Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Prinsip-Prinsip dalam Belajar Bahasa Asing, Sudah Tahu?

prinsip belajar bahasa asing

lister.co.id – Untuk mahir berbahasa asing, perlu proses yang sangat panjang bukan? Nah, sebelumnya kamu sudah tahu dan menerapkan macam -macam prinsip belajar ini belum? Artikel kali ini akan membahas tentang 4 pilar atau prinsip belajar bahasa asing yang patut kamu ketahui. Simak yuk!

Prinsip 1: Semua berawal dari motivasi yang benar

Mengapa kamu memutuskan belajar bahasa asing? Untuk apa? Pertanyaan-pertanyaan tentang  motivasi ini kesannya sepele padahal sangat signifikan pada proses belajar bahasa asing yang akan kamu jalani. Jika sejak awal motivasi belajar yang kamu miliki tidak didasarkan pada hal yang tepat, itulah yang menyebabkan banyak pembelajar berhenti di tengah jalan. Namun, jika dasar motivasi belajar kamu tepat, kamuakan jauh lebih konsisten terhadap komitmen belajar kamu.

Baca juga: Kursus Bahasa Jerman semakin mudah di Lister

Kategori Motivasi pembelajar bahasa asing itu ada 4 macam:

1. Dorongan eksternal berupa tuntutan, perintah, paksaan, atau keharusan.

Misalnya karena tinggal di luar negeri, maka harus belajar bahasa negara tersebut untuk bisa bertahan hidup. Bisa juga motif belajarnya karena perintah atau paksaan dari figur otoritas, misalnya orang tua atau dari guru. Tidak jarang orang tua atau guru yang ikut andil dalam menentukan arah belajar bahasa asing seorang pembelajar.

Mereka yang dasar motivasi belajarnya karena perintah orang lain, tidak hanya akan bermasalah dalam komitmen dan konsistensi, tapi juga proses belajar mereka cenderung acak-acakan. Kalo dari awal motivasinya sudah lemah, cara belajarnya lemah, ya wajar saja banyak yang tidak berkembang dan jadi berhenti di tengah jalan.

Baca juga: Kursus Bahasa Korea

2. Dorongan fungsi kepraktisan kasual dalam memahami bahasa tersebut.

Biasanya mereka yang berada pada kategori ini belajar bahasa asing, karena dorongan motivasi hobi kasualnya, misalnya hanya supaya bisa mengerti percakapan dalam bahasa asing, bisa baca komik, main video games, nonton drama/film, atau sekadar paham lirik-lirik lagu dari bahasa tersebut.

Biasanya mereka yang belajar atas dasar motivasi ini, penguasaan materinya juga cukup acak, bahkan bisa juga hanya bertumpu pada satu karakteristik yang itu-itu saja, karena biasanya referensi pembelajarannya banyak meniru dari sumber yang terbatas seperti drama/film/animasi, game, dll.

3. Dorongan rasa suka terhadap bahasa tersebut.

Biasanya dorongan belajarnya didasari oleh motivasi positif, bahwa dirinya memang menyukai bahasa tersebut, merasa pengucapan bahasa tersebut terdengar indah, melihat karakter bahasa tersebut keren, atau penguasaan bahasa tersebut mendukung cita-citanya. Pada tahap ini, biasanya pembelajar memerhatikan aspek fungsional yang tepat dan didorong oleh motivasi positif.

Baca juga: Kursus Bahasa Arab di Lister

Prinsip 2: Memiliki Rencana Persiapan yang Terukur

Mempelajari bahasa asing itu tidak bisa sembarangan. Perlu ada perencanaan yang matang dalam belajar bahasa asing, agar usaha dan energi kamu tersalurkan dengan tepat.

Pertama, coba tentukan target dulu, mau belajar bahasa apa, mencapai level mana. Kemudian, tentukan berapa berapa lama waktu yang kamu rencanakan untuk mencapai target tersebut. Dalam menentukan target, sebaiknya jangan terlalu muluk-muluk. Be realistic.

Setelah itu, cari tahu dulu seberapa sulit bahasa asing yang mau dipelajari, ini bisa membantu kamu menyiapkan strategi khususnya.

Kemudian, siapkan juga semua perlengkapan yang dibutuhkan, serta resources yang kredibel. Jangan mengambil referensi hanya dari hobi kasual atau pop-culture bahasa tersebut saja, misalnya dari game, atau film drama saja. Karena banyak sekali pengucapan dalam pop-culture itu yang tidak akurat, menggunakan bahasa tidak baku, dan penggunaan konteks yang berulang hanya pada topik itu-itu saja.

Contohnya, kamu bisa mulai hunting tempat belajar yang bisa mewadahi kamu untuk belajar bahasa asing dengan tutor yang bersertifikat seperti Lister.

Prinsip 3: Melewati Proses Belajar yang Tepat

A. Vocabulary

Vocabulary atau kosakata mau tidak mau harus dihapal. Gimana caranya? Mulai dari kosakata sehari-hari, lebih bagus lagi kalau dipelajari secara tematik, misal lingkungan, keluarga, hobi, pekerjaan, dll. Supaya lebih bagus, buatlah list kosakata yang dikelompokkan menjadi kata kerja, kata benda, kata sifat, dll., ini akan mempermudah lo dalam menyusun kalimat.

Hafalkan dan katakan sesering mungkin frasa yang ada dalam kotak listmu.

Prinsip 3: Melewati Proses Belajar yang Tepat

A. Vocabulary

Vocabulary atau kosakata mau tidak mau harus dihapal. Gimana caranya? Mulai dari kosakata sehari-hari, lebih bagus lagi kalau dipelajari secara tematik, misal lingkungan, keluarga, hobi, pekerjaan, dll. Supaya lebih bagus, buatlah list kosakata yang dikelompokkan menjadi kata kerja, kata benda, kata sifat, dll., ini akan mempermudah lo dalam menyusun kalimat.

Hafalkan dan katakan sesering mungkin frasa yang ada dalam kotak listmu.

B. Grammar

Grammar atau tata bahasa yang harus dipelajari meliputi Fonologi (cara ucap), Morfologi (cara membentuk kata), Sintaksis (aturan kalimat), Fonetik (bunyi dan simbol), Semantik (pemahaman makna), serta Pragmatika (pemaknaan konteks). Semua itu adalah aspek yang perlu dipelajari kalau kamu mau penguasaan bahasa kamu secara menyeluruh.

Apalagi kalau motivasi belajar kamu sudah berada di kategori 3 dan 4 sebetulnya mempelajari hal-hal ini justru bisa menjadi hal yang menantang dan menyenangkan, loh!

C. Praktik

Praktik dalam belajar bahasa meliputi membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Di bagian ini biasanya sering terjadi miskonsepsi atau salah kaprah. Berikut adalah 2 kesalahan umum yang seringkali terjadi:

Catatan 1: “jangan takut salah, tapi bersedia dikoreksi.”

Memang betul bahwa ada bagusnya “jangan takut salah” jika pada tahap awal kita belajar masih kurang percaya diri. Namun dalam praktiknya, prinsip ini seringkali menjadi justifikasi atau disalahgunakan untuk tidak berkembang menjadi lebih baik lagi (baca: berbahasa dengan benar). Kebiasaan pembelajar di Indonesia adalah malas mengoreksi dan dikoreksi, sehingga sering banget membiarkan kesalahan berbahasa menjadi kebiasaan yang dimaklumi. Jangan takut mengoreksi atau dikoreksi, karena hal itu hanya akan menghambat kemajuan kita sendiri dalam belajar bahasa asing.

Prinsip 4: Pemeliharaan Bahasa atau Maintenance

Karena bahasa adalah “skill-based knowledge”maintenance atau pemeliharaan itu penting, ya.

Intinyapenguasaan bahasa itu harus dipelihara secara rutin, tidak boleh dibiarkan “berkarat” di otak kita. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan dalam upaya memelihara kemampuan berbahasa:

A. Eksposur

Expose-lah diri kamu terhadap lingkungan atau kondisi yang kondusif dalam menyokong belajar bahasa asing. Misalnya bergabung dalam komunitas bahasa tersebut di media sosial. Bisa juga dengan sering meluangkan waktu dalam hobi kasual yang berkaitan dengan bahasa tersebut, misalnya membaca buku atau komik, nonton film, mendengarkan musik, atau main video game yang menggunakan bahasa asing tersebut dan ditambah dengan menggunakan subtitles dalam bahasa tersebut.

B. Konsistensi

Ini bagian yang susah banget dijaga oleh banyak pembelajar bahasa asing. Masalah utamanya biasanya ada pada prinsip 1, yaitu motivasi belajar yang lemah. Kalau motivasi belajarnya dari awal sudah lemah, biasanya pembelajar jadi tidak konsisten. Jadi, pastikan lagi dasar motivasi kamu kuat dalam mempelajari bahasa.

Di zaman sekarang, belajar bahasa asing menjadi begitu mudah bukan? Yuk segera terapkan beberapa prinsip di atas supaya kemampuan bahasa kamu semakin tajam. Kamu juga bisa mulai mendaftarkan diri di kursus bahasa asing Lister loh. Ada beberapa kursus bahasa asing yang sudah tersedia seperti bahasa korea, arab, jerman, dan masih banyak lagi. Cek programnya di sini.

Baca artikel lainnya yuk!