Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

3 Keahlian Skilled Labour ini Diburu Perusahaan, Kenapa?

skilled labour

Kursus Business English – Dalam dunia kerja, perusahaan seringkali secara spesifik mencari skilled labour atau skilled workers. Sumber daya manusia yang memiliki keterampilan khusus dapat mempermudah perusahaan mencapai tujuan bisnisnya.

Tahukah kamu, skills apa saja yang dibutuhkan untuk bisa disebut sebagai skilled labour?

Skilled Labour adalah

Skilled labour, atau skilled workers, adalah bagian dari sumber daya manusia yang mengisi posisi kepemimpinan/manajerial, profesional, atau teknisi/rekan profesional. Skilled labour dapat diartikan sebagai tenaga terdidik atau tenaga ahli.

Menurut situs resmi ILO, skilled labour memiliki ciri-ciri:

  • mengenyam pendidikan tinggi (perguruan tinggi)
  • memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan tugas yang kompleks
  • kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi
  • mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara kreatif melalui pelatihan di tempat kerja

Singkatnya, tenaga terdidik adalah pekerja yang secara langsung terlibat dalam penerapan, pengembangan, dan penyebaran ilmu pengetahuan.

Investopedia menyebutkan, keahlian tersebut juga dapat diperoleh melalui pelatihan dan pengalaman dalam waktu lama. Dengan kualifikasinya yang istimewa, skilled labour akan mendapatkan upah lebih tinggi.

Tenaga terdidik dapat ditemui di berbagai jenis industri, mulai dari perdagangan, STEM (Science, Technology, Engineering, Math), sampai perusahaan kerah putih.

Walaupun tenaga ahli identik dengan latar belakang pendidikan tinggi, tidak semuanya demikian. Beberapa dari mereka disebut “ahli” karena memiliki pengalaman, telah mengikuti pelatihan, atau sertifikasi yang membuat mereka lebih unggul di suatu bidang secara spesifik.

Baca juga: Fresh Graduate, ini Saatnya Bersinar Lewat Management Trainee

Perbedaan dengan Unskilled Labour

Sesuai dengan namanya, unskilled labour adalah pekerja yang memiliki keterampilan terbatas, sehingga bagi perusahaan dianggap memiliki nilai ekonomi yang rendah.

Salah satu ciri unskilled labour yaitu memiliki tingkat pendidikan rendah, misalnya SMA atau di bawahnya. Dengan keterampilan yang minim, mereka cenderung mendapatkan upah lebih rendah.

Walaupun begitu, perlu dicatat, beberapa industri tidak mensyaratkan kualifikasi pendidikan tinggi bagi pekerjanya. Tingkat pendidikan SMA sudah cukup dalam industri tersebut untuk disebut sebagai skilled labour.

Selain itu, ada pula yang disebut dengan low-skilled labour. Mereka memiliki keterampilan dasar, sehingga perlu dilatih agar semakin ahli. Mereka yang memiliki tingkat keterampilan rendah dapat ditemui pada posisi entry-level di suatu industri, seperti food service atau retail.

Di tingkat selanjutnya ada semiskilled atau mid-skilled labour. Mereka memiliki keterampilan tingkat menengah, sehingga masih membutuhkan pengetahuan, pengalaman, atau pelatihan dalam mencapai keahlian yang dibutuhkan.

Umumnya mid-skilled labour mengerjakan tugas yang tidak terlalu membutuhkan keahlian, tetapi lebih kompleks daripada tugas unskilled labour.

Contohnya adalah sopir delivery, staf customer service, dan asisten administrasi pada entry-level.

Apakah skilled labour masih dicari?

Di era teknologi saat ini, di mana mesin, robot, hingga artificial intelligence telah dikembangkan, banyak yang mempertanyakan apakah masih perlu tenaga ahli. Saat ini, banyak posisi di berbagai industri yang sudah dapat digantikan tenaga mesin.

Namun kecanggihan teknologi tersebut masih perlu dikembangkan dengan bantuan skilled labour. Mereka dapat menyumbangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan agar menciptakan teknologi mumpuni yang dibutuhkan di berbagai bidang.

3 Skills yang Dicari dari Skilled Labour

Indeed menyebutkan ada tiga hal yang harus dimiliki seorang tenaga ahli.

Keterampilan dasar

Keterampilan ini menjadi dasar untuk naik ke tingkat keahlian yang lebih tinggi, melalui pelatihan dan pengalaman.

Keterampilan yang dapat diterapkan

Sebagai pekerja profesional, perlu memiliki keterampilan yang dapat diaplikasikan ke lingkungan dan bidang yang berbeda.

Keterampilan teknis dan lapangan

Keterampilan praktis dibutuhkan untuk menjalankan tugas.

Baca juga: Etos Kerja adalah: Cara Memiliki dan 10 Contohnya

5 Contoh Skilled Labour

Sudah punya gambaran tentang jenis pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus? Berikut contohnya.

Koki

Koki atau chef bertanggung jawab menyiapkan makanan dan mengarahkan staf dapur. Mereka membutuhkan pengalaman mengolah berbagai jenis makanan dan menggunakan alat dapur.

Staf Administrasi

Staf administrasi bertanggung jawab atas berbagai urusan kantor yang berkaitan dengan administrasi. Mereka harus memiliki keterampilan mengolah dokumen, laporan, pesanan, dan lain-lain.

Sopir Truk

Sopir truk bertugas menyetir dalam jarak jauh untuk mengantarkan barang. Mereka harus mengetahui aturan lalu lintas untuk kendaraan berat, menangani kendala pada kendaraan, hingga cara memuat kargo dengan tepat.

Perawat

Perawat bertugas memantau pasien. Mereka harus mampu menerima keluhan pasien dengan baik, membantu dokter, melakukan tindakan medis, hingga mencatat rekam medis.

Teknisi Listrik

Seorang teknisi listrik harus mampu memahami diagram dan sistem. Mereka harus mampu melakukan tes, perancangan, perbaikan, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman.

Kursus Business English, Langkah Sukses untuk Karier Global

Kosakata yang digunakan dalam dunia bisnis dan pekerjaan tentu berbeda dengan percakapan sehari-hari. Agar kamu semakin percaya diri, ikuti Kursus Business English di Lister.

Sejumlah alumni Lister terbukti merasakan bagaimana kursus di Lister mendukung karier mereka. Cari tahu pengalaman mereka di Testimoni Alumni.

Kamu dapat memilih jumlah kelas sendiri, bahkan tutor dan kelas pengganti. Selain itu, dapatkan Garansi Skor untuk kelas tertentu.

Gunakan kode promo BLOGLISTER10 untuk mendapatkan diskon 10 persen, minimal pembelian kelas seharga satu jutaan (maksimal diskon Rp500 ribu). Daftar sekarang!