Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Temukan Orang yang Tepat Lewat Job Analysis, Begini Caranya

job analysis

Kamu ingin meraih jabatan tertentu dalam pekerjaan? Tentu kamu harus memiliki kemampuan yang mumpuni, salah satunya adalah bahasa asing. Untuk itu, kamu bisa mempelajari bahasa asing melalui kursus di Lister for Company.

Salah satu cara untuk menentukan jabatan dan deskripsi pekerjaan yang tepat adalah dengan melakukan job analysis. Berikut penjelasannya.

Job Analysis adalah

Job analysis (analisis jabatan) merupakan proses menganalisis dan mendefinisikan jabatan yang diperlukan perusahaan untuk meraih tujuan bisnis.

Analisis jabatan didefinisikan dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah.

Selain itu, analisis jabatan dilakukan untuk membedakan deskripsi jabatan yang saling bersinggungan. Contohnya product designer dan product manager.

Manfaat Job Analysis

Job analysis bermanfaat bagi perusahaan dan karyawan yang menjabat posisi tertentu.

1. Mencegah Konflik

Apabila tanggung jawab peran tumpang-tindih, maka dapat menimbulkan kekacauan dalam proses kerja. Hal ini akan memunculkan konflik.

Dengan uraian tanggung jawab yang jelas, konflik antarkaryawan dan antartim dapat dicegah.

2. Mempermudah Penilaian

Analisis jabatan membantu perusahaan menentukan tujuan dan target yang harus dicapai pekerjaan tertentu. Hal ini juga akan membantu HR menentukan standar kerja sebagai dasar penilaian kinerja karyawan.

3. Menyusun Kebijakan Kompensasi

Sesuai arahan Permenaker Nomor 1 Tahun 2017, perusahaan wajib menyusun struktur dan skala upah untuk setiap golongan jabatan.

Analisis jabatan dapat membantu menyusun kebijakan kompensasi yang adil untuk mencegah kesenjangan upah.

4. Mendapatkan Kandidat yang Tepat

Analisis jabatan dapat membantu proses rekrutmen. Tujuannya adalah memperoleh informasi terkait posisi yang dibutuhkan, kriteria, dan proses rekrutmen.

Tanpa analisis jabatan, perumusan deskripsi pekerjaan akan menjadi kurang rinci. Akibatnya kandidat yang masuk belum tentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Metode Job Analysis

Cara membuat job analysis dapat melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Observasi dilakukan dengan mengamati secara intensif dalam kurun waktu tertentu.

Kuesioner dilakukan dengan memberikan pertanyaan tertulis kepada pihak-pihak yang berkaitan. Wawancara dilakukan dengan memberi pertanyaan secara langsung kepada pihak-pihak yang berkaitan.

Contoh Job Analysis

Contoh proses analisis jabatan yaitu dengan merinci deskripsi pekerjaan yang menjadi objek analisis. Deskripsi ini harus meliputi identifikasi pekerjaan.

Kemudian proses selanjutnya adalah membuat spesifikasi khusus dari pekerjaan yang menjadi objek analisis. Dengan begitu, dapat ditemukan orang yang tepat untuk menjalankan pekerjaan tersebut.