Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on google
Share on telegram

Mengenal Net Asset Value, Investor Reksa Dana Wajib Tahu

net asset value

Kamu yang berniat mengembangkan bisnis atau karier sampai ke luar negeri wajib membekali diri dengan kemampuan berbahasa asing. Untuk mempersiapkan diri, kamu bisa mengikuti kursus bahasa asing di Lister for Company.

Apakah kamu tertarik dengan instrumen investasi reksa dana? Jika ya, kamu wajib mengetahui satu komponen penting, yakni net asset value alias nilai aset bersih (NAB).

Net Asset Value adalah

Net asset value (NAV) yaitu nilai yang menunjukkan jumlah kekayaan reksa dana saat ini. NAV dihitung berdasarkan beberapa komponen, di antaranya surat berharga dalam reksa dana, dividen yang diperoleh, dan biaya operasional.

NAV dapat disebut sebagai harga bersih reksa dana. Harga ini ditentukan dengan menghitung komponen-komponen yang membentuknya.

Investor reksa dana mendapat keuntungannya dari kenaikan NAV. Pasalnya NAV menunjukkan nilai bersih setelah dikurangi nilai kewajibannya.

NAV digunakan untuk menganalisis peluang investasi per saham pada reksa dana, ETF, serta indeks. Biasanya NAV digunakan untuk melihat jumlah kepemilikan investor dalam portofolio mereka.

NAV dihitung setiap penutupan hari perdagangan sesuai harga pada penutupan pasar sekuritas.

Setiap entitas badan usaha maupun produk keuangan mengolah NAV. Dalam badan usaha, kekayaan bersih merupakan selisih antara aset dengan liabilitas.

NAV sering mendekati bahkan sama nilainya dengan buku suatu bisnis. Jika perkiraan NAV suatu bisnis bagus, maka perusahaan dinilai mempunyai prospek pertumbuhan yang tinggi.

Tujuan Net Asset Value dalam Reksa Dana

Dalam reksa dana, sejumlah dana dikumpulkan dari berbagai investor. Dana ini dimanfaatkan untuk modal berbagai saham dan sekuritas keuangan.

Investor akan mendapat bagian sesuai dengan modal yang mereka investasikan. Investor dapat menjual bagian mereka dan memperoleh keuntungan atau kerugian.

Pembelian dan penjualan tersebut dilakukan setelah dana terkumpul, sehingga dibutuhkan suatu mekanisme. Mekanisme tersebut akan menentukan bagaimana dana dialokasikan berdasarkan NAV. Terlebih reksa dana tidak ditransaksikan secara real-time.

Penilaian reksa dana dilakukan sesuai metodologi penghitungan aktiva dan kewajiban. NAV dihitung pada saat tanggal penjualan, tetapi transaksi perdagangan reksa dana diproses sesuai tanggal saat NAV diperdagangkan.

Pesanan yang diterima setelah batas waktu hari perdagangan akan diproses sesuai NAV keesokan harinya.

Umumnya investor menilai performa reksa dana sesuai selisih NAV pada dua tanggal. Biasanya pembayaran hasil reksa dana didistribusikan sesuai akumulasi keuntungan yang terealisasikan.

Maka dari itu, cara paling baik untuk mengukur performa reksa dana melalui total pengembalian tahunan, yakni tingkat pengembalian riil dari investasi dalam periode tertentu.

Cara Menghitung Net Asset Value

Lantas bagaimana menghitung NAV? Caranya mudah, yakni dengan menggunakan rumus berikut.

NAV = (Aset – Kewajiban) / Jumlah Saham Beredar

Berikut contoh penghitungan NAV.

Kamu menanamkan modal sebanyak Rp1.000.000 di reksa dana saham dengan NAV awal senilai Rp1.000 / unit penyertaan (UP). Jumlah unit yang dapat kamu miliki setelah Rp10.000.000 dikurangi biaya manajer investasi (MI), kemudian dibagi NAV awal.

Contohnya biaya MI 0,1%. NAV-nya adalah Rp9.990.000 (dikurangi biaya MI sebesar Rp10.000). Dibagi NAV awal Rp1.000 / UP. Dengan begitu unit yang kamu dapat sebanyak 9.990 unit.

Seiring berjalannya waktu, NAV reksa dana kamu berubah karena berbagai faktor menjadi Rp1.100 / UP. Artinya investasi kamu berkembang 10%.

Jika kamu ingin menjual unit yang dimiliki saat ini, penghitungannya yaitu jumlah unit yang kamu miliki dikali NAV/UP saat ini, yakni 9.990 unit x Rp1.100 = Rp10.989.000.

Namun harga penjualan tersebut masih harus dikurangi biaya penjualan. Contohnya biaya penjualan 0,15%. Dengan begitu nilai bersih dari penjualan unit reksa dana yaitu Rp10.972.516,5.