Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Tata Bahasa Arab: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Contohnya

Bahasa Arab

Bahasa adalah media penyampaian pesan yang dipakai manusia dalam bentuk bahasa tulisan dan bahasa lisan. Bahasa Arab kini menjadi bahasa yang menarik dipelajari karena berbagai keunikan dan kelebihan yang dimilikinya.

Bahasa Arab adalah bahasa yang banyak digunakan di Timur Tengah dan memiliki potensi yang cukup besar jika melihat aspek ekonomi negara di Timur Tengah seperti Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab. Dengan belajar bahasa Arab, maka peluang karir dan investasi pun akan semakin terbuka lebar. Namun mempelajari bahasa Arab bukanlah suatu hal yang mudah, kamu bisa mulai berkonsultasi dengan tutor terbaik Lister dengan bergabung di Kelas Bahasa Arab sekarang!

Semua bahasa manusia tersusun dari tiga komponen dasar yaitu:
1. Satuan bunyi yang disebut “huruf” atau “abjad”.
Contoh: م – س – ج – د
2. Susunan huruf yang memiliki arti tertentu yang disebut “kata”.
Contoh: مَسْجِدٌ (= masjid)
3. Rangkaian kata yang mengandung maksud atau pikiran yang utuh yang disebut “kalimat”.
Contoh: أُصَلِّيْ فِي الْمَسْجِدِ (= saya shalat di masjid)

tata bahasa Arab lister

Pengertian Tata Bahasa Arab

Dalam tata bahasa Arab, “kata” dibagi ke dalam tiga golongan besar:
1. ISIM ( اِسْم ) atau “kata benda”. Contoh: مَسْجِد (= masjid)
2. FI’IL ( فِعْل ) atau “kata kerja”. Contoh: أُصَلِّيْ (= saya shalat)
3. HARF ( حَرْف ) atau “kata tugas”. Contoh: فِيْ (= di, dalam)

Perlu diingat bahwa istilah Kata Benda, Kata Kerja dan Kata Tugas seperti yang kita kenal dalam tata bahasa Indonesia, tidak sama persis dengan pengertian IsimFi’il dan Harf dalam tata bahasa Arab.

Struktur Kalimat Bahasa Arab

Pengenalan struktur kalimat ini penting untuk memahami gagasan yang terkandung dalam kalimat tersebut. Dalam bahasa Arab ada dua pola kalimat dasar, yaitu:

Jumlah (kalimat) ismiyyah

Jumlah Ismiyyah terdiri dari mubtada’ adalah pokok kalimat yang umumnya berupa kata benda (isim) dan khabar , bisa berupa isim, fi’il (jumlah fi’liyyah) , jumlah ismiyyah atau syibh al-jumlah , yakni jar majrur atau zarf sebagai penjelas mubtada’ .

Contoh:

1-حسان مدرس ؛ هو عالم
2-حسان يدرس اللغة العربية
3- حسان في البيت ؛ هو أمام التلفزيون

Perlu diketahui, struktur Jumlah Ismiyyah tidak selalu diawali oleh mubtada’ , bahkan jika mubtada’ tidak berupa isim ma’rifat maka jumlah tersebut pada umumnya diawali oleh khabar , yaitu jika mubtada’ nya berupa isim nakirah dan khabarnya berupa jar majrur atau zarf. Misalnya:

  • في المسجد مسلمون ؛ على المنبر خطيب (Di dalam masjid ada orang-orang Islam : di atas mimbar ada seorang khatib)
  • في البيت ضيوف ؛ في الغرفة أولاد (Di rumah ada tamu-tamu : Di dalam kamar ada anak-anak)

Jumlah fi’liyyah

Jumlah fi’liyyah adalah kalimat yang diawali dengan kata kerja, baik berupa fi’il madli mudlari’ maupun fi’il amar, misalnya :

  • يدرس حسان العربية مرتين في كل أسبوع (Hassan mengajar bahasa Arab dua kali setiap minggu)
  • قرأ فريد الكتاب قبل الذهاب إلى الجامعة (Farid telah membaca buku sebelum berangkat ke kampus)
  • خاِلقِ الناس بخلق حسن (Bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlak yang baik)

13 Jenis Tata Bahasa Arab

Ilmu Nahwu

Ilmu yang menerangkan hukum huruf, kata, dan kalimat bahasa Arab. Namun, inti dari ilmu nahwu terletak pada pembahasan I’rob (perubahan harakat di akhir huruf). Pembahasan ini menjadi sangat penting karena berhubungan dengan dampak yang dihasilkan jika salah menentukan bunyi akhir huruf pada suatu kata.

Contoh : ‘ذَهَبْتُ إِلَى المَسْجِدِ‘ artinya ‘saya sudah pergi ke masjid‘, nah perhatikan kata ‘المَسْجِدِ‘ yang dibaca ‘al-masjidi‘. Dari contoh itu dapat dilihat bahwa ilmu nahwu mengatur bagaimana bacaan akhir huruf dari suatu kosakata.

Ilmu Sharaf

Ilmu yang membahas perubahan bentuk seluruh huruf pada suatu kata, atau membicarakan asal bentuk kata (masdar) dari masdar kita akan mengetahui bagaimana perubahan bentuk suatu kata kerja dari bentuk lampau, sedang-akan, dan perintah, perubahan bentuk kata kerja ke kata benda, dan juga perubahan bentuk kata kerja sesuai pelaku dari perbuatan dan ini tergantung dari wazan asal kata tsb. Inti dari sharaf adalah tashrif (perubahan bentuk kata). Contoh:

Ilmu Lughah

Ilmu yang menguraikan kata-kata (lafadz) Arab bersamaan dengan maknanya. Ilmu yang juga digunakan sebagai pondasi dalam membuat pidato, surat menyurat, dan lainnya.

Ilmu Arudh

Ilmu yang bertujuan untuk mengetahui benar dan tidaknya sebuah wazan syi’ir, serta perubahan wazan syi’ir dari beberapa zihaf atau illat.

Ilmu Khat

Ilmu yang membahas tentang bagaimana menulis tulisan Arab yang indah dan mempunyai nilai seni yang tinggi ilmu khat juga menjelaskan tentang bentuk huruf dan cara merangkaikannya, termasuk bentuk halus kasarnya dan seni menulis dengan

Ilmu Insya’

Ilmu bahasa Arab yang mengajarkan  tentang dunia mengarang seperti dalam membuat surat, buku, pidato, cerita artikel, features dan yang berhubungan dengan dunia kepenulisan maupun mengarang.

Ilmu Qawafi

Ilmu yang mempelajari tentang aturan kata pada akhir bait sya’ir Multazim.

Ilmu Isytiqaq

Secara etimologi, kata الإشتقاق ialah bentuk infinitive (mashadar) dari kata إشتق – يشتق yang berarti “memperoleh, mengasal atau mengambil”. Ma’luf mencontohkan  kata إشتق  yaitu: أشتق الكلمة من الكلمة  “memperoleh kata dari kata yang lain”. 

Sehingga Ilmu Isytiqaq adalah ilmu yang mempelajari pembentukan kata dari kata yang lain dengan berbagai perubahan, namun tetap memiliki hubungan makna.

Contoh:

Akar kata ضرب /daraba/ bisa di bentuk  kata-kata  berikut : ضارب /dârib-un/ “pemukul”,  مضروب /madrûb-un/ “yang dipukul‟, مضرب /midrab-un/ “alat pemukul‟, اضرب /idrib/ “pukullah‟,  لا تضرب /lâ tadrib/ “jangan pukul‟.

Dari contoh di atas, bisa dilihat bahwa meskipun kata pukul dibuat memiliki beragam bentuk namun mereka memiliki hubungan satu makna yaitu melalui kata “pukul”.

Ilmu Qordhus Syi’ri

Ilmu yang digunakan untuk mendalami karangan yang berirama (lirik), dengan tekanan suara yang tertentu, biasa digunakan untuk menghafal syair.

Ilmu Mukhadarat

Ilmu yang membahas berbagai cara memperdalam suatu persoalan, untuk diperdebatkan didepan majlis, untu menambah keterampilan berargumentasi, mahir bertutur dan terampil mengungkapkan cerita.

Ilmu Bayan

Ilmu yang menjelaskan beberapa peraturan dan kaedah untuk mengetahui makna yang terkandung dalam kalimat. 

Ilmu Badi’

Ilmu yang menjelaskan tentang keindahan suatu kata. Ilmu ini juga memberikan pengetahuan tentang seni sastra.

Ilmu Ma’ani

Ilmu yang digunakan untuk mengetahui I’jaz Al-Quran, keindahan sastra Al-Quran yang tiada taranya.

Contoh Kalimat Tata Bahasa Arab

Jika kamu masih bingung dengan pembahasan materi di atas dan membutuhkan contoh kalimat-kalimat berbahasa Arab, di bawah ini beberapa contoh yang bisa menjadi referensi.

  • العُطْلَةُ الأُسْبُوْعِيَّةُ يَوْمَ الأَحَدِ  (Libur pekanan pada hari Ahad)
  • أُحِبُّ العُلُوْمَ وَاللُّغَةَ العَرَبِيَّةَ  (Aku menyukai mapel IPA dan bahasa Arab)
  •  أَسْئِلَةُ الرِّيَاضِيَّاتِ صَعْبَةٌ  (Soal-soal matematika itu sulit)
  1. Rakiba ibrahimulhisona (Ibrahim menaiki kuda)
  2. Yuaa i’bu isma’il alqitta (Ismail menggoda kucing)
  3. Yahsudu Alfallaha alqamha (Petani memanen gandung)
  4. Yastha’u annuru fii alhujrati (Cahaya bersinar di kamar)
  5. Sami’tu annashiihata minal ustadzi ( Aku mendengarkan nasihat dari guru)