Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Sejarah Mata Uang Belanda: dari Gulden sampai Euro

gulden belanda

Tertarik dengan budaya dan sejarah Belanda? Akan lebih seru kalau kamu menguasai bahasa aslinya! Kamu dapat mengikuti Kursus Bahasa Belanda sebagai awal mula.

Sejarah mata uang Belanda dapat ditelusuri hingga berabad-abad lalu. Sebelum menggunakan Euro seperti saat ini, ternyata Belanda pernah menggunakan Gulden.

Nilainya pun berubah-ubah seiring berbagai peristiwa dunia, seperti Perang Napoleon, upaya kolonialisme, hingga Perang Dunia.

Mata Uang Belanda

Belanda kini menggunakan Euro sebagai mata uangnya. Diketahui Euro adalah mata uang yang umum dipakai hampir seluruh negara-negara Uni Eropa.

Sebelum itu, Belanda menggunakan mata uang yang disebut dengan Gulden. Dalam bahasa Inggris, disebut dengan Dutch guilder.

Gulden berarti emas, sesuai dengan bahan baku uang tersebut. Lambang Gulden adalah fl, yang merupakan singkatan dari florin.

Gulden menjadi mata uang kedua di Eropa pada abad ke-17 dan ke-18. Mata uang tersebut juga sempat menjadi subunit dari Euro.

Selain di Belanda, Gulden dipakai pula di negara-negara konstituen Belanda, Suriname, Luksemburg, dan Belgia. Meskipun begitu, negara-negara tersebut kini sudah menggunakan mata uang tersendiri.

Sejarah Mata Uang Belanda

Gulden menjadi mata uang resmi Belanda sejak 1816. Walaupun begitu, sejarahnya dapat ditarik mulai dari abad ke-14.

Awal Mula

Pada abad ke-14, koin florin asal Italia mulai digunakan di kawasan Eropa Utara, termasuk Belanda. Gulden lalu menggantikan franc.

Pada koin Gulden, tertera tulisan “Tuhan bersama kita”. Gulden merupakan koin pertama yang menggunakan tulisan semacam itu. Tujuannya adalah melindungi nilainya dan mencegah orang mengikis lapisan perak pada koin tersebut.

Mencapai Nilai Tertinggi

Pada 1914, nilai tukar Gulden mencapai 2,46 Gulden = 1 USD. Satu Gulden pada tahun itu dapat digunakan untuk membeli sembako dengan jumlah yang sama dengan 10,02 USD pada Desember 2017.

Gulden menjadi mata uang paling stabil pada masa perang. Bahkan menjadi salah satu mata uang dengan nilai paling tinggi setelah Poundsterling dan Pound.

gulden belanda
Gulden Belanda.

Masa Pendudukan Nazi

Saat Nazi menduduki Belanda pada Perang Dunia II, Gulden dihapuskan. Mata uang Jerman Reichsmark menjadi patokan nilai, yakni 1 Gulden = 1,5 Reichsmark.

Nilainya terus menurun pada 1949, mencapai 3,8 Gulden = 1 USD. Walaupun begitu, pemerintah Belanda menjanjikan mata uang Gulden akan digunakan kembali setelah perang. Hanya sedikit orang yang menukarkan uang mereka pada saat itu.

Sejumlah uang koin berbahan perak dicetak di Amerika Serikat. Setelah Belanda terbebas dari pendudukan Nazi, kembali digunakan mata uang Gulden yang terbuat dari perak.

Pada 1948, perak tidak lagi digunakan. Gulden mulai dibuat dari bahan nikel.

Perubahan ke Euro

Pada 2002, Gulden diubah menjadi Euro. Uang koin Gulden dapat ditukarkan di Bank Sentral Belanda sampai 1 Januari 2007. Sementara itu uang kertas masih dapat ditukarkan sampai 1 Januari 2032, dengan pengecualian tertentu.

Nilai Gulden Masa Kini

Walaupun Gulden tidak lagi resmi digunakan, koleksinya masih terus diburu. Di Indonesia sendiri terdapat kolektor yang mengumpulkan mata uang lawas tersebut.

Sejumlah uang Gulden bahkan dijual sebagai koleksi. Nilainya dapat mencapai jutaan rupiah.