TKDA (Tes Kemampuan Dasar Akademik) merupakan tes yang dirancang untuk mengukur potensi intelektual dan kemampuan berpikir logis seseorang.
Melalui tes ini, peserta dapat mengetahui sejauh mana kesiapan akademik mereka dalam menghadapi berbagai seleksi pendidikan maupun karier.
Simak penjelasan lengkap berikut untuk memahami struktur, tujuan, dan strategi sukses menghadapi TKDA.
Persiapan TKDA dengan Maksimal di Kursus TKDA Online di Lister! |
TKDA (Tes Kemampuan Dasar Akademik)
Tes TKDA (Tes Kemampuan Dasar Akademik) adalah tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan intelektual, logika, dan potensi akademik seseorang.
Tes ini mencakup kemampuan verbal, numerik, dan penalaran yang dibutuhkan untuk menilai kesiapan akademik atau kemampuan berpikir kritis individu.
Siapa sih penyelenggara TKDA? Apakah tes ini dikelola organisasi tertentu?
Penyelenggara resmi TKDA (Tes Kemampuan Dasar Akademik) di Indonesia adalah Pusat Layanan Tes Indonesia (PLTI).
PLTI merupakan lembaga yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Lembaga ini memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan tes berbasis komputer secara nasional dan menerbitkan sertifikat hasil TKDA yang diakui secara resmi,
terutama untuk keperluan sertifikasi dosen, seleksi akademik pascasarjana, dan rekrutmen tenaga pendidik.
Baca juga: Mengupas PAPs UGM: Definisi, Format Tes, Biaya & Persiapan
Struktur dan Waktu Pengerjaan TKDA
Dilansir dari akun website resmin PLTI, struktur tes Tes TKDA mencakup tiga bagian utama, yaitu
1. Tes Verbal
Komponen verbal mengukur kemampuan seseorang dalam memahami, berpikir, dan menganalisis informasi melalui bahasa.
Subtes untuk ujian verbal adalah subtes Analogy, Logical Reasoning, dan Analytical Reasoning
2. Tes Numerik
Tes ini bertujuan untuk menilai kemampuan berpikir logis serta menganalisis menggunakan konsep kuantitatif atau perhitungan.
Subtes untuk bagian ini adalah Arithmetic, Number Series, serta Word Problem.
3. Tes Figural
Tes ini memiliki fokus pada kemampuan berpikir dan menganalisis pola melalui gambar, simbol, dan diagram.
Isi dari ujian figural ini adalah Figure Analysis and Synthesis serta Spatial Reasoning.

Dengan 3 jenis bagian di atas, total soal TKDA adalah 160 soal dengan rentang nilai 200-800. Rata-rata nilai dari TKDA ada di poin 500.
Populer: TPA Bappenas adalah: Tujuan, Penyelenggara, Harga & Contoh Soal
Hasil Ujian TKDA Bisa Digunakan untuk Apa?
Sertfikat TKDA digunakan untuk keperluan apa? di Indonesia sendiri banyak keperluan profesional seperti akademis dan karir yang memerlukan sertifikat ini. Seperti:
Sertifikat TKDA dapat digunakan sebagai bukti kemampuan akademik dan potensi intelektual seseorang dalam berbagai keperluan resmi. Beberapa penggunaan utamanya antara lain:
- Sertifikasi Dosen (Serdos): Sertifikat TKDA menjadi salah satu syarat utama dalam proses sertifikasi dosen untuk menilai kompetensi akademik.
- Seleksi Pascasarjana: Banyak universitas menggunakan hasil TKDA sebagai bagian dari proses seleksi masuk program magister (S2) atau doktor (S3).
- Rekrutmen Tenaga Pendidik dan CPNS: Beberapa instansi pendidikan dan pemerintah menjadikan skor TKDA sebagai acuan dalam proses rekrutmen.
- Beasiswa dan Program Pengembangan Karier: Sertifikat ini juga dapat digunakan untuk melamar berbagai program beasiswa atau pelatihan yang mensyaratkan kemampuan akademik tertentu.
Dengan masa berlaku tertentu (biasanya dua tahun), sertifikat TKDA memberikan pengakuan resmi terhadap kemampuan berpikir logis, analitis, dan kuantitatif peserta secara nasional.
Harga TKDA di Indonesia
Bersumber dari website PLTI, harga untuk sekali ambil ujian TKDA di tahun 2025 adalah Rp388.500,00 (tiga ratus delapan puluh delapan ribu limaratus rupiah).
Kamu perlu cek secara berkala untuk melihat perubahan harga yang mungkin terjadi.
Untuk kamu: PTE (Pearson Test of English): Format, Jenis, Strategi
Apa Perbedaan TKDA dan TPA?
Secara umum, TKDA (Tes Kemampuan Dasar Akademik) dan TPA (Tes Potensi Akademik) memiliki tujuan yang serupa, yaitu menilai kemampuan berpikir logis, analitis, dan verbal seseorang.
Namun, keduanya berbeda dalam lembaga penyelenggara, standar penilaian, dan konteks penggunaannya.
TKDA diselenggarakan oleh PLTI (Pusat Layanan Tes Indonesia) dan digunakan secara resmi untuk keperluan sertifikasi dosen serta seleksi akademik di bawah naungan Kemendikbudristek.
Sementara itu, TPA biasanya diselenggarakan oleh lembaga seperti OTO Bappenas atau internal universitas tertentu untuk seleksi masuk pascasarjana dan rekrutmen kerja.
TKDA menggunakan standar penilaian CEEB dengan rentang skor 200–800, sedangkan TPA memiliki format dan standar penilaian yang bervariasi tergantung lembaga penyelenggaranya.
Jadi perbedaannya hanya dari lembaga penyelenggaranya saja ya dan skoringnya.
Alur Pendaftaran TKDA

Persiapan TKDA dengan Maksimal di Lister!
Melalui kursus TKDA online di Lister, kamu akan mendapatkan panduan belajar terstruktur yang membantu memahami setiap jenis soalverbal, numerik, maupun figural bersama tutor terbaik.
Pengajar profesional Lister siap mendampingi dengan strategi pengerjaan cepat dan latihan soal terkini sesuai format resmi PLTI.
Dengan sistem belajar fleksibel, kamu bisa menyesuaikan waktu belajar sesuai kesibukanmu. Selain itu, juga ada latihan ujian dan evaluasi dari tutor.
Konsultasikan kebutuhan belajarmu sekarang juga melalui WhatsApp Lister dan raih skor TKDA terbaikmu!



