that is the question: Whether ’tis nobler in the mind to suffer The slings and arrows of outrageous fortune, Or to take arms against a sea of troubles, And by opposing end them. To die: to sleep…” – Hamlet, Act III, Scene I |
| “This above all: to thine own self be true, And it must follow, as the night the day, Thou canst not then be false to any man.” – Hamlet, Act I, Scene III |
2. Dari Drama Romeo and Juliet
- “What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.”
(Apa arti sebuah nama? Mawar tetap harum meskipun disebut dengan nama lain.) - “For never was a story of more woe than this of Juliet and her Romeo.”
(Tak pernah ada kisah yang lebih tragis daripada kisah Juliet dan Romeo.)
| “What’s in a name? That which we call a rose By any other word would smell as sweet…” – Romeo and Juliet, Act II, Scene II |
| “Good night, good night! Parting is such sweet sorrow, That I shall say good night till it be morrow.” – Romeo and Juliet, Act II, Scene II |
3. Dari Drama Macbeth
- “Out, out, brief candle! Life’s but a walking shadow.”
(Padam, padam, lilin yang singkat! Hidup hanyalah bayangan yang berjalan.) - “False face must hide what the false heart doth know.”
(Wajah palsu harus menyembunyikan apa yang diketahui oleh hati yang palsu.)
4. Dari Drama Julius Caesar
- “Cowards die many times before their deaths; the valiant never taste of death but once.”
(Pengecut mati berkali-kali sebelum kematiannya; yang berani hanya mati sekali.) - “The fault, dear Brutus, is not in our stars, but in ourselves.”
(Kesalahan, Brutus yang terkasih, bukan pada bintang-bintang kita, melainkan pada diri kita sendiri.)
| “Cowards die many times before their deaths; The valiant never taste of death but once.” – Julius Caesar, Act II, Scene II |
| “Men at some time are masters of their fates: The fault, dear Brutus, is not in our stars, But in ourselves, that we are underlings.” – Julius Caesar, Act I, Scene II |
5. Dari Drama A Midsummer Night’s Dream
- “The course of true love never did run smooth.”
(Perjalanan cinta sejati tak pernah berjalan mulus.) - “Though she be but little, she is fierce.”
(Meskipun dia kecil, dia tangguh.)
6. Dari Drama Othello
- “O, beware, my lord, of jealousy; it is the green-eyed monster which doth mock the meat it feeds on.”
(Waspadalah terhadap cemburu; ia adalah monster bermata hijau yang mengejek mangsanya sendiri.)
7. Dari Drama King Lear
- “Nothing will come of nothing.”
(Tak ada yang akan datang dari kehampaan.)
8. Dari Drama Soneta
- “Shall I compare thee to a summer’s day? Thou art more lovely and more temperate.”
(Bolehkah aku membandingkanmu dengan hari musim panas? Engkau lebih indah dan lebih lembut.)
Kutipan-kutipan ini menggambarkan pemikiran mendalam Shakespeare tentang kehidupan, cinta, ambisi, dan sifat manusiamenjadikannya abadi di hati para pembaca di seluruh dunia.
Menarik: 15 Nama Dewa Dewi Yunani Populer, Tokoh Mitologi
Akhir Hayat William Shakespare
Menjelang akhir hayatnya, William Shakespeare memutuskan untuk pensiun dari dunia teater dan kembali ke kampung halamannya di Stratford-upon-Avon sekitar tahun 1613.
Pada saat itu, ia telah mencapai kesuksesan besar sebagai penulis dan aktor terkenal di London. Ia membeli sebuah rumah besar bernama New Place, yang menjadi tempat tinggalnya hingga akhir hayat.
Meskipun pensiun, Shakespeare masih sempat menulis atau bekerja sama dengan penulis lain dalam beberapa karya terakhirnya, seperti The Tempest dan Henry VIII. Namun, setelah tahun 1613, aktivitasnya di dunia teater berangsur menurun.
William Shakespeare meninggal dunia pada 23 April 1616, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-52. Penyebab kematiannya tidak diketahui secara pasti.
Beberapa catatan menunjukkan bahwa ia meninggal setelah mengalami sakit selama beberapa hari, meskipun tidak ada bukti kuat tentang penyakit apa yang dideritanya.
Ia dimakamkan di Holy Trinity Church di Stratford-upon-Avon, tempat ia dahulu dibaptis. Di makamnya terdapat epitaf yang diyakini ditulis olehnya sendiri, yang berbunyi:
“Good friend, for Jesus’ sake forbear,
To dig the dust enclosed here.
Blessed be the man that spares these stones,
And cursed be he that moves my bones.”
(Teman baik, demi nama Yesus, janganlah menggali debu yang tertutup di sini. Diberkatilah orang yang membiarkan batu-batu ini tetap utuh, dan terkutuklah dia yang memindahkan tulang-tulangku.)
Setelah kematiannya, para sahabatnya mengumpulkan karya-karyanya dan menerbitkannya dalam satu buku besar pada tahun 1623, yang dikenal sebagai First Folio.
Buku ini menjadi warisan berharga yang memastikan karya-karya Shakespeare tetap hidup dan dikenal di seluruh dunia.
Hingga kini, William Shakespeare dikenang bukan hanya sebagai penulis drama terbesar sepanjang masa, tetapi juga sebagai tokoh yang mengubah wajah sastra dan teater dunia selamanya.
Baca juga: Biografi dan Puisi Edgar Allan Poe
Karya-Karya Shakespeare yang Terkenal
Shakespeare adalah salah satu penulis paling berpengaruh dalam sejarah bahasa Inggris. Berikut ini drama dan puisi yang dianggap sebagai puncak karya Shakespeare sepanjang hidupnya.
Romeo and Juliet (1594-1596)
Romeo and Juliet adalah karya Shakespeare yang paling terkenal. Drama tersebut menceritakan kisah tragis sepasang kekasih yang tidak dapat bersatu karena perseteruan keluarga.
Much Ado About Nothing (1598-1599)
Drama komedi ini mengisahkan Claudio dan Hero. Konflik kesalahpahaman dalam drama tersebut diangkat dalam dialog konyol para karakternya.
Julius Caesar (1599-1600)
Drama ini mengisahkan pembunuhan Julius Caesar oleh para sekutunya, termasuk orang kepercayaannya, Brutus. Beberapa monolog paling terkenal yang pernah ditulis Shakespeare ada dalam drama ini.
Hamlet (1599-1601)
Hamlet disebut-sebut sebagai salah satu drama terbaik yang pernah ada. Hamlet, seorang Pangeran Denmark, tengah berduka atas kematian ayahnya.
Tak lama kemudian, ibunya menikah dengan Claudius, saudara mendiang ayahnya dan penerus tahta. Terungkap kemudian Claudius adalah pembunuh ayah Hamlet. Arwah ayah Hamlet kembali untuk membalas dendam.
King Lear (1605-1606)
Drama ini mengisahkan Raja Lear yang memutuskan akan membagi kerajaannya kepada tiga putrinya. Pembagian tersebut diputuskan berdasarkan seberapa besar rasa sayang sang anak kepada ayahnya.
Macbeth (1606-1607)
Macbeth adalah salah satu tragedi paling terkenal yang ditulis Shakespeare. Drama tersebut mengisahkan seorang bangsawan Skotlandia. Ia diramalkan akan menjadi penguasa setelah membunuh Raja Duncan.
Macbeth mulai membunuh setiap lawan politiknya. Namun sang istri, Lady Macbeth, geram dengan kelakuan suaminya.
Sonnets (1609)
Soneta ini terdiri atas dua bagian, yakni Fair Youth dan Dark Lady.
The Tempest (1611)
Drama mengangkat kisah Prospero, seorang penyihir dan mantan Duke of Milan, serta putrinya, Miranda. Ayah dan anak tersebut terdampar di pulau asing setelah Prospero merebut jabatan dari saudaranya, Antonio.
Dengan sihirnya, Prospero membuat orang-orang datang ke pulau terpencil tersebut, termasuk Antonio.
Baca juga: Rekomendasi Novel Bahasa Inggris
Fakta Unik Shakespeare
- Menulis kurang lebih dua drama setiap tahun selama 20 tahun.
- Diperkirakan karya Shakespeare lebih banyak daripada yang ada saat ini.
- Naskah drama terpanjang yang ditulis Shakespeare, Hamlet, memiliki 4.042 baris.
- Karya terpanjang Shakespeare memiliki 884.647 kata.
- Menciptakan lebih dari 1.700 kata baru.
Kursus Bahasa Inggris, Bekal Penting untuk Studi Internasional
Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari di masa kini. Pastikan kamu sudah mempersiapkan diri dengan mengikuti Kursus Bahasa Inggris di Lister.
Selain itu untuk persiapan kuliah di luar negeri, Lister juga menghadirkan kelas persiapan studyabroad yang bisa kamu coba!
Di sini kamu akan belajar bersama tutor-tutor ahli dan berpengalaman. Cari tahu kisah dan pengalaman mereka di sini.
Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.
Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang melalui Whatsapp!



