Pernah dengar tentang DiSC Personality Test tapi belum tahu apa sebenarnya maknanya? Tes ini bisa membantu kamu mengenali gaya komunikasi, cara berpikir, hingga potensi diri yang mungkin belum kamu sadari.
Yuk, cari tahu pengertian, fungsi, jenis, dan contoh tes DiSC dalam artikel ini biar kamu lebih paham kepribadianmu dan bisa menggunakannya untuk sukses di dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari!
Persiapan Hadapi Personality Test, Ikut Kelas Psikotes Preparation di Lister! |
Sejarah DiSC Personality Test
Konsep dasar dari DiSC Test adalah berasal dari teori psikologi yang dikembangkan oleh Dr. William Moulton Marston pada tahun 1928.
Marston memperkenalkan teorinya dalam buku berjudul Emotions of Normal People, di mana ia menjelaskan bahwa perilaku manusia dapat dikategorikan menjadi empat dimensi utama:
- Dominance (D)
- Influence (I)
- Steadiness (S)
- Conscientiousness (C).
Marston bukan menciptakan tes kepribadian secara langsung, melainkan mengembangkan dasar teoritis tentang bagaimana emosi dan respons seseorang terhadap lingkungan memengaruhi perilaku mereka.
Beberapa dekade kemudian, para psikolog dan peneliti lain mengadaptasi teori Marston menjadi alat asesmen praktis yang kita kenal sekarang sebagai DiSC Assessment Test.
Seiring waktu, DiSC terus dikembangkan dan digunakan secara luas di berbagai bidang seperti dunia kerja, pendidikan, dan pengembangan diri untuk membantu individu memahami gaya komunikasi, pola kerja, serta potensi personal mereka.

Pengertian DiSC Personality Test/Tes Kepribadian DISC
DiSC Personality Test atau Tes Kepribadian DiSC adalah metode asesmen yang digunakan untuk memahami perilaku, gaya komunikasi, dan cara seseorang berinteraksi dengan orang lain maupun lingkungan sekitarnya
Bisa dikatakan tes DiSC adalah merupakan alat penilaian pribadi yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas kerja, kerja tim, kepemimpinan, penjualan, dan komunikasi.
DiSC mengukur kepribadian dan gaya perilaku kita. Itu tidak mengukur kecerdasan, bakat, kesehatan mental atau nilai-nilai.
Profil DiSC menggambarkan perilaku manusia dalam berbagai situasi, misalnya bagaimana kamu menanggapi tantangan, bagaimana kamu memengaruhi orang lain, kecepatan yang kamu pilih, dan bagaimana kamu menanggapi aturan dan prosedur.
Baca juga: Contoh Tes Kraepelin, Strategi & Cara Mengerjakannya
Tes ini dikembangkan berdasarkan teori psikologi oleh William Moulton Marston, yang membagi kepribadian manusia menjadi empat tipe utama: Dominance (D), Influence (I), Steadiness (S), dan Conscientiousness (C).
Masing-masing tipe memiliki ciri khas dan cara berinteraksi yang berbeda:
- Dominance (D) : Tipe ini cenderung tegas, berorientasi pada hasil, dan suka menghadapi tantangan. Mereka biasanya memiliki sifat kepemimpinan yang kuat, cepat mengambil keputusan, dan tidak takut mengambil risiko.
- Influence (I) : Orang dengan tipe ini ramah, optimis, dan mudah bergaul. Mereka unggul dalam membangun hubungan sosial, memotivasi orang lain, dan menciptakan suasana kerja yang positif.
- Steadiness (S): Tipe ini dikenal sabar, setia, dan stabil. Mereka senang membantu orang lain, bekerja dengan konsisten, serta menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh dukungan.
- Conscientiousness (C): Individu dengan tipe ini sangat teliti, analitis, dan berorientasi pada aturan. Mereka suka bekerja dengan sistematis, memperhatikan detail, serta menjaga kualitas dan akurasi dalam setiap tugas.
Setiap orang biasanya memiliki kombinasi dari beberapa tipe DiSC , dengan satu atau dua yang paling dominan membentuk karakter dan gaya berinteraksi mereka.
Setiap tipe menggambarkan kecenderungan unik seseorang dalam mengambil keputusan, menghadapi tantangan, berinteraksi sosial, serta menjalankan tanggung jawab.
DiSC bukan untuk menilai baik atau buruknya kepribadian, melainkan untuk membantu individu dan organisasi memahami potensi diri serta meningkatkan efektivitas komunikasi dan kerja tim.

Tujuan DiSC Assessment Test
Tujuan utama dari DiSC Assessment Test adalah untuk membantu individu maupun organisasi memahami perilaku dan gaya komunikasi seseorang secara lebih mendalam.
Dengan hasil tes ini, seseorang dapat mengetahui cara terbaik dalam berinteraksi, memimpin, bekerja sama, dan menghadapi situasi tertentu.
Secara khusus, DiSC digunakan untuk:
- Mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan diri.
- Meningkatkan efektivitas komunikasi dalam lingkungan kerja maupun kehidupan pribadi.
- Memahami motivasi dan kebutuhan diri sendiri serta orang lain.
- Membantu perekrutan dan pengembangan karyawan agar sesuai dengan karakter pekerjaan.
- Meningkatkan kinerja tim, karena setiap anggota dapat saling memahami gaya kerja masing-masing.
Dengan memahami hasil DiSC , individu dan tim dapat bekerja lebih harmonis, produktif, dan selaras dengan potensi masing-masing.
Untuk kamu: Strategi, Tips & Cara Mengerjakan Tes Pauli, Ada Contohnya!
Penggunaan DiSC dalam Pendidikan dan Pekerjaan
Tes DiSC banyak digunakan di berbagai bidang karena mampu memberikan pemahaman mendalam tentang kepribadian dan perilaku seseorang.
Dalam dunia kerja, DiSC membantu perusahaan dan individu untuk meningkatkan efektivitas komunikasi, kerja sama tim, serta produktivitas. Berikut beberapa penerapannya:
- Rekrutmen dan seleksi karyawan: DiSC membantu HR dalam mengenali kandidat yang paling sesuai dengan karakter pekerjaan tertentu.
- Pengembangan karier dan kepemimpinan: Hasil DiSC digunakan untuk merancang pelatihan, coaching, dan strategi peningkatan kemampuan individu.
- Manajemen tim: Dengan memahami gaya kepribadian masing-masing anggota, tim dapat bekerja lebih harmonis dan efisien.
Sementara dalam bidang pendidikan, DiSC membantu guru, konselor, dan siswa memahami gaya belajar serta potensi diri. Penerapannya antara lain:
- Menyesuaikan metode pengajaran: Guru dapat menyesuaikan cara mengajar sesuai gaya belajar siswa (misalnya tipe S lebih cocok dengan pembelajaran stabil dan terstruktur).
- Meningkatkan interaksi di kelas: Dengan memahami tipe DiSC siswa, guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif dan inklusif.
- Bimbingan karier: DiSC membantu siswa mengenali minat dan kecocokan bidang studi atau profesi yang sesuai dengan kepribadian mereka.
Dengan penerapan yang tepat, DiSC dapat menjadi alat penting untuk meningkatkan kinerja, kolaborasi, dan pengembangan potensi baik di dunia kerja maupun pendidikan.
Cara Melihat Kepribadian Menggunakan DiSC Assessment Test
Mengukur kepribadian dengan Tes DISC dilakukan melalui serangkaian pertanyaan atau pernyataan yang menggambarkan perilaku seseorang dalam berbagai situasi.
Responden diminta untuk memilih pernyataan yang paling sesuai dan paling tidak sesuai dengan dirinya.
Dari hasil pilihan tersebut, sistem akan menganalisis pola jawaban untuk menentukan kecenderungan kepribadian individu berdasarkan empat dimensi utama DISC: Dominance (D), Influence (I), Steadiness (S), dan Conscientiousness (C).
Berikut langkah umum dalam proses pengukuran:
- Mengisi kuesioner DISC: Biasanya terdiri dari 24–30 set pernyataan dengan empat pilihan deskripsi perilaku di tiap set.
- Analisis hasil jawaban: Sistem menghitung seberapa besar kecenderungan seseorang terhadap tiap tipe (D, I, S, C).
- Pemetaan profil kepribadian: Hasil tes disajikan dalam bentuk grafik atau laporan yang menunjukkan kombinasi tipe kepribadian dominan dan pendukung.
- Interpretasi hasil : Laporan kemudian dijelaskan untuk membantu individu memahami gaya komunikasi, kekuatan, area pengembangan, serta cara beradaptasi dengan tipe lain.
Tes DISC biasanya dilakukan secara online maupun offline, dengan hasil yang dapat langsung diperoleh setelah tes selesai. Akurasi hasil tergantung pada kejujuran responden dalam menjawab setiap pernyataan.
Populer: Gaya Belajar Visual: Definisi, Karakteristik, dan 5 Contohnya
Contoh Asesmen DiSC Personality Test
| Contoh Soal Tes DISC (20 Butir Lengkap) Setiap soal memiliki empat pilihan jawaban yang mewakili kepribadian D (Dominance), I (Influence), S (Steadiness), dan C (Conscientiousness). Pilih satu yang paling menggambarkan diri kamu (Most) dan satu yang paling tidak menggambarkan diri kamu (Least). Dalam proyek baru, saya biasanya… (D) Langsung mengambil peran pemimpin. (I) Mengajak semua orang untuk bersemangat. (S) Mendukung rencana yang sudah disepakati. (C) Menganalisis semua detail terlebih dahulu. Ketika menghadapi tantangan, saya… (D) Berani mengambil keputusan cepat. (I) Tetap optimis dan percaya diri. (S) Tenang dan tidak panik. (C) Menyusun strategi dengan hati-hati. Saat bekerja dalam tim, saya… (D) Mengarahkan agar semua berjalan sesuai target. (I) Membangun suasana yang menyenangkan. (S) Menjadi pendengar yang baik. (C) Memastikan pekerjaan dilakukan sesuai standar. Dalam membuat keputusan, saya… (D) Mengambil keputusan dengan cepat. (I) Berdiskusi dulu dengan orang lain. (S) Mempertimbangkan perasaan semua pihak. (C) Berdasarkan data dan logika. Orang lain melihat saya sebagai… (D) Tegas dan percaya diri. (I) Ceria dan penuh energi. (S) Ramah dan setia. (C) Teliti dan rapi. Ketika jadwal berubah mendadak, saya… (D) Segera menyesuaikan arah tindakan. (I) Menerima dengan semangat baru. (S) Butuh waktu untuk beradaptasi. (C) Mengevaluasi dulu alasan perubahannya. Dalam menyelesaikan pekerjaan, saya… (D) Fokus pada hasil akhir. (I) Fokus pada kerja sama tim. (S) Fokus pada proses yang stabil. (C) Fokus pada ketepatan dan kualitas. Ketika menghadapi konflik, saya… (D) Menyelesaikannya secara langsung. (I) Berusaha mencairkan suasana. (S) Menghindari pertengkaran. (C) Menyelesaikannya dengan logika dan fakta. Saya merasa nyaman ketika… (D) Mendapat tantangan baru. (I) Dikelilingi banyak orang. (S) Semua berjalan rutin dan tenang. (C) Ada aturan yang jelas. Dalam komunikasi, saya cenderung… (D) To the point dan tegas. (I) Hangat dan ekspresif. (S) Lembut dan penuh empati. (C) Terstruktur dan berhati-hati. Dalam situasi tekanan tinggi, saya… (D) Tetap fokus dan berani mengambil risiko. (I) Mencoba membuat suasana tetap positif. (S) Menjaga ketenangan. (C) Memastikan semua langkah benar. Ketika ada kesalahan, saya… (D) Segera memperbaikinya dan lanjut. (I) Mengakui dan belajar dari situasi. (S) Mencoba memahami penyebabnya. (C) Menganalisis detail untuk mencegah pengulangan. Dalam lingkungan kerja, saya dikenal sebagai… (D) Pemimpin yang kuat. (I) Pembawa semangat. (S) Penjaga keharmonisan. (C) Penjaga kualitas. Saat berinteraksi, saya… (D) Langsung dan lugas. (I) Ceria dan bersahabat. (S) Hangat dan sabar. (C) Formal dan hati-hati. Dalam menghadapi keputusan sulit, saya… (D) Mengambil langkah cepat. (I) Minta pendapat orang lain. (S) Berpikir matang tanpa tergesa. (C) Mengandalkan analisis mendalam. Saya paling termotivasi oleh… (D) Tantangan dan hasil nyata. (I) Pengakuan dan relasi sosial. (S) Stabilitas dan keamanan. (C) Ketepatan dan kejelasan. Dalam bekerja, saya mengutamakan… (D) Pencapaian target. (I) Hubungan baik dengan rekan kerja. (S) Keharmonisan dan kenyamanan. (C) Struktur dan kualitas kerja. Ketika memimpin, saya… (D) Tegas dan berorientasi hasil. (I) Menginspirasi dan memotivasi. (S) Mendukung dan mendengarkan anggota. (C) Mengatur dengan sistematis. Dalam situasi baru, saya… (D) Langsung berinisiatif. (I) Mudah beradaptasi dan antusias. (S) Mengamati dulu sebelum bertindak. (C) Belajar dulu semua aturannya. Saya merasa paling berhasil ketika… (D) Dapat mencapai tujuan besar. (I) Bisa membuat orang lain senang. (S) Semua orang merasa nyaman. (C) Pekerjaan selesai sempurna dan rapi. Setelah menjawab seluruh pertanyaan, hasil akan menunjukkan kecenderungan kepribadian kamu berdasarkan kombinasi dari empat tipe utama DISC. |
4 Jenis DiSC Personality dan Karakternya
Model DISC Personality membagi kepribadian manusia menjadi empat tipe utama: Dominance (D), Influence (I), Steadiness (S), dan Conscientiousness (C).
1. Dominance (D): Pemimpin yang Tegas dan Berorientasi Hasil
Orang dengan tipe Dominance (D) memiliki karakter kuat, percaya diri, dan fokus pada pencapaian tujuan. Mereka menyukai tantangan, mengambil keputusan dengan cepat, serta tidak takut menghadapi risiko.
Dalam situasi kerja, mereka cenderung menjadi pemimpin alami yang mampu mengarahkan tim untuk mencapai target.
Ciri-ciri utama:
- Tegas, ambisius, dan kompetitif.
- Berorientasi pada hasil dan efisiensi.
- Cepat mengambil keputusan dan suka tantangan.
- Kurang sabar terhadap detail atau proses yang terlalu lambat.
Motivasi utama: mencapai kemenangan, prestasi, dan pengakuan atas hasil kerja.
Potensi tantangan: terkadang bisa terlalu keras, mendominasi, atau tidak sabar terhadap orang lain yang bergerak lebih lambat.
Profesi yang cocok: manajer proyek, pimpinan tim, wirausahawan, negosiator, atau pekerjaan yang membutuhkan keberanian mengambil keputusan.
Artikel Lainya: Media Pembelajaran Adalah Contoh, Jenis dan Macamnya
2. Influence (I) : Komunikator yang Antusias dan Menginspirasi
Tipe Influence (I) dikenal sebagai pribadi yang ekspresif, optimis, dan mudah bergaul. Mereka senang berbicara, berinteraksi, serta memotivasi orang lain. Dalam lingkungan kerja, individu dengan tipe I menciptakan suasana positif dan menjadi penggerak semangat tim.
Ciri-ciri utama:
- Ceria, persuasif, dan komunikatif.
- Menyukai perhatian dan interaksi sosial.
- Mudah membangun hubungan dan bekerja dalam tim.
- Kurang fokus pada detail dan terkadang sulit mengikuti rutinitas.
Motivasi utama: mendapatkan pengakuan sosial, diterima oleh lingkungan, dan menciptakan hubungan yang menyenangkan.
Potensi tantangan: bisa terlalu impulsif, kurang disiplin terhadap waktu, atau sulit fokus pada tugas administratif.
Profesi yang cocok: sales, public relations, marketing, presenter, konsultan, guru, atau profesi yang menuntut interaksi dan persuasi.
3. Steadiness (S) : Pendengar yang Sabar dan Penjaga Harmoni
Tipe Steadiness (S) digambarkan sebagai orang yang tenang, sabar, dan setia. Mereka cenderung menghindari konflik, senang membantu orang lain, dan menciptakan lingkungan kerja yang stabil. Tipe S adalah pendukung setia dalam tim yang dapat diandalkan dalam jangka panjang.
Ciri-ciri utama:
- Ramah, stabil, dan setia.
- Suka bekerja dengan ritme yang konsisten.
- Mendengarkan dengan empati dan penuh perhatian.
- Tidak suka perubahan mendadak atau tekanan tinggi.
Motivasi utama: keamanan, kestabilan, dan hubungan harmonis.
Potensi tantangan: bisa terlalu pasif, sulit mengatakan tidak, atau lambat dalam mengambil keputusan.
Profesi yang cocok: tenaga pendidik, HR, perawat, konselor, customer service, atau posisi yang membutuhkan empati dan stabilitas emosional.
4. Conscientiousness (C) : Pemikir Logis dan Perfeksionis
Tipe Conscientiousness (C) dikenal dengan ketelitian, logika, dan orientasi terhadap kualitas. Mereka memiliki standar tinggi dan berusaha agar setiap pekerjaan dilakukan dengan akurat dan sesuai aturan. Dalam dunia kerja, tipe C sangat berharga untuk menjaga kualitas dan ketertiban.
Ciri-ciri utama:
- Teliti, analitis, dan terorganisir.
- Menyukai data, prosedur, dan sistem yang jelas.
- Memiliki standar tinggi terhadap hasil kerja.
- Kurang fleksibel dan bisa terlalu kritis terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Motivasi utama: kepastian, ketepatan, dan keakuratan.
Potensi tantangan: bisa terlalu berhati-hati, lambat mengambil keputusan, atau terlalu fokus pada kesempurnaan.
Profesi yang cocok: akuntan, analis data, auditor, peneliti, insinyur, atau posisi yang menuntut ketelitian dan struktur.
Jadi, apakah kamu sudah tahu tipe kepribadian DISC kamu? kamu bisa lho mempersiapkan keperluan psikotes untuk berbagai keperluan pendidikan dan profesional kerja bersama Lister melalui program Kursus Persiapan Psikotes.
Persiapan Hadapi Personality Test, Ikut Kelas Psikotes Preparation di Lister!
Akan menjalani ujian psikotes untuk pendidikan maupun pekerjaan? kamu bisa belajar seluk beluk psikotes dan cara menghadapinya di Kursus Persiapan Psikotes dari Lister!
Kamu bisa mempelajari banyak jenis Psikotes dan cara mengerjakaannya bersama tutor Lister. Kelas online yang fleksibel memudahkanmu mengatur jadwal belajar tanpa mengganggu aktivitas lainnya.
Didampingi tutor profesional, kamu juga akan mendapatkan strategi dan tips praktis untuk menyelesaikan tes.
Latihan soal, evaluasi berkala, dan materi personal akan membuat pembelajaran makin optimal. Belajar jadi lebih efektif, nyaman, dan menyenangkan hanya di Lister.
Konsultasikan kelas terbaik sesuai kebutuhanmu sekarang juga lewat WhatsApp Lister!
Sumber gambar sampul: freepik



