Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Raih Skor IELTS 7.5, Cerita Alumni Lister Tasya Ellifar, Pemula Wajib Tahu!

Cerita inspiratif

Apakah kamu seorang pejuang IELTS? Merasa kemampuan bahasa Inggris kurang tapi ingin skor IELTS Maksimal?

Itulah yang dirasakan oleh salah satu alumni Lister yang bernama Tasya Ellifar. Perempuan berusia 24 tahun ini mengaku memiliki background bahasa Inggris yang tidak begitu bagus. Namun, karena bermimpi kuliah di luar negeri mau tidak mau harus mampu menembus batas skor IELTS terlebih dahulu.

Dalam penuturannya, ia menyebutkan bahwa dirinya tak pernah berharap mendapat skor yang tinggi, baginya skor 6.5 saja sudah bagus.

Nasib baik bertemu kesiapan dan proses yang panjang jadilah hasil maksimal. Tasya Ellifar berhasil meraih skor hingga 7.5, berkat ketekunan dalam berproses dan bimbingan dari ahli tentunya.

Bagaimana detail ceritanya? Simak yukk!

Tips Raih Skor IELTS

Ada beberapa faktor penting yang harus diperhatikan agar lolos IELTS, diantaranya adalah

  • Ukur kemampuan bahasa Inggris kamu sudah berada di level yang mana. Kamu bisa mengikuti placement test untuk mengetahui skor yang kamu punya. Hal ini penting agar bisa menyiapkan diri suplemen-suplemen yang bisa mendukung penyerapan belajar untuk persiapan IELTS lebih maksimal.
  • Miliki mentor yang bisa membantu berlatih, terutama di bagian writing dan speaking. Biasanya mereka bisa memberikan review pada tulisan dan memberi estimasi nilai yang sesuai dengan kriteria penilaian. Sebab, bagaimanapun kamu tidak bisa menilai secara objektif kualitas tulisan kamu sendiri, bukan?
  • Tidak ada jalan pintas untuk bisa menguasai IELTS dan bahasa Inggris selain berlatih secara disiplin. Hal lain yang perlu disadari adalah setiap orang memiliki progres belajar yang tidak sama. Jangan membandingkan diri dengan orang lain.

Harapan Selanjutnya

Setelah resmi mendapatkan hasil skor IELTS yang sesuai dengan harapan, Tasya mengungkapkan rencana selanjutnya yaitu mendaftar beasiswa LPDP dan mendapatkan LoA dari kampus impiannya, University of Glassgow.

Tips Belajar IELTS yang Super Menyenangkan

Salah satu kunci belajar IELTS untuk mendapatkan hasil maksimal adalah usahakan setiap hari selalu latihan, setelah itu mensimulasikan tes IELTS per bagian seperti Speaking, Reading, Writing, dan Listening seolah-olah tes aslinya. Hal ini akan melatih kesiapan mental sehingga pada saat real test berkurang rasa gugupnya.

Belajar IELTS secara mandiri ataupun bersama tutor memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing yang disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Begitulah yang disampaikan Tasya, ia merasa kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki masih sangat jauh dengan pre test IELTS yang didapat hanya 5.5. Sedangkan target yang diinginkan adalah 7.5, lumayan tinggi bukan?

Nah, Tasya akhirnya memutuskan untuk mendaftar kursus IELTS Lister Private dengan garansi 7.5 sebanyak 80 kali pertemuan. Tak disangka, ia mendapat kelas bersama tutor IELTS yaitu Kak Rizvika Rahmita atau biasa disapa Tutor Mita. Menurutnya, gaya pembelajaran tutor Mita di kelas itu santai tapi serius. Pada saat awal mengikuti kelas, Tasya mengaku kemampuan bahasa Inggris bagian speaking dan grammar-nya sangat kurang tertata. Melihat kekurangan tersebut, Tutor Mita tidak kemudian meremehkan, justru memberi semangat dan motivasi bahwa target skor masih bisa dicapai asalkan konsisten usaha. Selama pembelajaran pun, Tasya diharuskan menggunakan bahasa Inggris dalam bertanya atau berkomunikasi bersama tutor Mita.

Satu hal yang tidak didapat ketika belajar IELTS sendiri adalah kurangnya sosok role model atau orang yang sudah pernah melewati jalan yang kita tuju. Saat belajar bersama tutor, Tasya mengaku mendapatkan banyak input referensi buku pembelajaran IELTS, referensi soal latihan, simulasi tes, sharing pengalaman lolos beasiswa LPDP, hingga perkuliahan di luar negeri sang tutor.

Ia mengambil jadwal kelas sealam satu minggu lima kali pertemuan, hal ini membuat Tasya sering bertemu tutor, keakraban pun terjalin menjadikan hilangnya sekat antara guru dan murid. Sembari latihan speaking, biasanya pembelajaran akan diselingi sesi sharing di luar hal utama.

Tutor juga pandai dalam membangun kepercayaan diri Tasya sehingga ia yang tadinya merasa insecure menjadi lebih percaya diri menjalani Speaking Test bersama native speaker. Menurutnya, tutor Mita tak hanya menjalankan tugas mengajar saja, namun juga menjadi mentor sehingga Tasya merasa tidak berjalan sendiri. Tutor juga menjadi bagian perjalanan student-nya.

Pesan dari Tutor Mita yang paling berkesan bagi Tasya adalah saat sedang berproses mencapai tujuan, jangan terlalu pusing memikirkan hal-hal yang belum kita kuasai, sebab hal tersebut malah akan membuat kacau. Justru manfaatkan kesempatan untuk fokus pada satu hal yang kamu hadapi saat ini.

Nah, demikian cerita Tasya Ellifar dari yang tadinya skor IELTS 5.5 berubah menjadi 7.5, skor yang diinginkan untuk melamar beasiswa impian! Kalau kamu kapan?