Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Perencanaan Tenaga Kerja (Manpower Planning) dan Prosesnya

perencanaan tenaga kerja

Dari hari ke hari, tuntutan memiliki kemampuan yang lebih baik terus meningkat. Termasuk kemampuan berbahasa asing. Untuk itu, kamu dapat mengambil kelas bahasa asing untuk karyawan di Lister for Company.

Salah satu upaya mengoptimalkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang ada yaitu dengan perencanaan tenaga kerja (manpower planning).

Apa itu perencanaan tenaga kerja? Bagaimana proses perancangannya?

Perencanaan Tenaga Kerja adalah

Perencanaan tenaga kerja adalah proses memperkirakan kebutuhan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan bisnis di perusahaan. Perencanaan ini dilakukan tim HR dengan menganalisis SDM yang tersedia.

Perencanaan tenaga kerja dilakukan saat akhir atau awal tahun. Proses ini terdiri dari beberapa tahap.

Tujuan dilakukannya perencanaan adalah untuk memastikan perusahaan mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi dengan jumlah yang sesuai dan peran yang cocok.

Dalam perencanaan, turut diperkirakan bagaimana caranya mendapatkan karyawan baru. Proses ini dijalankan dengan memerhatikan tujuan perusahaan, prediksi tren bisnis, serta tren teknologi. Dengan begitu, bisnis tetap dapat berlangsung dengan SDM yang tepat.

Proses Perencanaan Tenaga Kerja

Perencanaan tenaga kerja dilakukan oleh tim HR. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan adalah kebutuhan bisnis, keterampilan yang dibutuhkan, serta pengembangan SDM.

1. Menetapkan Tujuan Perencanaan

Perencanaan tenaga kerja dilakukan dengan menyesuaikan arah rencana perusahaan. Langkah pertama yang dilakukan yaitu mendefinisikan tujuan perencanaan.

Beberapa contoh tujuan yang dapat ditetapkan adalah meningkatkan produksi, menambah penjualan, menerapkan teknologi baru, ekspansi bisnis, dan lain-lain.

2. Memetakan SDM

Tahap selanjutnya yaitu memetakan data demografis SDM perusahaan. Data-data tersebut meliputi jumlah, usia, peran, jabatan, gaji, performa, produktivitas, dan lain-lain.

3. Menghitung Kebutuhan SDM

Jumlah SDM yang tersedia dicocokkan dengan rencana bisnis di masa mendatang. Apakah jumlah SDM tersebut mencukupi untuk meraih tujuan perusahaan?

4. Menetapkan Rencana Tenaga Kerja

Setelah kebutuhan tenaga kerja disetujui setiap departemen, HR menentukan rencana selama satu tahun mendatang. Termasuk di antaranya biaya perekrutan, gaji, serta kenaikan gaji per tahun.

Rencana ini menjadi arahan dalam perekrutan peran yang dibutuhkan dalam organisasi.

5. Rekrutmen

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti keterampilan yang dibutuhkan, HR melakukan rekrutmen. HR juga menentukan metode yang paling tepat untuk merekrut karyawan baru.

6. Memonitor Kesenjangan Keterampilan

Setelah memenuhi kebutuhan SDM, HR menganalisis kemampuan yang dimiliki masing-masing karyawan serta apakah ada kesenjangan di antaranya.

7. Mengadakan Pelatihan

Jika dirasa ada kesenjangan keterampilan di antara karyawan, HR akan mengadakan pelatihan untuk menjembatani hal tersebut. Pelatihan juga diadakan untuk membantu karyawan meningkatkan kemampuannya.

8. Evaluasi

Terakhir, HR mengevaluasi perencanaan tenaga kerja yang sudah dijalankan. Apakah rencana tersebut sudah berjalan dengan baik? Apakah rencana yang dijalankan membantu mencapai rencana perusahaan?