Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Kata Ganti Bahasa Arab: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Contohnya

Kata ganti bahasa Arab di Lister

Mengetahui dhamir atau kata ganti dan jenis-jenisnya dalam bahasa Arab tentu sangatlah penting, karena suatu kalimat pada umumnya tidak terlepas dari dhamir, baik yang tampak maupun tersembunyi. Namun, materi ini dapat kamu pelajari lebih mendalam bersama tutor terbaik Lister dengan bergabung di Kelas Bahasa Arab. Jadi, sudah sampai mana pengetahuan kamu terkait hal ini? Yuk pelajari bersama!

kata ganti bahasa Arab, lister

Pengertian Kata Ganti Bahasa Arab

Kata ganti dalam bahasa Arab adalah kata yang digunakan sebagai pengganti subjek atau objek yang berupa orang dan benda. Kata ganti atau yang dikenal Dhamir dalam bahasa Arab berfungsi sebagai kata ganti suatu kata (aku, kita, dia, kamu, kami, mereka, dan lain sebagainya).

Jenis Kata Ganti Bahasa Arab

Secara garis besar, kata ganti bahasa Arab terbagi menjadi dua yaitu yang nampak (dhamir bariz) dan tersembunyi (dhamir mustatir). Dhamir Bariz artinya dhamir yang lafadznya tampak dan jelas ketika diucapkan. Dhamir bariz ini menempati tiga posisi dalam ‘irab yaitu menempati posiai rafa’, nashab dan jar. Sedangkan jenis kedua yaitu Dhamir Muttasil yang laffadznya tersembunyi dan hanya bisa diketahui pada saat diucapkan.

Secara detailnya, kamu bisa mempelajari di bawah ini!

kata ganti bahasa Arab Lister

Kata Ganti Bersambung (Dhamir Muttasil)

Kata ganti yang lafadznya tampak jelas dan bersatu dengan fi’ilnya (Kebalikan dari Dhamir Munfashil).

  • Secara umum, dhamir (kata ganti) terbagai menjadi dua, yaitu dhamir munfashil (kata ganti yang tidak bersambung) dan dhamir muttashil (kata ganti yang bersambung).
  • Kata ganti (هُوَ, هِيَ, هُمَا, هُنَّ) pada dhamir munfashil, dan (هُ, هَا, هُمَا, هُنَّ) pada dhamir muttashil bisa juga dipergunakan untuk selain manusia.
  • Semua kata ganti ini adalah mabni (harakat akhirnya tidak berubah, bagaimanapun kedudukan kata tersebut dalam kalimat).
  • Secara umum, kata ganti هُنَّ dipergunakan juga untuk menggantikan jamak muannats salim (jamak dengan alif dan ta’ tambahan) yang tidak berakal. Hal ini membedakannya dengan kata ganti هِيَ yang secara umum juga digunakan untuk menggantikan jamak taksir yang tidak berakal.
  • Jamak muannats salim yang tidak berakal dan jamak taksir yang tidak berakal boleh diberi sifat (na’at) dalam bentuk isim mufrad muannats atau jamak muannats.
  • Ada dhamir muttashil (kata ganti yang bersambung) yang bersambung dengan isim, dan ada yang bersambung dengan fi’il.

Kata Ganti Tidak Bersambung (Dhamir Munfasil)

Kata ganti yang lahfadznya tampak jelas namun berpisah dari fi’ilnya.

  1. أَنْتُمَا (Kalian berdua [laki-laki/perempuan]): untuk orang kedua, mutsanna, baik mudzakkar maupun muannats.
  2. أَنْتُمْ (Kalian [banyak laki-laki]): untuk orang kedua, jamak, mudzakkar.
  3. أَنْتِ (Kamu [perempuan]): untuk orang kedua, mufradmuannats.
  4. أَنْتُنَّ (Kalian [banyak perempuan]): untuk orang kedua, jamak, muannats.
  5. أَنَا (Saya [laki-laki/perempuan]): untuk orang pertama (si pembicara) mufrad, baik mudzakkar maupun muannats.
  6. نَحْنُ (Kami [laki-laki/perempuan]): untuk orang pertama, jamak, baik mudzakkar maupun muannats; digunakan juga untuk orang pertama tunggal (mufrad) yang mengagungkan dirinya.
  7. هُوَ (Dia [laki-laki]): untuk orang ketiga (yang dibicarakan), tunggal (mufrad), mudzakkar.
  8. هُمَا (Mereka berdua [laki-laki/perempuan]): untuk orang ketiga, ganda (mutsanna), baik mudzakkar maupun muannats.
  9. هُمْ (Mereka [banyak laki-laki]): untuk orang ketiga, jamak, mudzakkar.
  10. هِيَ (Dia [perempuan]): untuk orang ketiga, mufradmuannats.
  11. هُنَّ (Mereka [banyak perempuan]): untuk orang ketiga, jamak, muannats.
  12. أَنْتَ (Kamu [laki-laki]): untuk orang kedua (lawan bicara), mufradmudzakkar

Kata Ganti Tersembunyi (Mustatir)

Dhamir yang lahfadzanya tersembunyi, hanya bisa diketahui ketika diucapkan, dan hanya menempati posisi rafa’. Dhamir ini juga terbagi menjadi dua macam yaitu Mustatir Wajib dan Mustatir Boleh.

Mustatir Wajib Disembunyikan

Dalam bentuk fi’il ‘amr yang dimasuki dhamir mukhatab (kamu laki). Seperti contoh: دَافِعْ عَنِ الوَطَنِ دَافِعْ أنتَ عَنِ الوَطَنِ Lafadz دافع adalah fi’il ‘amr mabni sukun, fa’ilnya wajib mustatir (tersembunyi) yaitu anta أَنْتَ.

Mustatir Boleh Disembunyikan/Ditampakkan

Pada Fi’il Madhi untuk هو dan هي seperti contoh:  خَالدٌحَقَّقَ النَّجَاحَ خالدٌ هُوَ حَقَّقَ النجاحَ Lafadz حقق adalah fi’il madhi mabni fatah, fa’ilnya berupa dhamir mustatir (boleh) yaitu هو.

Contoh Kalimat Kata Ganti Bahasa Arab

هُمَا اَحْمَد وَ حَسَن = Mereka berdua (L) adalah Ahmad dan Hasan.

هُمَا زَهْرَة وَ فَاطِمَة = Mereka berdua (P) adalah Zahrah dan Fatimah.

اًنْتَ تِلْمِيْذٌ = Kamu (L) adalah seorang murid (L).

Demikian materi pembahasan tentang kata ganti dalam bahasa Arab yang bisa Lister bagikan kepada kamu, fellas. Semakin cepat kamu menguasai materi ini, semakin cepat kamu bisa berlatih dan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari dalam bahasa Arab lho. Yuk tunggu apa lagi?

Referensi:

Sumber: TMBA | Tips Mahir Berbahasa Arab.
https://bahasa-arab.com/mengetahui-kata-ganti-dhomir-dalam-bahasa-arab/