Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Kasus Nominativ dan Akkusativ Jerman, Pahami Agar Makin Mahir

kasus nominativ akkusativ

Tertarik mempelajari bahasa Jerman? Kamu bisa mengikuti Kursus Bahasa Jerman untuk berbagai keperluan studi.

Salah satu materi yang terdapat dalam tata bahasa Jerman adalah kasus nominativ dan akkusativ. Mempelajari kasus sangat penting agar membuat kamu semakin mendekati pembicara native bahasa Jerman.

Kasus Bahasa Jerman

Kasus sangat penting dalam bahasa Jerman. Sederhananya, kasus menunjukkan “siapa yang melakukan apa kepada apa” dalam suatu kalimat.

Dalam bahasa Inggris, hal tersebut ditunjukkan dengan susunan kata dalam kalimat. Perhatikan contoh berikut.

The president gave the dog to the boy.

Dalam kalimat di atas, subjek the president, objek tak langsung the dog, dan objek langsung the boy. Jika urutan kalimat diubah, maka maknanya menjadi berubah.

Tidak demikian dengan bahasa Jerman. Meskipun susunan kalimat berubah-ubah, maknanya tetap sama.

Hal ini disebabkan setiap kata benda menggunakan artikel yang menunjukkan kasus mereka, artinya peran mereka dalam kalimat.

Perhatikan contoh berikut.

Der Vogel hasst den Hund.

Artinya, “Burung tersebut membenci anjing tersebut.”

Lalu perhatikan kalimat berikut.

Ich glaube, dass der Vogel den Hund hasst.

Kalimat ini dapat diartikan secara harfiah, “Aku pikir, burung tersebut anjing tersebut membenci.”

Kamu mungkin kebingungan membacanya. Namun bagi orang Jerman, tidak. Pasalnya mereka memperhatikan artikel yang disematkan sebelum kata benda.

Mereka dapat dengan mudah mengartikannya menjadi, “Aku pikir burung tersebut membenci anjing tersebut.”

Kasus Nominativ

Dalam kasus nominativ, kata benda berperan sebagai subjek kalimat. Berikut artikel yang digunakan untuk masing-masing gender.

maskulin – der

netral – das

feminin – die

plural – die

Berikut contoh kalimatnya.

Der Mann fährt das Auto. – Pria itu menyetir mobil.

Das Auto ist schnell. – Mobil tersebut cepat.

Die Frau ist klein. – Wanita itu pendek.

Die Männer sind alt. – Para pria tersebut tua.

Kasus Akkusativ

Dalam kasus akkusativ, kata benda berperan sebagai objek langsung. Artinya kata benda tersebut menerima dampak langsung dari kata kerja.

Saat kata benda bertindak dalam kasus akkusativ, artikelnya sedikit berbeda daripada kasus nominativ.

maskulin – den

netral – das

feminin – die

plural – die

Berikut contohnya.

Der Mann findet den Ball. – Pria tersebut menemukan bola itu.

Die Frau findet die Blume. – Wanita itu menemukan bunga.

Kasus akkusativ juga digunakan untuk preposisi berikut.

bis – sampai

durch – melewati

für – untuk

gegen – terhadap

wieder – berlawanan

ohne – tanpa

entlang – bersama dengan

um – di sekeliling

Berikut contoh kalimatnya.

Die Frau pflückt zwei Blumen für den Mann. – Wanita itu memetik dua kuntum bunga untuk pria tersebut.

Ich gehe um den Park. – Aku pergi ke sekeliling taman.

Ich gehe durch das Haus. – Aku melewati rumah tersebut.